Refleksi : Mungkin dikira aktivis HMI adalah seperti petinggi polisi berdompet tebal, karena korupsi, jadi diremas kemaluan dikira itu dompet agar bisa didapat uang, tetapi malang. Mungkin juga para aktivis ini cantik nan sexy bagi para polisi yang ngaceng jadi mereka main pegang remas-remas. Holopis kontol baris!
http://www.jakartapress.com/www.php/news/id/17549/Polisi-Remas-Kemaluan-Aktivis-HMI-Pendemo-Istana.jp Polisi Remas Kemaluan Aktivis HMI Pendemo Istana lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com] Senin, 24/01/2011 | 20:33 WIB Jakarta - Dua orang mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ditangkap kepolisian saat bentrok di depan Istana, mengaku disiksa. Bahkan, salah seorang diantara mereka mengaku diremas kemaluannya. Kedua orang tersebut adalah Mohais dan Surahman. "Kemaluan saya diremas, makanya celana saya jadi robek," kata Surahman dihadapan massa HMI disambut teriakan oleh massa. Selain itu, Surahman juga mengaku sempat disiksa dan dipukuli saat digiring ke Mapolres Jakarta Pusat, Senin (24/1/2011). "Muka saya dipukul-pukul, dia bilang kamu jangan banyak omong," ucapnya menirukan perkataan salah seorang Polisi. Bahkan, sesampai di Mapolres pun diakui Surahman, masih terus dipukuli. Sama halnya Surahman, nasib serupa dialami rekannya bernama Mohais. Diakuinya, saat aksi berlangsung ricuh, dia hanya ingin menenangkan rekannya yang terlihat sudah emosi. Namun, niatnya itu berbuah kalau dia juga harus kena hantaman dari aparat Kepolisian. "Saya diinjak-injak padahal saya membantu teman yang lagi emosional," aku Mohais sembari mengaku, dirinya diperlakukan oleh aparat tidak selayaknya manusia. "Tangan saya lecet, ditarik-tarik kayak binatang. Dimobil pun saya dipukuli," imbuhnya. Menanggapi hal itu, Ketua Umum PB HMI, Noer Fajriansyah, meminta pertanggungjawaban Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hamidin. Kini, massa telah membubarkan dirinya secara tertib. Mahasiswa HMI, juga sempat menggelar salat magrib berjemaah dan doa bersama di depan Istana Presiden. Beberapa diantara, bahkan sempat meneteskan airmata. Dalam doanya, memohon akan adanya pemimpin bangsa yang berani. "Ya Allah, SBY dan Boediono sudah tidak mampu lagi memimpin bangsa ini," ujar salah seorang massa seraya memohon doanya diijabah dan diberi pemimpin yang jauh lebih berani. Dua anggota HMI ditahan terkait aksi demontrasi di depan Istana yang berakhir rusuh. Mereka dituduh menjadi provokator kerusuhan tersebut. "Ada dua diamankan. Sekarang datanya belum lengkap. Mereka dianggap sebagai provokator, kini sedang diperiksa," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hamidin, saat dikonfirmasi, Senin (24/1/2011). Penangkapan itu dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada. "Penangkapan telah sesuai prosedur karena mereka memukul dengan menggunakan bambu. Padahal itu kelengkapan aksi," kilahnya. Luka-luka juga dialami oleh aparat kepolisian akibat hantaman bambu. "Ada 7 orang yang luka dari polisi. Salah satunya harus dijahit," katanya. Menurut pengakuan salah satu pengunjuk rasa, beberapa rekannya sempat ditendang-tendang dan sempat diamankan kedalam area Monumen Nasional oleh polisi. Massa yang berasal dari HMI dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini diangkut oleh sekitar 20 metromini. Menurut pengakuan salah satu pengunjuk rasa, beberapa rekannya sempat ditendang-tendang dan sempat diamankan kedalam area Monumen Nasional oleh polisi. Massa yang berasal dari HMI dan GMKI ini membawa sekitar 20 angkutan umum metromini. Dalam orasinya, Ketum Badko HMI Jabotabek-Banten, Muh Chairul Basyarmengatakan SBY sama dengan Ariel Peterpan. "SBY dan Ariel sama. Walau berbuat hina tapi masih dicintai rakyatnya. Mereka sama-sama membuat lagu, tapi SBY fals," katanya. Dalam bentrok yang terjadi saat unjuk rasa antara HMI dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dengan aparat keamanan di depan Istana tersebut, beberapa mahasiswa diamankan aparat. Orator demo dari HMI dan GMKI dalam pernyataanya melalui pengeras suara meminta supaya rekan mereka segera dibebaskan oleh pihak Kepolisian. Pengunjuk rasa juga saling bersaut- sautan supaya tidak ada lagi tindakan memukuli rekan mereka. "Jangan pukuli teman kami," teriak beberapa massa bersamaan. Menurut pengakuan salah satu massa beberapa rekannya sempat ditendang- tendang dan sempat diamankan kedalam area Monumen Nasional. Massa yang berasal dari HMI dan GMKI ini membawa sekitar 20 angkutan umum metromini. Ratusan anggota HMI dan GMKI berunjuk rasa di depan Istana, Senin (24/1), menerobos masuk Istana. Berhadapan dengan ratusan polisi siap menghadang, sempat terjadi saling adu jotos antara polisi dan massa. "Ayo terobos. Kita tidak pernah takut kepada polisi. Yang berbohong itu yang di dalam sana," teriak salah satu pengunjuk rasa. Kericuhan akhirnya berhasil diredam. Massa HMI dan GMKI tidak berhasil masuk ke Istana. (Inilah) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
