Refleksi : Tingkatkan kualitas TKI, berarti NKRI permanen mempersiapkan 
warganegaranya menjadi babu dan jongos  untuk bekerja di tanah orang. Sudikah 
Anda supaya saudara-saudari Anda dijadikan jongos dan babu?


http://www.antaranews.com/berita/1294824548/perlu-kebijakan-afirmatif-untuk-tingkatkan-kualitas-tki

Perlu Kebijakan Afirmatif untuk Tingkatkan Kualitas TKI

Rabu, 12 Januari 2011 16:29 WIB | Peristiwa | Naker |
Jakarta (ANTARA News) - Berbagai kasus yang melanda Tenaga Kerja Indonesia 
(TKI) di luar negeri menunjukkan bahwa pemerintah yakni Kemenakertrans dan 
BNP2TKI dinilai belum memiliki strategi yang komprehensif untuk menyelesaikan 
persoalan TKI, kata Direktur Indonesia Strategic Solution (ISS) Adnan Anwar.

"Satu hal yang harus diperhatikan secara serius adalah rendahnya tingkat 
pendidikan TKI yang dikirim untuk bekerja di luar negeri," katanya di Jakarta, 
Rabu.

Menurut Adnan, dari data hasil survei ISS di terminal kepulangan TKI di Bandara 
Soekarno-Hatta, Jakarta dan Bandara Juanda, Surabaya, tercacat sepanjang tahun 
2009, tak kurang dari 70 persen TKI yang bekerja di luar negeri hanya mengenyam 
pendidikan Sekolah Dasar. 

"Keadaan ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah harus berupaya keras mencari 
terobosan yang lebih terarah perbaikan di sektor hulu sumber rekrutmen TKI, 
yaitu pendidikan formal calon TKI di kantong-kantong pengirim TKI terbesar di 
Jawa maupun di luar Jawa. Salah satunya  adalah melalui kebijakan yang bersifat 
afirmatif di bidang pendidikan," katanya.

Kebijakan ini, katanya, harus didorong oleh Kemenakertans dan BNP2TKI 
bekerjasama dengan Kemendiknas untuk  membangun sekolah gratis hingga SLTA dan 
yang sederajat yang memiliki fasilitas peningkatan keterampilan bagi calon TKI. 
  

Adnan menegaskan, pendirian sekolah gratis khusus didaerah TKI, sebagai 
perwujudan kompensasi yang harus diberikan pemerintah atas perolehan devisa 
dari kiriman uang penghasilan pekerja migran yang telah mereka sumbangkan pada 
negara, sehingga mampu berkontribusi 1,3 persen dari Produk Domestik Bruto 
(PDB). 

"Sangat wajar, apabila pemerintah secara serius membangun pendidikan di daerah 
yang mengirimkan jumlah TKI paling banyak mengingat kontribusi mereka yang 
cukup besar. Jika kebijakan seperti ini diterapkan, tidaklah berbeda dengan 
kebijakan bagi hasil migas yang diterapkan pemerintah kepada daerah-daerah 
penghasil migas. Artinya, pemerintah juga harus memberlakukan hal yang sama 
pada daerah pengirim TKI yang besar,"  tandasnya.

Dengan demikian, kata Adnan, upaya jalan keluar yang lebih sistemik untuk 
meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan agar pengiriman dan penempatan TKI 
yang bekerja di luar negeri lebih banyak pada sektor formal yang secara 
finansial dan hukum lebih terjamin, akan bisa terpenuhi pada 10-20 tahun 
mendatang. 

"Dengan cara ini, rantai perbudakan, kekerasan, dan eksploitasi TKI akan bisa 
diakhiri. Langkah yang diambil oleh Filipina, di mana jumlah warganegaranya 
yang bekerja di luar negeri mampu menyumbangkan 11,2 persen dari total PDB-nya 
patut dicontoh," demikian Adnan Anwar.(*) 
(R009/K004)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke