Indonesia danIndia merdeka hampir bersamaan... Tapi Indonesia mengundang India menanam modal ke Indonesia..
Bukti ada yang nggak begitu beres di Indonesia. --- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote: > > > Refleksi: Pada umumnya kalau kepala sesuatu negara berkunjung ke luarnegeri > disertai tawaran ialah hasil produkt kemajuan negerinya atau dan ivestasi > modal karena cadangan devisa sangat kuat, contoh akhir-akhir ini yang > dibicarakan media internasional ialah Tiongkok. President Hu kemana-mana > menawarkan macam-macam kepada negeri-ngeri termasuk USA pun mau dilakukan > penawaran beberapa proyek antara lain kereta superexpess di California. > > Penawaran SBY ini tidak lain menunjukkan bahwa selama ini, yaitu 60 tahun > lebih merdeka-merdeka ternyata tidak ada kemajuan pembangunan dan > perkembangan ilmu pengetahuan yang signifikan di NKRI yang bisa bekerja > merubah keterbelakangan negeri dan mempertinggi kehidupan rakyat menjadi > memada sebagai manusia negeri merdeka. > > Hingga kini hasil kekayaan alam milik rakyat yang diolah, agaknya tidak > menjadi modal invsetasi pembangunan melainkan santapan rayap penguasa. > > Pada pihak lain ada keuntungan besar dengan ditawarkan investasi ini, karena > dengan investasi ini kaum elit bisa memboceng untuk menanamkan "hasil > keringat", uang gelap menjadi terang bersih putih murni pada investasi yang > ditawarkan oleh SBY, jadi tidak menyolok karena akan ditonjolkan sebagai > modal nasional. > > Indonesia tgl 17 Augustus 1945, India mederka tgl. 15 Agustus 1947, Tiongkok > (RRT) berdiri 1 Oktober 1949. Sekalipun belakangan tetapi mereka melompat > lebih jauh dari pada NKRI. > > Apakah SBY mendapat komisi? Hanya Allah saja yang tahu. > > http://www.antaranews.com/berita/243399/indonesia-tawarkan-sembilan-area-investasi-kepada-india > > Indonesia Tawarkan Sembilan Area Investasi kepada India > Selasa, 25 Januari 2011 21:54 WIB > > > Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan inspeksi Pasukan Kehormatan pada > upacara penyambutan di Istana Kepresidenan India, di New Delhi, Selasa > (25/1). (ANTARA/REUTERS/B Mathur/pd/11) > > New Delhi (ANTARA News) - Indonesia menawarkan sembilan area investasi kepada > perusahaan India yang dapat membawa keuntungan bagi kedua pihak. > > Tawaran itu disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada forum > bisnis di New Delhi, Selasa, yang dihadiri 500 pengusaha India yang tergabung > dalam Associated Chambers of Commerce and Industry of India (Assocham), > Confederation of Indian Industry (CII), dan Federation of Indian Chambers on > Commerce and Industry (FICCI). > > "Ada banyak area kerja sama, tapi akan saya tekankan khususnya sembilan > sektor," kata Presiden dalam sambutannya yang disampaikan dalam Bahasa > Inggris. > > Presiden menyebutkan dua area pertama adalah infrastruktur dan transportasi > seperti pembangunan pembangkit listrik, pelabuhan, jalan raya, dan bandara. > > Untuk itu, Kepala Negara menjanjikan revitalisasi iklim investasi yang dapat > menarik pihak swasta seperti penyederhanaan birokrasi dan peraturan bagi > swasta yang ingin berinvestasi di bidang infrastruktur. > > Selain itu, kata Presiden, pemerintah Indonesia juga menyiapkan jaminan untuk > skema pendanaan serta peraturan tentang penggunaan tanah untuk pembangunan > proyek infrastruktur. > > Area ketiga, menurut Presiden, adalah teknologi informasi dan komunikasi > karena Indonesia dan India bisa saling bertukar pengalaman dalam > menghubungkan komunikasi di negara luas yang berpenduduk banyak. > > "Kekuatan India dalam bidang ini, saya melihat potensi besar untuk kerja sama > di bidang ini," ujarnya. > > Area keempat adalah industri makanan beserta riset dan teknologi untuk > pengembangan bidang tersebut. Presiden mencontohkan nilai tambah yang bisa > dinikmati oleh Indonesia dan India melalui impor minyak sawit yang saat ini > banyak dilakukan oleh India dari Indonesia. > > Area kelima, lanjut Presiden, adalah bidang energi termasuk pengembangan > energi terbarukan bagi kebutuhan Indonesia dan India. Presiden menjanjikan > insentif dari pemerintah bagi perusahaan yang berminat mengembangkan energi > geothermal dan energi bersih lainnya. > > Area keenam adalah industri pertambangan diikuti oleh sektor manufaktur > sebagai area ketujuh > > Area kedelapan adalah industri kreatif yang menurut Presiden menyediakan > ruang luas bagi kontak antara masyarakat India dan Indonesia guna saling > berbagi kekayaan warisan budaya. > > "Akan ada kolaborasi antara musisi Indonesia dan India, desainer pakaian, > arsitek, dan lain sebagainya," ujarnya. > > Area kesembilan adalah bidang pelatihan, pendidikan, serta inovasi karena > India memiliki kekuatan di bidang riset dan teknologi yang bisa dipelajari > oleh Indonesia. > > Dalam pidatonya, Presiden Yudhoyono menyampaikan harapannya agar hubungan > ekonomi antara Indonesia dan India dapat lebih dipererat. > > Nilai perdagangan antara Indonesia dan India mengalami kenaikan dari 4 miliar > dolar AS pada 2005 menjadi 12 miliar dolar AS pada 2010. Dalam lima tahun ke > depan nilai itu diharapkan naik menjadi dua kali lipat pada angka 25 miliar > dolar AS. > > Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan optimismenya > bahwa target tersebut dapat dicapai. > > "Intinya dalam lima tahun nilai perdagangan kita dengan India naik tiga kali > lipat, jadi lima tahun ke depan diharapkan naik dua kali lipat. Apalagi kalau > investasi itu jalan karena investasi mendorong perdagangan juga," katanya. > > Optimisme Mendag didasari oleh pertumbuhan ekonomi India yang berada pada > kisaran tujuh dan delapan persen sehingga akan menimbulkan permintaan yang > cukup tinggi. > > Menurut Mari, investasi India di Indonesia bisa dilihat dalam skala yang > lebih luas untuk memenuhi pasar Asia Tenggara. > > Selain itu, Mari juga yakin hubungan dagang Indonesia-India dapat lebih > diperluas untuk mencari nilai tambah dari ekspor dan impor barang mentah yang > saat ini dilakukan oleh kedua negara.(*) > > (T.D013/N002) > Berita Terkait > a.. Presiden Akan Menggunakan Jalan Darat ke Atambua > b.. Presiden Akan Bertemu Sarkozy dan Ban Ki-Moon di Davos > c.. Presiden Yudhoyono Bertemu Jusuf Kalla > d.. Presiden Minta Satgas Buat Laporan Kasus Gayus > e.. Jubir Bantah Presiden Menyandang Nama Siregar > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
