http://www.hidayatullah.com/berita/cover-story/134-cover-story/14841-iipac-akan-buka-kran-diplomatik-indonesia-israel

IIPAC Akan Buka Kran Diplomatik Indonesia-Israel 
Thursday, 06 January 2011 10:00 
Beberapa perusahaan Indonesia sudah kerja sama dengan Yahudi, tapi masih malu 
mengakui


 
Hidayatullah.com--Secara konstitusi, Indonesia tidak memiliki hubungan 
diplomatik dengan Israel. Kendati begitu, hingga saat ini, ada pihak yang tetap 
bersikeras ingin agar kran yang selama ini tertutup itu dibuka lebar. Upaya itu 
pun bukan isapan jempol. Faktanya, sudah ada beberapa investor Israel yang 
sukses menanamkan sahamnya di beberapa perusahaan di Indonesia.

Salah satu lembaga yang berada di balik itu sebut saja Indonesia-Israel Public 
Affairs Committee (IIPAC). Lembaga yang didirikan Benjamin Ketang dan sejumlah 
rekannya ini konsen dalam memediasikan hubungan bisnis kedua negara tersebut.

Tidak hanya masalah perdagangan, sejumlah program lain, seperti media dan 
politik juga tidak luput jadi garapan IIPAC. Untuk mengetahui lebih detail apa 
program dan bagaimana IIPAC, hidayatullah.com mewawancarai Direktur IIPAC, 
Benjamin Ketang beberapa waktu lalu. Berikut petikannya. 

Bagaimana kerangka politik Indonesia-Israel sekarang yang Anda tahu?

Sampai saat ini, kerangka politik Indonesia-Israel belum pernah dibuka oleh 
orang yang punya otoritas atau tanggungjawab terhadap mana yang benar dan mana 
yang salah. Lahan Indonesia ini adalah lahan pembantaian peradaban. Siapa yang 
harus berkuasa, siapa yang harus memanfaatkan masalah peradaban, itulah yang 
membenarkan masalah peradaban itu.

Tapi ada kunci, kenapa orang Hadramaut, Yaman itu ke Indonesia. Orang Arab 
Gujarat sebelum ada penjajahan Belanda. Kenapa bangsa Eropa memahami harus 
menyerahkan kedaulatan Indonesia, ini kan seharusnya menjadi pertanyaan. Saya 
ingin menjelaskan bahwa peta politik internasional di Indonesia harus dibuka, 
siapa yang bertanggungjawab, siapa yang berkuasa, demi kemaslahatan umat demi 
kepentingan Indonesia, bukan kepentingan yang lain.

Saya heran, informasi begitu simpang siur bahwa di mata orang awam, Israel ini 
adalah bangsa yang sangat buruk dalam pembentukan karakter di mata dunia. 
Selama Soekarno jadi presiden sampai Megawati, ini belum pernah dibuka dan 
siapa yang harus bertanggungjawab pada proses pendidikan terhadap bangsa ini 
tentang Israel, tentang grand design struktur politik internasional di 
Indonesia. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, tapi mari kita buka ruang 
dialektika wacana perdamaian antara Indonesia-Israel ini.

Dialektika seperti apa yang ingin Anda wacanakan?

Saya lebih suka berbicara tentang the tree of life. Tree of life itu adalah 
bingkai pemikiran orang-orang Yahudi, orang-orang Israel, bahwa tree of life 
itu adalah pohon kehidupan yang itu memang sampai saat ini dijadikan batasan 
untuk mengelola sebuah tree of knowledge.

Pemahaman tree of life itu, bahwa akidah tentang agama-agama samawi, tentang 
kristianiti, tentang judaisme, tentang Islam itu memang dari Abraham. Dari 
Abraham punya dua anak, Ismail dan Ishak. Ishak punya Ya'qub yang punya sebelas 
anak.

Kalau sampai saat ini, dan bangsa-bangsa di dunia tidak memahami, akar 
permasalahan di Indonesia tidak selesai, ini adalah awalnya konflik. Kenapa 
kemudian terjadi konflik antara Palestina dengan Israel, itu ada di perbatasan, 
di jalur Gaza dan West Bank (Tepi Barat). Di lainnya, seperti di Kfar Saba, di 
Jerussalem Timur, dan di Laqiya itu nggak ada masalah. Israel tidak pernah 
mendikte bagaimana harus beribadah di Israel itu.

Secara global, sejauh mana perkembangan orang Yahudi itu sendiri?

Kembali ke bangsa Gujarat dan Yaman. Banyak sekali anak orang-orang Yahudi, 
anak keturunan dari Sulaiman. Solomon itu memang dari Yahudi Yaman. Orang 
Yahudi pantang sekali menunjukkan, oh saya orang Yahudi, kecuali ada 
kepentingan-kepentingan. Sampai saat ini, banyak sekali keturunan Yahudi di 
Indonesia, ada sekitar 6 ribu lebih. Jadi, Yahudi itu ada yang ashkenazi, ada 
yang mizrahi, dan ada yang lainnya.

Sampai saat ini, pendidikan berlaku turun-temurun bahwa tidak selayaknya orang 
Yahudi menampakkan diri karena alasan keamanan, di mana sampai dikejar-kejar di 
ujung dunia. Ini sesungguhnya pertimbangan antara baik dan jelek.
Ketika saya dan teman-teman di World Jewish Congress, yang di Eropa it, saya 
minta sesungguhnya konflik antara Palestina dengan Israel itu bisa 
diminimalisasi dengan alasan-alasan tersebut. Bahwa ada ruang gerak, ada 
batasan ilmiah tentang perdamaian bahwa the tree of life itu yang harus kita 
kedepankan di Indonesia ini.

Anda sendiri sejak kapan masuk ke Israel?

Dari situlah, saya sekolah di Hebrew University tahun 2004-2006 jurusan Jewish 
Civilization. Seharusnya satu tahun, tapi saya harus mendalami bahasa Ibrani. 
Bahasa paling susah adalah bahasa Ibrani karena nggak mulai kecil. Saya dapat 
beasiswa dan langsung dapat surat dari Gus Dur pada saat jadi presiden. Dan 
saya ketemu sama Simon Peres, dia tanya, "apa yang kamu inginkan?" "Saya ingin 
belajar". Itulah awal mula kenapa saya lihat kesana.

Alasan mengambil jurusan jewish civilization?

Saya nggak tahu. Itu dorongan dari saya sendiri. Ini kalau masalah 
spiritualitas, sufistik kenapa ada orang yang memiliki kemampuan indera ke 
enam. Kita ini tidak bisa menafikan spiritualitas. Kenapa begitu, bahwa kita 
tidur, itu bahwa masih ada kehidupan yang harus istirahat ketika kita tidur. 
Kita tidak bisa menafikan tuhan punya kekuasaan.

Ketika kita bertemu kamu, tapi tuhan tidak mengizinkan, ngapain ketemu. Setiap 
kejadian, tuhan punya alasan, itu adalah konsep spiritualitas yahudi. Kenapa 
presidennya harus SBY, itukan semua punya asalan-alasan. Dan manusia menurut 
kadar kemampuan memahami itu, adalah kemampuan manusia.

Apa kesan Anda selama belajar di Israel?

Ada perbedaan justifikasi, kebenaran. Bahwa orang Israel tidak memberikan 
justifkasi kepada orang lain dalam bentuk peribadatan, oh ini salah atau nggak. 
Kalau kamu sudah melakukan bar mitzvah atau bat mitzvah setelah umur 13 tahun, 
kamu punya hak untuk memutuskan dalam kehidupan kamu. Kamu sudah dewasa, kamu 
sudah bebas memilih. Itu filosofinya itu.

Siapa saja yang mendirikan IIPAC?

Ada beberapa orang, sekitar tujuh orang. IIPAC ini berdiri adalah rentetan 
sejarah. Berkumpulanya orang-orang yang selama ini memperjuangkan berdirinya 
kerjasama Indonesia-Israel. Tahapan-tahapan itu memang ada. Ada teman-teman 
yang dari Manado, Bandung, dan itu mereka punya kedekatan dengan orang-orang 
Yahudi dan memang sangat dekat sekali.

Apa saja latar belakang mereka?

Ada yang kuliah di sana, ada yang kursus di sana, ada yang memang keturunan 
dari Yahudi sendiri. Ada juga yang pengusaha. Jarang yang dari ormas. 90 persen 
pengusaha. Makanya kita bentuk Indonesia business lobby, apa yang kita pikirkan 
dan apa yang kita kerjakan itu untuk kepentingan bangsa yang lebih luas. Kita 
punya cita-cita seperti itu.

Posisi Anda dan bagaimana keberadaanya sekarang?

Saya direktur eksekutif. Dan itu kita sudah jadi anggota World Jewish Congress 
yang ada di Eropa dan kita sudah jadi teman kerja IJAC yang ada di Australia. 
Dan harapan kita adalah kita sudah mengkomunikasi untuk ketemu Barack Obama, 
karena Barack Obama adalah keturunan Yahudi yang di Amerika. Kita mengharapkan 
ada dukungan moral.

Saya kemarin ditelepon teman-teman di Singapura. Gimana Ben, mau nggak ketemu 
dengan Obama. Bagi saya kalau ketemu, menguntungkan atau nggak? Jika hanya 
untuk pamer ketemu Obama, saya tidak butuh itu. Tapi misi ini menguntungkan 
secara komunitas dan bangsa. Secara komunitas bangsa, kerjasama bilateral 
Indonesia-Israel. Tapi masih banyak harapan kerjasama Indonesia-Israel.

Maksud, Anda?

Sudah saatnya kebijakan ekonomi ini desentralisasi. Jadi, seluruh investor 
internasional sudah harus kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Selama 
ini, birokrat kita tidak mau berubah. Hanya berkutat di Bappenas dan 
Kementerian. Padahal, apa yang dibutuhkan tidak kena.

Dan sekarang sudah terjadi. Tapi masih banyak investor internasional yang 
datang itu ke Jakarta dulu. Di samping itu masih ada kendala struktur dan 
sistem. Sistem yang ada belum terintegrasi. Berapa ratus ribu perusahaan 
Indonesia yang berlevel PT, CV, kemudian LSM-nya bagaimana. Data ini belum 
terintegrasi. Belum menjadi kesatuan dengan beberapa pihak, seperti Kepolisian, 
Menkumham, Depdagri. Ini seharusnya menjadi kesatuan.

Seberapa banyak investor Israel di Indonesia?

Jadi begini. Investor yang berkala besar sudah ada. Kalau di Freeport, Newmont, 
dan sebagainya, mereka hanya pemegang saham. Tapi memakai lembaga keuangan 
internasional. Dari Amerika Latin, Hongkong, dan Dubai. Jadi nggak bisa 
langsung karena mereka tahu, tapi kebijakan tetap di Israel. Dari negara 
ketiga. Lewat beberapa pengusaha, tapi komando tetap di tel Aviv dan Jerussalem.

Berapa jumlahnya?

Banyak. Seperti lembaga-lembaga yang sudah eksis. Di Kupang ada Merhav Group. 
Itu bergerak di bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel .

Selain itu, di sektor apa lagi?

Investor yang ada di telekomunikasi di Bakrie Group. Bakrie Group dapat sekitar 
400 milyar dolar. Saya dengar. Tapi kadang-kadang menyayangkan, kenapa mereka 
malu-malu kucing. Kalau mereka dapat investasi dari Israel, bilang mereka dapat 
dari Israel. Jangan disembuyi-sembuyikan. Telkom dapat juga dari Amdoc. Juga 
Coca Cola dan sebagainya. Ini dari lembaga-lembaga yang eksis di sini.

Apa saja program IIPAC selain itu?

Lembaga yang memperjuangkan investasi bisnis ini bisa termediasikan oleh 
pengembangan jaringan antara Indonesia-Israel. Kemudian akan berkecimpung 
pengembangan demokrasi, pemilu, pemilukada, dan perkembangan media. 
Sesungguhnya ada media yang akan masuk, yaitu Jerussalem Post.

Cuma dari pertimbangan keamanan, kita masih belum bisa, nanti seperti Play Boy. 
Kita tidak mau dikerjain orang iseng. Kemarin kita akan mengusahakan ada Koran 
Jerusalem Post bahasa Indonesia dan The Global Forum. Nanti kita pake sangat 
spesifik tentang masalah-masalah investasi yang ada di Indonesia.

Sejauhmana Anda melihat jejak Yahudi di Indonesia?

Kita punya komitmen untuk menjaga dan memperjuangkan. Di sini banyak properti 
Yahudi yang ditinggalkan. Ada beberapa Sinagog dan itu adalah sejarah bagi kita 
untuk memberikan dukungan moral bahwa Yahudi sudah ada lama di Indonesia. Kita 
tidak bisa menafikan sejarah kita sudah lama di sini. Saya sudah generasi 
kelima. Generasi Yahudi yang kelima.

Saya berharap, berdirinya IIPAC ini saya akan menfasilitasi, bisa berguna bagi 
keturunan Yahudi yang ada di Indonesia. Yang berharap pada teman-teman Yahudi 
yang ada di Indonesia, jangan sampai melupakan tanah Israel. Karena itu konsep 
Zionisme, karena itu konsep bagaimana bangsa Israel berdiri.

Saya Yahudi convert, saya reform. Pada setiap mau tidur, ibu saya selalu 
menceritakan tentang 12 suku Israel. Dan ada beberapa kakek dan paklek saya, 
benar-benar darah Yahudi masih sangat kelihatan. Dari face Israel ada. Pokoknya 
saya benar. Jadi ada data pendukung. Oh, ternyata dari paklek itu, mbah-mbah 
saya Yahudi banget. Tapi, dari akar Yahudi sudah nggak ada.

Apa alasan orangtua menceritakan Yahudi kepada Anda?

Mereka trauma. Trauma dalam sejarah Eropa, orang Yahudi selalu diburu-buru di 
Eropa, mau dibunuh. Memang orang Yahudi nggak mau mengatakan tentang 
ke-Yahudian, nggak mau. Karena ketika kita membicarakan Israel, itu adalah 
Talmud. Itu adalah ajaran Torah. Jadi nggak sembarang orang.

Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel, kenapa Anda ingin 
membuka kran itu?

Penjajahan itu adalah salah satu pembukaan UU Dasar (UUD). UU diciptakan 
manusia. Tapi Torah itu, siapa yang berbicara dengan Nabi Ya'qub, siapa yang 
berbicara dengan Nabi Ibrahim, dengan Nabi Musa, itu adalah Torah ajaran. Saya 
lebih percaya dengan Torah itu daripada UUD. Sekarang dengan penjajahan. 
Penjajahan itu definisinya sangat komplek sekali. Indonesia bisa dibilang 
menjajah orang Maluku Selatan, orang Papua,  dan orang Aceh.

Anda tidak takut jika umat Islam marah?

Saya kira, jika mereka paham the tree of life, saya kira mereka akan memahami 
orang Israel. Tree of life, bahwa bangsa Arab itu masih satu keturunan, dari 
satu pohon yaitu Ibrahim. Terus di mana pemahaman tentang tauhid. Siapa yang 
mengajarkan tentang tauhid tentang keesaan tuhan, Nabi Musa, kan? Nabi musa 
berdiri di Sinai kepada Israel.

Apa sih alasan inti Anda membuka hubungan dagang dengan Israel?

Karena finansial siapa yang pegang? Database internasional siapa yang pegang? 
Perbankan siapa yang pegang? Dan itu tidak ada satu pun orang Yahudi yang 
berkoar, saya orang kaya.  [*]

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke