http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011012002325015

      Kamis, 20 Januari 2011 
     

      BURAS 
     
     
     

Gerakan Moral Vs Kekuasaan!


       
      "PESAN 165 lewat SMS dari ESQ-emotional spiritual quotient-Selasa subuh 
(18-1) berbunyi, 'Tahukah Anda siapa musuh paling berbahaya? Takut dan 
ragu-ragu! Keduanya hanya akan membuat kita berdiam diri meski kesempatan 
terbentang di depan mata!" ujar Umar. "Mungkin cuma kebetulan pesan rutin 
ESQ-yang juga gerakan moral membangun 'Indonesia Emas'-itu terkirim setelah 
dini harinya pertemuan Presiden SBY dan tokoh lintas agama di istana terberita 
mubazir!"

      "Tapi pesan itu membuat orang menebak-nebak, siapa yang takut dan ragu 
sehingga kesempatan emas memadu dua kekuatan-gerakan moral dan 
kekuasaan-sebagai sinergi andalan mengatasi masalah bangsa jadi sia-sia, bahkan 
mendorong perbedaan sikap-pandang kedua kutub jadi makin tajam!" sambut Amir. 
"Padahal, kehancuran moralitas dewasa ini merupakan masalah paling serius dalam 
birokrasi kekuasaan-terutama terkait praktek politik, hukum dan sosial-ekonomi!"

      "Kubu kekuasaan resisten terhadap kritik tokoh lintas agama karena 
dikemas sebagai kebohongan rezim!" timpal Umar. "Banyak pihak juga menilai 
terlalu vulgar pemakaian istilah kebohongan oleh tokoh lintas agama yang 
terhormat itu!"

      "Penilaian tidak tepat istilah kebohongan sebagai kemasan kritik itu 
hanya karena orang tidak tahu, kritik dengan entakan keras tokoh lintas agama 
itu tidak ujug-ujug!" tegas Amir. "Secara berkala selama bertahun-tahun tokoh 
lintas agama menyampaikan kritik konstruktif dengan irama merdu, tapi tak 
dilirik penguasa dengan sebelah mata pun! Salah satu kritik tokoh lintas agama 
dilantunkan dari Gedung Wanita Kota Metro, Lampung, beberapa tahun lalu-waktu 
itu dari Katolik hadir langsung Kardinal! Seiring ketakpedulian penguasa yang 
berkepanjangan terhadap kritik tokoh lintas agama berkemasan patut itu, 
kerusakan moral bangsa utamanya dalam birokrasi kekuasaan semakin fatal! Tak 
ada pilihan lain, buruknya realitas sudah tak bisa ditoleransi lagi, kemasan 
kritik pun dibuat kontras dengan bunyi bisa mengorek telinga penguasa!"

      "Dari situ terlihat, jika pada dialog lanjutan kubu kekuasaan tetap 
kontraproduktif atau bahkan membeku jadi status quo, justru menciptakan 
momentum bagi gerakan moral untuk tambah relevan sebagai poros gerakan 
perubahan memperbaiki moralitas bangsa!" timpal Umar. "Dalam gerakan moral 
menghadapi kekuasaan status quo, massa kaum muda yang idealismenya masih murni 
seperti 1966 dan 1998 biasanya tampil di depan mengadopsi gagasan perubahan 
yang telah mengkristal sebagai energi perjuangan! Ini belum tentu terjadi, tapi 
bisa jadi!" ***

      H. Bambang Eka Wijaya
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke