Refleksi :Apakah Panglima TNI ini  mau juga koin dikumpulkan untuk beliau? 

Belum ada di dunia ini  presiden suatu negara mengatakan bahwa gajinya tidak 
pernah dinaikan "x" tahun, kalau ada yang mengatakan demikian diartikan tidak 
lain dari permintaan supaya  gajinya dinaikan. 

Presiden NKRI tentu bukan orang bodoh, karena selain berpangkat mantan Jenderal 
TNI berbintang-bintang mengkilat di pundak dan dada, juga doktor ilmu ekonomi 
jadi tentu sekali tahu cara berbicara "diplomatis" dan konsekwensi diterima 
oleh tanggapan umum.  Isyarat bahwa gajinya tidak dinaikan bisa mengandung 
petunjuk  kepada para prajurit bahwa jangan menuntut kenaikan gaji, sebab 
gajinya sendiri juga tidak cukup dan tidak dinaikan selama 7 tuhan.

Pernyataan tentang gajinya presiden  tidak dinaikan tentu saja menakjubkan 
rakyat, karena mereka tidak tahu berapa banyak duit gaji diterima presiden dan 
oleh karena iyu diduga presiden berbakti kepada rakyat tanpa memikir gaji 
berapa, karena kalau menurut sejarah Soekarno dan Hatta waktu memproklamirkan 
RI merdeka 17 augustus 1945, mereka tidak menanyakan kalau nanti diproklamirkan 
berapa besar gaji mereka dan apakah dikasi bonus, komisi, uang lauk pauk, uang 
mengusir nyamuk dan sebagainya.  

Rakyat mengumpulkan koin ke presiden, adalah tanda cinta kasih kepada presiden 
dan keluarganya agar tidak hdup  berkesusahan disebabkan gajinya tidak dinaikan 
selama 7 tahun. Bukankah sangat memalukan negara Pancasila yang berkeadilan 
sosial bila presidennya mempunyai gaji tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari 
dan tidak dinaikan selama 7 tahun. 

Mengingat angka 7 tahun ini mungkin ada  yang mengasosiasikan dengan cerita 
zaman Firaun tentang  7 tahun pacelik di Mesir zaman bahula, akibatnya banyak 
orang berkesusahan mati kelaparan, Mereka yang mengasosisikan dengan cerita tsb 
tentu saja turut ramai-ramai mengumpulkan koin dan uang kertas bernilai ratusan 
ribu.

Panglima harus bangga bahwa rakyat cinta presiden, jadi tentara bisa tidur 
enak, peluk isteri atau bantal guling, bukan seperti sekarang di Mesir tentara 
harus bertugas di panas terik dan suhu dingin di malam hari menjaga presiden 
dan komplotannya tidak dobrak-abrik oleh amuk rakyat yang dibohongi.

http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=16914


Panglima TNI Anggap Koin untuk Presiden Sah-sah Saja
Rabu, 02 Februari 2011 , 14:01:00 WIB

Laporan: Widya Victoria



            
     
RMOL. Pihak Istana tersinggung dengan aksi masyarakat mengumpulkan koin untuk 
Presiden SBY. Aksi itu digelar menyusul pernyataan Presiden SBY tentang gajinya 
yang tidak pernah naik selama tujuh tahun. Walau tak bermaksud mengeluh, namun 
tak urung pernyataan SBY itu memancing berbagai reaksi di tengah masyarakat. 

Menurut Jurubicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha pihak Istana tidak akan 
segan membawa aksi pengumpulan koin untuk Presiden SBY itu ke ranah hukum. Di 
sisi lain, kelompok mahasiswa, seperti Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi 
(LMND), misalnya, mengatakan, keberatan Istana itu memperlihatkan kekalutan 
karena tak bisa menghadapi reaksi masyarakat. 

Adapun Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menganggap bahwa berbagai aksi 
yang digelar kelompok masyarakat untuk memperlihatkan ketidakpuasan terhadap 
jalannya pemerintahan, termasuk mengumpulkan koin untuk Presiden SBY, adalah 
hal yang biasa selagi dilakukan tidak dengan cara-cara anarkis. 

"Itu hak politik warganegara untuk menyampaikan pendapatnya. Itu sah-sah saja 
selama tidak anarkis," ujar Laksamana Agus kepada Rakyat Merdeka Online usai 
mengikuti rapat di Komisi I DPR di Senayan, Rabu siang (2/2). [guh] 



      Baca juga: 
           
            Koin untuk Presiden Dibalas Sahabat Demokrat 
            Panglima TNI: Insya Allah Revolusi Mesir Tidak Merembet ke 
Indonesia 
            Rizal Ramli Dkk Gelar Pertemuan di Jalan Tambak 
            Presiden SBY Ngaku Tidak Berbohong 
            Koin untuk SBY, Sulit Dikatakan Penghinaan Simbol Negara 
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke