"Kebenaran yang tercerai-berai kalah oleh kebohongan yang terpadu"
- Freddy H. Tulung --- From: > Kebohongan SBY Dibongkar Konconya > > Headlines <http://matanews.com/category/headlines/> | Thu, Feb 3, 2011 at > 05:02 | Jakarta, matanews.com > [image: SBY (ant)] > > SBY (ant) > > Satu demi satu kebohongan pemerintahan SBY akhirnya malah > dibuktikan para konconya, yakni pemerintahan SBY sendiri. Jawaban > demi jawaban yang diberikan, dan data demi data yang dipaparkan > pemerintah justru membuktikan pemerintahan SBY berbohong. > > "Dapat disimpulkan bahwa pendapat tokoh agama yang mengatakan SBY > berbohong, adalah benar dan sudah dibuktikan sendiri oleh > pemerintahan melalui data-data BPS. Dibuktikan juga dengan respons > Menkeu yang akan menaikkan gaji SBY, respons Menneg BUMN yang > terkesan cari muka membandingkan gaji SBY dengan direksi BUMN, > begitu juga Menhan dalam merspons pentingnya gaji SBY naik. Mereka > semua ini melakukan itu agar tidak di-*reshuffle*," cetus Ketua > Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono kepada > *matanews.com* di Jakarta, Rabu 2 Februari 2011. > > Dituturkan Arief, Kepala BPS Rusman Heriawan menyatakan upah buruh > secara nominal mengalami kenaikan, tetapi secara riil mengalami > penurunan. Hal tersebut disebabkan inflasi yang tinggi pada bulan > Januari ini. Ini disebabkan inflasi terus-menerus, maka > perkembangan upah buruh ada kenaikan secara nominal, tapi secara > riil menurun. > > "Hasil paparan Kepala BPS merupakan jawaban bahwa klaim kemajuan > oleh SBY tentang ekonomi dan meningkatnya pendapatan per kapita > mencapai 2.500 dolar AS per tahunnya adalah bohong besar," ujar > Arief. > > Data BPS Agustus 2010 menyebutkan tahun 2010 jumlah orang bekerja > 108,2 juta orang. Status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai > buruh/karyawan 32,5 juta orang (30,05%), diikuti berusaha dibantu > buruh tidak tetap 21,7 juta orang (20,04%), dan berusaha sendiri 21 > juta orang (19,44%), sedangkan yang terkecil adalah berusaha > dibantu buruh tetap 3,3 juta orang (3,01%). > > Sedangkan pada data tersebut dikatakan, jumlah pekerja dengan > pendidikan tinggi di Indonesia masih sangat kecil. Pekerja > berpendidikan diploma hanya sekitar 3 juta orang (2,79%), dan > pekerja dengan pendidikan sarjana hanya 5,2 juta orang (4,85%). > > "Jadi sangat tidak mungkin pendapatan per kapita yang diklaim SBY > adalah 2.500 dolar AS pada 2010," kata SBY. > > Sebab, sambung dia, jika dibandingkan dengan penghasilan buruh di > sektor pertanian yang mayoritas dan hanya mempunyai penghasilan Rp > 38.648, jika dijumlahkan penghasilan meraka setahun hanya berkisar > Rp 11,5 juta, ini membuktikan bahwa kebohongan SBY tentang > keberhasilannya menaikan kesejahteraan dan pendapatan per kapita > dibuktikan oleh pemerintah SBY sendiri bahwa data itu adalah bohong. > > "Kebohongan SBY itu pun makin terbukti sendiri bahwa ternyata upah > buruh tergerus oleh inflasi, dan ini tentu saja berdampak pada > menurunnya daya beli masyarakat, serta akan menciptakan kemiskinan > pada buruh," kata Arief. > > Karena, lanjut dia, dengan naiknya harga-harga, buruh dan > keluarganya yang tadinya makan 3 kali sehari menjadi 2 kali sehari, > serta banyak anak buruh yang putus sekolah. Ditambah dengan > meningkatnya minat TKI yang ingin bekerja di luar negeri karena > pendapatan yang dihasilkan di dalam negeri tidak mencukupi untuk > keperluan ekonomi buruh. > > "Sedangkan SBY mengklaim daya beli masyarakat naik dan kemiskinan > turun. > Tentang gaji presiden pun, bahwa SBY tidak ingin naik gaji, > ternyata juga terbukti bohong. Nyatanya tidak lama setelah SBY > curhat, hanya hitungan hari, Menkeu segera akan menaikkan gaji SBY > dan 8.000 pejabat negara," tutur Arief. > > Menurut dia, tidak pantas juga gaji SBY dan 8.000 pejabat akan > dinaikkan, karena gaji para buruh yang naiknya hanya tidak sampai > 10 persen tergerus inflasi. Sementara gaji SBY dan pejabat negara > walaupun tidak dinaikkan tidak akan tergerus inflasi. > > "Karena sudah banyak fasilitas dan dana hanky panky yang bisa > menghindar dari tergerusnya gaji oleh inflasi," tukas Arief. (sss) ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
