> "ndeboost" <rambitesemak@...> wrote: > ".........bahwa Arab Saudia adalah > negeri para nabi........." > Dapat ilmu dari mana? Dari tlethong > ya, kasihan.
Sebenarnya yang perlu dikasihani itu justru anda sendiri. Kenapa enggak pernah nguping sewaktu enyak babe dan tetangga pulang naik haji di Arab Saudi sono ??? Kalo memang anda Islam yang taaaaat, paling tidak tentu tertarik mendengarkan kisah naik haji ke Mekah itu khan ??? Dan pasti anda juga tidak akan lupa kisah2 mereka berkunjung kemakam nabi Adam, nabi Hawa, nabi Ibrahim, nabi Musa, nabi Suleman, nabi Muhammad, dan juga nabi Isa. Jadi kira2 ada 25 nabi2 yang dikubur disana dimana nabi terakhirnya adalah nabi Muhammad. Lalu dimana salahnya kalo Quran menyatakan bahwa Arab Saudia itu adalah negeri para nabi2 ???? Ny. Muslim binti Muskitawait. > > --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote: > > > > Dianggap Menyetrika Kurang Rapih Malah Diseterika > > > > Begitulah nasib Sariam, muslimah yang kafah dari Indonesia yang > percaya bahwa Arab Saudia adalah negeri para nabi, para utusan Allah > yang suci, agung, maha adil dan disayangi Allah. > > > > Keyakinan Sariam inilah yang mendorong dirinya untuk berangkat dan > bekerja di Arab Saudia yang dalam anggapannya sambil menyelam minum air, > yang artinya sambil bekerja menabung uang juga menabung pahala sekalian > naik haji setiap liburannya. > > > > > http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/01/21/159986\ > -menyetrika-baju-tak-rapi-saya-disetrika-dengan-setrikaan-panas > > > > Namun memang dunia Islam merupakan dunia yang mengenaskan, umatnya > selalu disuguhi berita yang muluk2 dan menutupi berbagai bencana dan > malapetaka yang diciptakan agamanya, umatnya, dan kepada sesama umatnya > sendiri. > > > > Negara para asal nabi ini ternyata merupakan neraka dunia bagi para > pekerja Indonesia tapi tidak boleh diberitakan sebagai neraka dunia > melainkan selalu disanjung sebagai sorga dunia, aman tentram, adil > damai, dan semuanya kaya raya. > > > > Sariam yang rapi menyeterika baju majikan dan anak2 majikannya > dianggap kurang rapi, lalu dihukum dengan diseterika mukanya. Makanan > yang ada dilemari es tidak boleh dimakan pembantu (budak), karena > pembantu (budak) hanya boleh makan yang tidak disimpan dilemari es yang > sudah basi. Kalo ketangkap memakan makanan yang ada dilemari es akan > dituduh mencuri dan tangannya dipukul pakai palu dan mukanya ditonjok > dengan benda tumpul sehigga giginya semua rontok. Tapi tidak cukup > semuanya itu, juga gajinya dipotong. Demikianlah, dalam sebulan kerja > pasti ada lebih dari sekali dianggap salah meskipun sebenarnya tidak > bersalah. > > > > Baru bekerja tiga bulan dengan cara2 Syariah Islam, ternyata Sariam > tidak tahan, berdoa kepada Allah agar cobaan ini jangan diteruskan tapi > dihentikan, ternyata doanya ditolak karena doanya melanggar Syariah > Islam yang justru begitulah cara2 yang seharusnya diterima oleh para > pembantu (budak). > > > > Bukan karena adik majikannya berbaik hati, melainkan memang adik > majikannya diperintah majikannya untuk mengantarkan Sariam ke RS yang > tidak sadarkan diri setelah digebukin dengan ber-macam2 cara. > Majikannya takut kalo Sariam mati dirumahnya bisa lebih merepotkan lagi. > Demikianlah akhirnya Sariam yang dalam keadaan tidak sadar ini > dititipkan di RS yang terdekat. > > > > Setelah dirawat 47 hari di RS, Sariam dipulangkan ke Cianjur dalam > kondisi tubuh cacat. Untuk cacat dan siksaan inipun Sariam masih > berterima kasih kepada Allah karena masih bisa dipulangkan ke Cianjur > untuk menanti ajalnya. Rupanya Sariam belum diizinkan untuk mati > ditanah suci menambah pahala. > > > > Tulisan ini bukan menghina agama atau bangsa tertentu, tapi memang > berita ini asalnya dikutib dari koran Islam (Republika) sehingga sebagai > umat Islam diwajibkan percaya khusus untuk berita2 dari sumber2 yang > Islamiah. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
