Refleksi : Banting ke arah kiri atau kanan? Harga barang naik tak akan  
berpengaruh dan menggangu kehidupan sehari-hari SBY dan keluarganya, karena 
rakyat miskin sedang kumpul koin untuk  SBY yang gajinya tidak dinaikan selama 
7 tahun. Bagi yang belum sumbang segera sumbang, tunjukan patriotisme berdiri 
di belakang presiden NKRI.

http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/harga-barang-naik-sby-harus-segera-banting-setir/3328

Harga Barang Naik, SBY Harus Segera Banting Setir
Rabu, 2 Februari 2011 | 17:38


[JAKARTA] Harga-harga bahan kebutuhan pokok masih terus menanjak naik. Kalau 
ini terus terjadi maka rakyat Indonesia akan marah. "Kalau masyarakat marah, 
maka peristiwa seperti yang terjadi di Mesir dan Tunisia, akan terjadi di 
Indonesia yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus turun dari kursi 
Presiden," kata ekonom senior, Sri Edi Swasono, dalam acara konferensi pers di 
Jakarta, Rabu (2/2). 

Turut hadir dalam acara itu adalah sejumlah pakar ekonomi yakni Rizal Ramly, 
Kwik Kian Gie, Hendri Saparini. Selain itu aktivis pergerakan yakni Hatta 
Taliwang, Adhie Massardi dan mantan Kasad Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto. 

Edi Swasono mengatakan, masyarakat sudah muak dengan orang-orang di sekitar SBY 
yang sering melakukan kebohongan. "Jangan terus melakukan kebohongan," kata dia.

Menurut Edi, harga pangan yang terus melonjak akan membuat masyarakat 
frustrasi. "Kalau rakyat sampai frustrasi maka jangan heran kalau kejadian 1998 
terulang lagi," kata dia. 

Sementara Hendri Saparini mengatakan, kejadian  di Mesir dan Tunisia dipicu 
oleh adanya kesadaran rakyat untuk tidak mau terus dibohongi pemerintah dan 
tidak mau kekayaan alamnya dimanfaatkan untuk kepentingan asing. 

Ekonomi Indonesia selalu tertinggal dibanding dengan negara-negara lain karena 
sumber daya alam Indonesia dikelola untuk kepentingan asing bukan kepentingan 
nasional. "Masyarakat Indonesia sebenarnya sudah resah dengan ini, tapi 
resahnya mereka hanya dalam diam. Kalau keresahan ini berlangsung lama maka 
akhir-akhirnya bahaya," kata dia. 

Hendri sangat menyayangkan sampai saat Indonesia mengimpor cabai, ikan lele, 
ikan teri dan sebagainya yang sebenarnya semuanya ada di Indonesia. 
"Barang-barang yang diimpor kok barang-barang yang sebenarnya dihasilkan petani 
Indonesia. Ini bahaya !" kata dia.      

Sedangkan Rizal Ramly menegaskan, rezim SBY ini merupakan rezim pencitraan. 
Karena rezim yang penuh dengan pecitraan maka pemerintahan SBY ini ibarat rumah 
yang dibuat dari pasir yang cepat roboh. "Kenapa roboh, ya karena perekatnya 
hanya pencitraan," kata dia. [E-8]

Berita Terkait

  a.. Berantas Korupsi, Presiden SBY Harus Tegas
  b.. Mahasiswa Kumpul Koin untuk SBY
  c.. SBY Diprotes Keluarga Korban Pelanggaran HAM Berat
  d.. Tidak Elok SBY Curhat Soal Gaji
  e.. SBY Tidak Minta Naik Gaji


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke