http://www.antaranews.com/berita/244436/hujan-deras-jodoh-dan-imlek

Hujan Deras, Jodoh dan Imlek 
Rabu, 02 Februari 2011 13:42 WIB

Henny Ratnasari

  Bagi yang cari jodoh inilah saatnya. Bagi yang berkeluarga hati-hati pria 
idaman lain atau wanita idaman lain 
Jakarta (ANTARA News) - Tahu tidak hubungan hujan deras dengan tahun baru Cina 
atau Imlek? Jika tak tahu tanyalah Olivia Kristie atau Christian Haryono atau 
siapa saja yang merayakan Imlek.  

Sedikit jawaban dari mereka akan membuat Anda memahami mengapa hujan selalu 
menyertai perayaan Imlek. Tentu saja korelasi ini bukan jawaban yang bisa masuk 
logika Anda, apalagi ilmiah.

Namun setidaknya Anda dan siapapun yang belum mendapatkan jawaban mengapa 
selalu ada hujan besar di tahun baru Imlek, memperoleh sedikit "pencerahan" 
dari mereka yang meyakini hikmah-hikmah di balik Imlek.

"Hujan itu pertanda rejeki. Jadi kalau pas Imlek hujan deras, itu melambangkan 
tahun depan banyak rejeki. Dan, memang biasanya setiap Imlek hampir selalu 
hujan sih, karena pasti musim hujan," kata Olivia Kristie (27).

Christiani Haryono, warga Semarang yang seumur dengan Olivia menimpali, 
"Semakin deras hujannya, semakin banyak rejeki." 

Banyak yang memiliki pendapat seperti Olivia dan Cristiani, sehingga bolehlah 
kita tarik kesimpulan bahwa hujan besar dan malam tahun baru itu memang selalu 
berkaitan, bagai Anda dengan pasangan Anda. 

Dan tentu saja ada maknanya, yaitu simbol rejeki. Semakin deras hujan turun, 
semakin besar rejeki yang bakal Anda peroleh. 

Tetapi, prinsip ini mungkin tak berlaku untuk orang-orang di daerah langganan 
banjir seperti Kampung Melayu dan Cipulir di Jakarta.  

Sudah pasti hujan deras malah membuat warga di daerah-daerah seperti ini 
was-was, jangan-jangan setelah itu banjir. Oleh karena itu, tak semua yang 
merayakan Imlek setuju dengan pendapat Olivia dan Christiani.

Salah satu yang tidak sependapat dengan kaitan hujan, rejeki dan Imlek itu 
adalah Mayasari Oey.

Perempuan jurnalis yang tinggal di daerah Kota, Jakarta Barat ini mengatakan 
tak ada makna apa-apa di balik derasnya hujan di malam tahun baru Imlek.

"Hujan hanya sebagai proses alam saja. Imlek itu tahun baru sistem kalender 
cina, tidak berbeda dengan tahun baru 1 Januari," kata Mayasari.

Jodoh

Sementara Olivia, Christiani dan banyak orang keturunan Tiongkok merelasikan 
nasib dan peruntungan dengan shio dan jenis tahun, Mayasari juga tak 
mempercayai shio dan makna Tahun Kelinci pada Imlek kali ini.

"Setiap hari adalah hari baru. Harus lebih baik lagi setiap saat," katanya.

Tahun Baru China yang jatuh pada Kamis esok (15/2) adalah tahun kelinci emas. 
Banyak yang bilang, tahun kelinci itu akan lebih tenang dari Tahun Macan alias 
tahun lalu.

Tak seperti Mayasari, Christiani Haryono, mempercayai makna setiap tahun.  Dia 
bahkan memperingatkan mereka yang sudah berkeluarga untuk berhati-hati akan 
adanya orang ketiga. 

Selain itu, Christiani mengabarkan hal bagi mereka yang lagi jomlo dan menunggu 
dipersunting atau mempersunting seseorang. Mengapa? Karena tahu ini, sebut 
Christiani, adalah tahun yang baik untuk mencari jodoh.

"Bagi yang cari jodoh inilah saatnya. Bagi yang berkeluarga hati-hati pria 
idaman lain atau wanita idaman lain," kata karyawati perusahaan leasing mobil 
di Semarang itu.

Dia juga membedah apa arti kelinci dalam bingkai tahun baru cina. "Kelinci juga 
hewan cerdik sehingga selalu ada solusi terbaik dari segala masalah. Tahun 
kelinci lebih tenang dari tahun macan," katanya.
 
Dia sendiri berharap tahun ini dia mendapat banyak rejeki, pekerjaan baru yang 
mapan dan hubungan asmara. 

Mudik

Sepeti juga lebaran dan natalan, imlek adalah juga menjadi momen untuk 
berkumpul dengan keluarga. 

"Yang selau dilakukan saat Imlek adalah berkumpul dengan keluarga. Saya sendiri 
selalu mengusahakan mudik ke Pemalang," kata Alfi Holiang.

Dara berusia 25 tahun itu bekerja di Yogyakarta. Tapi setiap Imlek tiba, dia 
pasti menyempatkan diri mudik ke kampung halamannya di Pemalang, Jawa Tengah.

Tak hanya Alfi, Mayasari dan hampir semua orang yang merayakan Imlek juga mudik 
untuk pulang kampung.

Mayasari mengatakan, imlek ini dia akan mengunjungi keluarga dari pihak ayah 
demi memberikan ucapan salam tahun baru Imlek atau "kiong hie" (dialek hokian 
yang kurang lebih berarti "gong xi" dalam dialek Mandarin). 

Mayasari rupanya juga seorang yang saleh.  Buktinya, dia mengkritik tradisi 
sembahyang kepada leluhur yang dilakukan saat Imlek saja.

"Banyak yang berpikir Imlek itu dari persepsi yang kurang pas, seperti 
sembahyang leluhur hanya menjelang Imlek saja. Harusnya setiap hari 
sembahyang," katanya.

Dia mengungkapkan Imlek adalah budaya dari Tiongkok yang biasanya dipertahankan 
oleh generasi awal keturunan Tiongkok. "Seperti kakek saya yang masih sangat 
menjiwai kampung halamannya di sana," tambah Maya.

Olivia malah hampir tidak mengenal acara khusus selama Imlek, hanya tradisi 
makan malam bersama yang ada.

Olivia mengatakan neneknya sudah menganut Kristen sejak Olivia belum lahir, 
sehingga dia hanya mendengar kisah perayaan imlek keluarganya di masa lalu dari 
orang tuanya.

"Ketika dulu emak (nenek) belum masuk Kristen, setiap Imlek pasti diadakan 
sembahyang untuk para leluhur, lengkap dengan sesajian berbagai masakan 
kegemaran para leluhur," kata perempuan bernama cina, Djwa Lie Fang itu.

Angpau 

Imlek juga identik dengan angpau, yaitu uang yang dimasukan ke amplop merah dan 
dibagi-bagikan sebagai hadiah Imlek. 

Mereka yang menerima angpau adalah anak-anak dan orang yang belum menikah, 
karena dalam tradisi cina mereka yang sudah menikah saja yang boleh memberi 
angpau, sementara yang lajang dilarang memberi angpau. 

Sementara, meski sudah bekerja, orang yang belum menikah tetap berhak 
memperoleh angpau.

"Yang muda dapat angpau dari yang lebih tua dan sudah menikah," kata Maya.  Ah 
dia juga masih lajang lho.

Christiani dan Alfi juga mengaku masih mendapat angpau karena mereka berdua 
memang belum menikah. Tapi Olivia sudah tidak lagi berhak mendapatkan angpau. 
Gara-garanya dia sudah bekerja.

"Dulu waktu masih kecil selalu dapat angpau, tapi begitu sudah besar dan kerja, 
sudah tidak dikasih lagi," kata perempuan pemilik toko mebel di Temanggung itu.

Omong-omong soal berkumpul dengan keluarga, seperti pada tradisi besar lainnya, 
tidak lengkap rasanya bila tidak ada hidangan untuk disantap bersama. 

Nah waktu Imlek, kue keranjang, manisan, jeruk, kue kura, moho, dan sambel 
goreng, hampir selalu ada di setiap meja makan keluarga-keluarga yang merayakan 
Imlek.

"Rebung cah, hoisem (teripang), berbagai jenis daging babi kecap, ada belasan 
sayur biasanya di keluarga saya," kata Mayasari.

Biasanya semua makanan yang disajikan berbahan dasar ikan. 

Nah mengenai mengapa unsur ikan pada hampir setiap makanan yang disajikan saat 
merayakan Imlek, Olivia punya penjelasan menarik.

"Dalam bahasa Mandarin ikan itu disebut 'yu' yang bunyinya hampir sama dengan 
kata Mandarin untuk 'giok' dan 'berlebih. Jadi disajikannya ikan dalam hidangan 
imlek merupakan bentuk pengharapan agar di tahun depan rejeki tidak akan 
kekurangan, bahkan berlebih," demikian Olivia.

Gong Xi Fa Chai (*)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke