Refleksi : Rupanya Boss Bin Laden sudah desak Hatta, karena bakshishi sudah 
diterima dan oleh karena itu  dipakai banyak alasan tentang pangan di NKRI. 
Kita bukan saja kirim TKI tetapi juga haurs memberi menyediakan lahan bahan 
makanan. Ini berita tentang lahan pertanian seperti diberitakan sebelumnya oleh 
Anatara :

http://www.antaranews.com/print/1250609043
Saudi Bin Laden Lirik Potensi Agribisnis NTB

Mataram (ANTARA News) - Konglomerasi asal Arab Saudi, Saudi Bin Laden Group, 
melirik potensi agribisnis di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kunjungan para duta besar dan pejabat kedutaan negara-negara Timur Tengah ini 
ada kaitannya dengan kajian potensi agribisnis yang dilirik Saudi Bin Laden 
Group," kata Pejabat Lembaga Kependudukan Dunia (UNDP), Abdurrahman Syebubakar, 
di sela-sela pertemuan silaturahmi di Pendopo Gubernur NTB, di Mataram, Selasa 
malam.

Ia mengemukakan hal itu kepada wartawan untuk mempertegas penjelasan Duta Besar 
Arab Saudi untuk Indonesia, Abddurahim Alkhayyat, yang disampaikan dalam 
pertemuan silaturahmi dengan Gubernur NTB, KH. M. Zainul Majdi, beserta para 
pejabat Pemerintah Provinsi NTB itu. 

Di hadapan Gubernur NTB beserta jajarannya dan para duta besar dan pejabat 
kedutaan negara-negara Timur Tengah yang hadir dalam pertemuan silaturahmi itu, 
Duta Besar Arab Saudi itu mengungkapkan bahwa kunjungan mereka itu juga ada 
kaitannya dengan kajian potensi pengembangan agribisnis di wilayah NTB. 

Dalam rombongan yang berkunjung ke wilayah NTB itu, selain Dubes Arab Saudi 
juga terdapat Dubes Jordania, Moh. Hassan Dawo, Wakil Dubes Yaman, Ahmad 
Mohammed Jaber dan sejumlah pejabat kedutaan negara-negara Timur Tengah seperti 
Qatar dan Mesir.

Abdurahman mengakui, UNDP ikut berperan dalam melancarkan kunjungan para duta 
besar dan pejabat kedutaan negara-negara Timur Tengah di wilayah NTB terkait 
kajian potensi agribisnis itu.

UNDP yang tengah menerapkan program pemberdayaan masyarakat Indonesia 
menghendaki para duta besar dan pejabat kedutaan negara-negara Timur Tengah itu 
merekomendasikan pengembangan agribisnis di NTB untuk ditindaklanjuti Saudi Bin 
Laden Group.

Saudi Bin Laden Group sudah menyatakan kesediaannya untuk berinvestasi di 
Indonesia di sektor pangan dan daerah yang dipilih yakni Sulawesi Tenggara dan 
Papua. 

Rencana investasi di sektor pangan di Sulawesi Tenggara bernilai Rp15 triliun 
dan di sektor agroindustri di Kabupaten Merauke dan Fakfak, Provinsi Papua 
senilai puluhan triliun rupiah.

Saudi Bin Laden Group berminat mengembangkan padi basmati (beras yang 
dikonsumsi sebagian besar masyarakat Timur Tengah) di Sulawesi Tenggara dan 
Papua. 

Padi jenis basmati merupakan beras dengan kadar gula rendah yang biasanya 
dikonsumsi penderita diabetes. Beras itu rencananya akan diekspor ke 
negara-negara Timur Tengah.

Untuk mengembangkan padi basmati hingga mencapai produksi ekspor itu dibutuhkan 
lahan yang sangat luas, sehingga Saudi Bin Laden Group berencana bekerja sama 
dengan sejumlah perusahaan nasional seperti Medco, Bangun Tjipta Sarana, Grup 
Para, Sumber Alam Sutera, Wolo Agro Makmur, Comexindo, dan Digul Agro Lestari.

"Itu sebabnya kami (UNDP) ingin minat itu juga direalisasikan di wilayah NTB 
maka kami ajak para dubes dan pejabat kedutaan itu ke sini," ujar 
Abdurrahman.(*)

COPYRIGHT © 2009 ANTARA




http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=82151:hatta-penambahan-lahan-pertanian-dua-juta-hektare&catid=3:nasional&Itemid=128

      Hatta: Penambahan Lahan Pertanian Dua Juta Hektare        
      Jakarta, (Analisa)


      Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pemerintah 
menargetkan penambahan lahan pertanian hingga dua juta hektare untuk jangka 
menengah dan panjang.

      "Itu jangka menengah dan panjang, yang sampai dua juta hektare. Dalam 
waktu 2011 ini, kita targetkan 500 ribu hektar dulu," kata Menko di sela-sela 
rapat kerja gubernur di Balai Sidang Jakarta, Senin. Menurut Hatta, 500 ribu 
hektare lahan pertanian itu berada di Merauke, Papua.

      "Untuk 2011, minimum 500 ribu hektare itu sudah kita alokasikan. Masuk 
dalam kategori 'food estate'," katanya seraya menjelaskan bahwa "food estate" 
itu akan dikelola oleh pihak swasta dan masyarakat.
      Pada kesempatan itu sekalipun tidak menjelaskan secara rinci para 
investor yang berminat, Hatta memastikan bahwa cukup banyak investor yang 
berminat pada konsep "food estate" tersebut. Ia juga mengatakan bahwa 
perizinannya telah selesai.

      Pekan lalu, Menko Perekonomian mengakui jika pembentukan kawasan pangan 
dalam skala besar perlu dipercepat sebagai antisipasi pemerintah untuk menjaga 
kestabilan ketahanan pangan. "'Food estate' kita percepat, kemarin ada sedikit 
persoalan tata ruang provinsi dan kabupaten di Merauke dan beberapa daerah. Dan 
ini sudah selesai, ini sangat membantu. Kita shortage gula cukup besar, kita 
perlu buka lahan baru dan kewenangannya di Menteri Pertanian," ujarnya.

      Menurut dia, dalam menghadapi permasalahan ketahanan pangan, pemerintah 
juga perlu untuk berkoordinasi dengan daerah terutama dalam mencegah adanya 
konversi lahan pertanian. Dalam jangka menengah dan panjang, ia menambahkan, 
pemerintah perlu membuka lahan-lahan baru untuk meningkatkan kesejahteraan 
petani dan meningkatkan produktivitas beras serta komoditas lain. Hatta 
mengatakan, pemerintah juga perlu mengajak investor untuk mengembangkan lahan 
pertanian karena pertumbuhan sektor pertanian selama ini masih lambat.

      Rapat kerja yang dihadiri oleh para menteri kabinet, gubernur, bupati dan 
wali kota itu dibuka sekitar pukul 09.00 WIB oleh Presiden Yudhoyono lalu 
setelah istirahat kopi dilanjutkan dengan pemaparan Wakil Presiden Boediono 
mengenai Rencana Kerja Pemerintah 2011 dan para menteri koordinator.(Ant) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke