Yesus gak dipatuhi bahkan gak diakui oleh bangsanya jalaran Ulangan 18:20
mengatakan bahwa Nabi yg mati terbunuh adalah Nabi palsu.Makane walaupun
mukjizat Yesus seabrek gak bisa membikin Yahudi percoyo.
Untung Islam dikandani Quran bahwa sebenarnya yg disalib adalah bukan Yesus,tapi
orang yg diserupakan Yesus.Loh kalau gitu Allah menipu dan gak adil dong.
Yo enggak Allah amat adil sebab yg diserupakan itu nurut Injil barnabas adalah
Yudas murid kianat.Wong kianat disalib itu wis adil.
La sing kojur itu Grepe,dia malah kudu matur nuwun sama Yudas pengkianat,soale
dialah yg memuluskan jalannya penyaliban.Tanpa dia nunjukin tempat persembunyian
Yesus yg ngumpet Yesus gak bisa ditangkap,jadi penyaliban terancam gagal alias
Grepe gak tertebus.

Shalom,
Tawangalun.

--- In [email protected], wiedya paramita <wiedyaparamita@...>
wrote:
>
> Siapakah diantara Hamas dan Israel yang salah? Pihak-pihak yang pro-Hamas
> terutama dunia Arab dan Islam umumnya menyalahkan Israel dan membela Hamas.
> Dipihak ini mereka melihat serangan Israel sebagai dosa besar dan menganggap
> Hamas tidak bersalah sama sekali, sikap ini tercermin dalam ucapan dutabesar
> Palestina di Indonesia ketika diwawancarai di TV, bahwa “bukankah Hamas
> menyerang israel lebih dahulu dengan ratusan roket?” Jawabnya “Itu bohong,
> serangan itu tidak ada!.” Sikap demikian tentu tidak akan menyelesaikan
masalah
> dalam suatu konflik, sebab keberpihakan hanya kepada salah satu pihak hanya
akan
> makin meningkatkan permusuhan.
> Sebaliknya, pihak-pihak yang pro-Israel, yaitu banyak orang di Barat dan
banyak
> orang Kristen cenderung membela Israel dan menyalahkan Hamas, mereka menutup
> mata terhadap kekejaman Israel terhadap Palestina (kini masih tertinggal 10%
> Arab Palestina beragama kristen), dan menimpakan dosa itu sepenuhnya ke pundak
> Hamas. Sikap demikian juga tidak akan menyelesaikan masalah, sebab
keberpihakan
> kepada salah satu pihak justru akan makin meningkatkan permusuhan dan bukannya
> meredakan.
> Sejarah dunia menunjukkan bahwa jalan damai lebih nyata hasilnya menuju
> perdamaian yang lebih lama daripada jalan perang. Mesir merupakan negara
moderat
> yang bisa berdamai dengan Israel sehingga dengan jalan perundingan, jazirah
> Sinai bisa kembali ke negara Mesir tanpa harus direbut dengan perang. Sikap
> Menlu Mesir dalam menghadapi konflik terakhir di Gaza antara Hamas dan Israel
> juga memberikan komentar yang baik dan bijak yang tidak berpihak, ia
mengatakan:
> “Kita jangan hanya menyalahkan Israel!”
> Bagi umat Kristen yang memiliki hubungan batin dengan Israel karena sebagian
> kitab sucinya sama, memang dapat dimaklumi kalau ada rasa keberpihakan mereka
> kepada Israel, apapun yang dilakukan Israel, namun peristiwa pengeboman di
Gaza
> ini bisa menjadi cermin untuk berfikir sejenak. Benarkah Israel melakukan
> kehendak Allah dalam konfliknya di Gaza? Dan bagaimana sebenarnya sikap
otoritas
> Israel terhadap umat Kristen dan yang percaya Yesus sebagai Messias?
> Umat Yahudi sejak lama sering jatuh dalam dosa penyembahan berhala dan
> ketidak-taatan kepada Allah. Berulang-kali Israel dihukum bahkan dibuang a.l.
ke
> Mesir, berputar-putar selama 40 tahun di padang gurun Sinai, dibuang ke Babel,
> dan kemudian harus mengalami diaspora, bahkan pada perang dunia ke-II
mengalami
> pembantaian etnis (holocaust) di Jerman. Namun, umat Israel tidak kunjung
> bertobat melainkan terus-menerus menduka-citakan Allah.
> Dalam hubungan dengan umat yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Messias,
memang
> umat Kristen terjepit diantara dua pihak yang berperang. Disatu sisi otoritas
> Hamas yang membawa-bawa agama Islam juga sering melakukan tindakan tidak
> bersahabat terhadap umat Kristen, di sisi lain, otoritas Israel yang
> membawa-bawa agama Yahudi juga sering melakukan tindakan tidak bersahabat
> terhadap umat Kristen (kecuali terhadap turis Kristen yang mendatangkan
devisa).
> Dalam kehidupannya selagi di bumi Yesus selalu dimusuhi oleh mayoritas umat
> Israel, padahal Yesus sendiri orang Yahudi, jadi sekalipun berbangsa Yahudi,
> namun karena dalam soal agama tidak sesuai, maka umat Kristen pengikut Yesus
> kemudian juga dimusuhi oleh otoritas Israel. Dekrit Birkat ha-Minim di abad
> pertama melarang orang Yahudi yang percaya Messias Yesus mengikuti ibadat di
> Bait Allah dan sinagoga, itulah sebabnya umat Kristen kemudian melakukan
ibadat
> di rumah-rumah dan menyebar ke seluruh dunia pada masa Para Rasul.
> Kekristenan tidak bersifat ‘etnis sentris’ atau ‘yahudi sentris’ yang
> berorientasi sentripetal (memusat) tetapi keristenan bersifat
‘Kristosentris’
> yang bersifat ‘sentrifugal’ (menyebar ke seluruh bumi). Sehubungan dengan
itu
> umat Kristen perlu merenungkan keperpihakannya kepada Israel selama ini,
> benarkah ia berpihak kepada kebenaran Allah atau berpihak kepada
> keangkara-murkaan negara Israel, keberpihakan yang justru makin mengeraskan
hati
> mereka untuk tetap menolak Messias yang telah datang melawat mereka dua ribu
> tahun yang lalu itu?
> Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa kalau dahulu Israel dalam holocaust
> mengalami ‘ethnic cleansing’ (pembantaian etnis), sebenarnya, sekarang
justru
> Israellah yang melakukan ‘ethnic cleansing’ yaitu usahanya yang tidak
mengenal
> lelah untuk mengusir orang Palestina dari tanah leluhur mereka. Bukan saja
orang
> Arab Palestina yang beragama Islam yang mengalami hal itu, tetapi umat Arab
> Palestina yang beragama Kristen juga mengalami penghambatan dari otoritas
> Israel.
> Berkali-kali kelompok radikal Israel dibiarkan mengganggu orang Kristen Arab
> Palestina, ada yang dikirimi bom, ada yang rumahnya digusur, dan adapula yang
> hak-hak kependudukannya dicabut, dan hal-hal ini umumnya dibiarkan oleh
otoritas
> Israel. Otoritas Israel sendiri sering menolak orang Arab Palestina beragama
> Kristen yang sudah keluar dari tanah Israel dan ingin kembali. Hanan Ashrawi,
> anggota perunding Palestina yang beragama Kristen memiliki putri yang kemudian
> sekolah di Amerika Serikat, dan ketika si putri menikah dan memiliki anak di
> sana, dan ingin membawa anaknya menengok neneknya, ia yang adalah penduduk
> Palestina ditolak kependudukannya dan hanya diberikan visa masuk Israel selama
> sebulan. Ia diusir dari tanah tempatnya dilahirkan! (bacalah
> juga http://groups.yahoo.com/group/PalestinianChristians disamping siaran
resmi
> Israel).
> Bukan saja orang Arab Israel yang kristen yang dihambat, orang-orang Yahudi
> sendiri bila mempercayai Yesus sebagai Messias (Messianic Jews) juga mengalami
> penghambatan, ada yang diusir, ada yang di bom, dan mereka cenderung dihambat
> mengadakan pertemuan resmi, bahkan ada sinagoge Messianic Jews yang dibakar
oleh
> Yahudi radikal. Jadi, secara kelembagaan, Israel sampai sekarang masih menolak
> Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka, dan dalam memperteguh keyakinan
> Yudaisme dan Zionisme mereka, mereka tidak segan menghambat orang yahudi yang
> tidak seiman (yang percaya Messias), lebih lagi orang Kristen Arab Palestina
> non-Yahudi yang jelas percaya kepada Kristus, dan lebih-lebih orang Arab
> Palestina yang beragama Islam. Yang menarik orang Yahudi sendiri yang beragama
> Yahudi (seperti Naturei Karta) yang menolak perang dengan Palestina juga
sering
> dilempari batu oleh kaum radikal Israel. Perang israel â€" Hamas bukanlah
perang
> agama karena sebagian orang israel sekarang tidak beragama Yahudi melainkan
> sudah menjadi sekuler, yang jelas perang di Timur Tengah adalah perang
perebutan
> tanah.
> Sehubungan dengan itu, sikap keperpihakan orang Kristen tertentu kepada negara
> Israel, dan juga bantuan-bantuan dana kepada mereka, sudah terbukti bukannya
> melunakkan hati mereka sehingga mereka mau membuka diri kepada Tuhan Yesus
> sebagai Messias, tetapi kenyataannya makin mengeraskan hati mereka sehingga
> makin mendukacitakan Allah dengan menunjukkan keangkara-murkaan mereka.
> Umat Kristen perlu mendoakan otoritas Hamas agar mereka tidak mengorbankan
lebih
> dalam rakyat Palestina dan mau duduk berdampingan di meja perundingan dengan
> musuh bebuyutannya Israel, dan kitapun harus mendoakan Israel agar mereka
jangan
> mengeraskan hati dan tetap menolak Yesus sebagai Messias dan terus-menerus
> melakukan penghambatan demi tujuan sekuler mereka membangun negara Israel
Raya.
> Kita juga hendaknya mendoakan para korban perang yang tidak bersalah dan
> keluarganya baik korban yang beretnis Palestina maupun Yahudi dan bila mungkin
> meringankan penderitaan mereka yang disebabkan oleh perang perebutan tanah dan
> kekuasaan para pemimpin mereka itu.
> Tuhan Yesus datang bukan untuk menjanjikan tanah dan negara di bumi sebab
langit
> dan bumi akan diubah menjadi baru dan Kerajaan Allah (bukan Kerajaan Israel)
> yang akan ditegakkan dimana kebenaran ditegakkan dimana Yesus dengan para
> malaekatnyalah dan orang-orang suci yang akan memerintah bersamanya dalam
> kebenaran.
> Marilah kita terus-menerus berdoa untuk perdamaian di Palestina dan agar Roh
> Kudus mendatangkan semangat kasih dan hati yang lemah lembut kepada kedua
pihak,
> baik kepada otoritas Hamas maupun otoritas Israel.





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke