Refleksi : Penawaran ini membuktikan ketidakmampuan rezim NKRI untuk mengurus. 
Apakah tidak ada alternatif lain untuk solusi terbaik bagi daerah?

http://www.antaranews.com/berita/243399/indonesia-tawarkan-sembilan-area-investasi-kepada-india

Indonesia Tawarkan Sembilan Area Investasi kepada India 
Selasa, 25 Januari 2011 21:54 WIB

 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan inspeksi Pasukan Kehormatan pada 
upacara penyambutan di Istana Kepresidenan India, di New Delhi, Selasa (25/1). 
(ANTARA/REUTERS/B Mathur/pd/11)

New Delhi (ANTARA News) - Indonesia menawarkan sembilan area investasi kepada 
perusahaan India yang dapat membawa keuntungan bagi kedua pihak.

Tawaran itu disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada forum 
bisnis di New Delhi, Selasa, yang dihadiri 500 pengusaha India yang tergabung 
dalam Associated Chambers of Commerce and Industry of India (Assocham), 
Confederation of Indian Industry (CII), dan Federation of Indian Chambers on 
Commerce and Industry (FICCI).

"Ada banyak area kerja sama, tapi akan saya tekankan khususnya sembilan 
sektor," kata Presiden dalam sambutannya yang disampaikan dalam Bahasa Inggris.

Presiden menyebutkan dua area pertama adalah infrastruktur dan transportasi 
seperti pembangunan pembangkit listrik, pelabuhan, jalan raya, dan bandara. 

Untuk itu, Kepala Negara menjanjikan revitalisasi iklim investasi yang dapat 
menarik pihak swasta seperti penyederhanaan birokrasi dan peraturan bagi swasta 
yang ingin berinvestasi di bidang infrastruktur.

Selain itu, kata Presiden, pemerintah Indonesia juga menyiapkan jaminan untuk 
skema pendanaan serta peraturan tentang penggunaan tanah untuk pembangunan 
proyek infrastruktur.

Area ketiga, menurut Presiden, adalah teknologi informasi dan komunikasi karena 
Indonesia dan India bisa saling bertukar pengalaman dalam menghubungkan 
komunikasi di negara luas yang berpenduduk banyak.

"Kekuatan India dalam bidang ini, saya melihat potensi besar untuk kerja sama 
di bidang ini," ujarnya.

Area keempat adalah industri makanan beserta riset dan teknologi untuk 
pengembangan bidang tersebut. Presiden mencontohkan nilai tambah yang bisa 
dinikmati oleh Indonesia dan India melalui impor minyak sawit yang saat ini 
banyak dilakukan oleh India dari Indonesia.

Area kelima, lanjut Presiden, adalah bidang energi termasuk pengembangan energi 
terbarukan bagi kebutuhan Indonesia dan India. Presiden menjanjikan insentif 
dari pemerintah bagi perusahaan yang berminat mengembangkan energi geothermal 
dan energi bersih lainnya.

Area keenam adalah industri pertambangan diikuti oleh sektor manufaktur sebagai 
area ketujuh

Area kedelapan adalah industri kreatif yang menurut Presiden menyediakan ruang 
luas bagi kontak antara masyarakat India dan Indonesia guna saling berbagi 
kekayaan warisan budaya.

"Akan ada kolaborasi antara musisi Indonesia dan India, desainer pakaian, 
arsitek, dan lain sebagainya," ujarnya.

Area kesembilan adalah bidang pelatihan, pendidikan, serta inovasi karena India 
memiliki kekuatan di bidang riset dan teknologi yang bisa dipelajari oleh 
Indonesia.

Dalam pidatonya, Presiden Yudhoyono menyampaikan harapannya agar hubungan 
ekonomi antara Indonesia dan India dapat lebih dipererat.

Nilai perdagangan antara Indonesia dan India mengalami kenaikan dari 4 miliar 
dolar AS pada 2005 menjadi 12 miliar dolar AS pada 2010. Dalam lima tahun ke 
depan nilai itu diharapkan naik menjadi dua kali lipat pada angka 25 miliar 
dolar AS.

Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan optimismenya 
bahwa target tersebut dapat dicapai.

"Intinya dalam lima tahun nilai perdagangan kita dengan India naik tiga kali 
lipat, jadi lima tahun ke depan diharapkan naik dua kali lipat. Apalagi kalau 
investasi itu jalan karena investasi mendorong perdagangan juga," katanya.

Optimisme Mendag didasari oleh pertumbuhan ekonomi India yang berada pada 
kisaran tujuh dan delapan persen sehingga akan menimbulkan permintaan yang 
cukup tinggi.

Menurut Mari, investasi India di Indonesia bisa dilihat dalam skala yang lebih 
luas untuk memenuhi pasar Asia Tenggara.

Selain itu, Mari juga yakin hubungan dagang Indonesia-India dapat lebih 
diperluas untuk mencari nilai tambah dari ekspor dan impor barang mentah yang 
saat ini dilakukan oleh kedua negara.(*)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke