Militer Mesir Berbalik Dukung Rakyat

KAIRO, KOMPAS.com — Pendulum politik di Mesir berubah. Pihak militer yang 
semula pro status quo, kini berbalik menyokong gerakan kaum revolusioner yang 
hendak menggulingkan pemerintahan Hosni Mubarak.

Pihak militer dalam sebuah pernyataannya, Senin (31/1/2011), menyebutkan, 
tuntutan rakyat Mesir "sah". Mereka pun berjanji tidak akan menumpas protes 
massal anti-pemerintah yang dijadwalkan berlangsung Selasa (1/2/2011).

"Bagi bangsa besar Mesir, angkatan bersenjata Anda, yang mengakui hak-hak sah 
rakyat... tidak menggunakan dan tidak akan menggunakan kekerasan terhadap 
rakyat Mesir," kata militer dalam sebuah pernyataan.

Seorang juru bicara mliter yang dikutip televisi pemerintah Mesir dan kantor 
berita resmi MENA menambahkan, kebebasan berpendapat yang damai dijamin bagi 
semuanya.

"Kebebasan berpendapat dengan cara-cara damai merupakan hak setiap orang. 
Angkatan besenjata menyadari dan mengakui tuntutan sah rakyat yang terhormat," 
katanya.

"Keberadaan angkatan bersenjata di jalan untuk kebaikan Anda dan demi 
keselamatan dan keamanan Anda, dan mereka tidak akan menggunakan kekerasan 
terhadap bangsa besar ini," katanya.

Analis politik Diaa Rashwan mengatakan, "Ini berarti militer kini memegang 
kendali." Senin, hari ketujuh protes, demonstran memadati pusat kota Kairo 
untuk menolak pemerintah yang dibentuk Mubarak dalam tantangan terbesar atas 
kekuasaannya selama tiga dasawarsa.

Penyelenggara mengumumkan pemogokan umum tanpa batas waktu dan berjanji 
mengadakan "pawai sejuta orang" di Ibu Kota Mesir itu pada Selasa, dan di kota 
kedua Iskandariyah, setelah sepekan pergolakan yang menewaskan sedikitnya 125 
orang dan melukai ribuan lain.

Minggu, sejumlah helikopter dan jet tempur angkatan udara Mesir terbang rendah 
di Kairo, sementara truk-truk pasukan tambahan terlihat di lapangan pusat, 
tempat pemrotes menuntut diakhirinya kekuasaan Mubarak.

Itu merupakan unjuk kekuatan militer terakhir Minggu dalam upaya yang tampaknya 
untuk mendesak pemrotes kembali ke rumah mereka sebelum berlakunya jam malam.

Tank-tank ditempatkan di lapangan tersebut sejak Jumat ketika pasukan militer 
dikirim ke jalan untuk melakukan pengamanan setelah demonstrasi dan kerusuhan 
anti-pemerintah selama beberapa hari.

Para aktivis muda pro-demokrasi Mesir yang menuntut pelengseran Mubarak 
diilhami oleh pemberontakan yang menggulingkan Presiden Tunisia Zine El Abidine 
Ben Ali pada bulan ini.

Ben Ali meninggalkan negaranya pertengahan Januari setelah berkuasa 23 tahun 
meski ia telah menyatakan tidak akan mengupayakan perpanjangan masa jabatan 
setelah 2014. Ia dikabarkan berada di Arab Saudi.

Ia dan istrinya serta anggota lain keluarganya kini menjadi buronan dan Tunisia 
telah meminta bantuan Interpol untuk menangkap mereka.

http://internasional.kompas.com/read/2011/02/01/04255868/Militer.Mesir.Berbalik.Dukung.Rakyat






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke