Refleksi : Jangan kaget BU!  Karena kemajuan ekonomi dan produksi cabe dalam 
negeri tidak mencukupi konsumsi, maka harus diimpor. Bukankah beras juga harus 
impor 1 atau 2 juta ton akhir-akhir ini, sekalipun ada produksi dalam negegari, 
Barangkali Ibu harus kaget ialah mengapa dikasi tanah untuk orang Arab Saudia 
bikin sawah di Indonesia. 

http://us.detikfinance.com/read/2011/01/27/202422/1556196/4/megawati-kok-kita-bisa-mengimpor-cabai-dari-thailand

Kamis, 27/01/2011 20:24 WIB

Megawati: Kok Kita Bisa Mengimpor Cabai dari Thailand?  
Laurencius Simanjuntak - detikFinance 



Jakarta - Mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri ikut prihatin dengan 
kenaikan harga cabai yang terjadi di Indonesia saat ini hingga diduga cabai pun 
terpaksa harus diimpor. Menurutnya pemerintah kurang serius dalam menangani 
permasalahan pangan di dalam negeri.

"Cabe saja yang sebetulnya tidak masuk dalam tujuh bahan pokok, sudah masuk 
cabe impor, saya merasa sangat prihatin sekali. Karena memang kelihatannya 
pemerintah kurang atau tidak menangani permasalahan ini dengan serius dari 
setahun yang lalu. Semua mengatakan karena ini situasi dan kondisi alam," ujar 
Megawati saat jumpa pers di sela-sela perayaan HUT ke-64 di Desa Cihideung 
Udik, Ciampea, Kabupaten Bogor, Kamis (27/1/2011).

Menurutnya pemerintah tak boleh berdiam diri dan harus mencoba mengantisipasi 
hal-hal tersebut sehingga rakyat tidak menderita.

"Yang menjadi pertanyaan saya memang saya dengar cabe itu datang dari Thailand. 
Padahal kalau dilihat Thailand itu negara yang kalau dibandingkan dengan 
Sumatera saja masih lebih kecil tapi kok kita bisa mengimpor dari Thailand? 
Padahal kita memiliki lahan lebih banyak, mungkin karena tidak ada usaha yang 
optimal untuk pengadaan cabe tersebut," tutur Ketua Umum PDI Perjuangan ini.

Dia mengatakan, dulu saat dirinya menjadi presiden, dirinya berupaya untuk 
menghentikan impor barang termasuk pangan. Terutama adalah menghentikan impor 
beras dan gula.

"PDIP berupaya dalam program-programnya yang nantinya akan diturukan ke setiap 
daerah mengingikan kita memakai suatu policy di bidang ekonnomi itu berdikari, 
berdiri di atas kaki sendiri," tukas Megawati.
(dnl/dnl) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke