> "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote:
> Yesus gak dipatuhi bahkan gak diakui
> oleh bangsanya jalaran Ulangan 18:20
> mengatakan bahwa Nabi yg mati terbunuh
> adalah Nabi palsu. Makane walaupun
> mukjizat Yesus seabrek gak bisa
> membikin Yahudi percoyo.

Perkara agama tidak ada keharusan untuk mematuhinya siapapun baik itu umatnya 
apalagi bukan umatnya.  Memang pada hakekatnya agama itu cuma kepercayaan saja 
dan sama sekali tidak ada kaitan atau hubungan atau kewajiban dalam patuh 
mematuhi.  Mau percaya boleh, dan tidak percaya juga tidak ada hukumannya.

Sama halnya soal kemujizatan, juga adalah kepercayaan yang tidak ada buktinya, 
dan tidak ada keharusan percaya atau keharusan tidak percaya karena namanya 
juga kepercayaan.

Jadi saya ulangi lagi, janganlah debat kusir urusan beginian apalagi setiap 
orang percayanya ber-beda2 tidak seperti yang anda percaya itu.  Misalnya, anda 
bilang Yahudi enggak percaya Yesus, jelas goblok, jelas enggak benar, karena 
Yahudi ada saja yang percaya Yesus, bahkan ada yang percaya Muhammad, dan tidak 
jarang yang percaya kepada Bodhisatva atau betara Kreshna.  Kesemuanya ini 
adalah urusan masing2 dalam memilih kepercayaan sebagai hiburan tentunya bukan 
sebagai kewajiban berjihad menyebarkan agama yang membawa malapetaka seperti 
halnya ajaran Islam ini.

Marilah kita sama2 menghormati kepercayaan masing2 dan mengutuk teror2 yang 
bertujuan mempropagandakan penyebaran agamanya dengan cara2 kekerasan dan 
teror2.

Ny. Muslim binti Muskitawati.























> Untung Islam dikandani Quran bahwa sebenarnya yg disalib adalah bukan 
> Yesus,tapi
> orang yg diserupakan Yesus.Loh kalau gitu Allah menipu dan gak adil dong.
> Yo enggak Allah amat adil sebab yg diserupakan itu nurut Injil barnabas adalah
> Yudas murid kianat.Wong kianat disalib itu wis adil.
> La sing kojur itu Grepe,dia malah kudu matur nuwun sama Yudas pengkianat,soale
> dialah yg memuluskan jalannya penyaliban.Tanpa dia nunjukin tempat 
> persembunyian
> Yesus yg ngumpet Yesus gak bisa ditangkap,jadi penyaliban terancam gagal alias
> Grepe gak tertebus.
> 
> Shalom,
> Tawangalun.
> 
> --- In [email protected], wiedya paramita <wiedyaparamita@>
> wrote:
> >
> > Siapakah diantara Hamas dan Israel yang salah? Pihak-pihak yang pro-Hamas
> > terutama dunia Arab dan Islam umumnya menyalahkan Israel dan membela Hamas.
> > Dipihak ini mereka melihat serangan Israel sebagai dosa besar dan menganggap
> > Hamas tidak bersalah sama sekali, sikap ini tercermin dalam ucapan dutabesar
> > Palestina di Indonesia ketika diwawancarai di TV, bahwa “bukankah Hamas
> > menyerang israel lebih dahulu dengan ratusan roket?” Jawabnya “Itu 
> > bohong,
> > serangan itu tidak ada!.” Sikap demikian tentu tidak akan menyelesaikan
> masalah
> > dalam suatu konflik, sebab keberpihakan hanya kepada salah satu pihak hanya
> akan
> > makin meningkatkan permusuhan.
> > Sebaliknya, pihak-pihak yang pro-Israel, yaitu banyak orang di Barat dan
> banyak
> > orang Kristen cenderung membela Israel dan menyalahkan Hamas, mereka menutup
> > mata terhadap kekejaman Israel terhadap Palestina (kini masih tertinggal 10%
> > Arab Palestina beragama kristen), dan menimpakan dosa itu sepenuhnya ke 
> > pundak
> > Hamas. Sikap demikian juga tidak akan menyelesaikan masalah, sebab
> keberpihakan
> > kepada salah satu pihak justru akan makin meningkatkan permusuhan dan 
> > bukannya
> > meredakan.
> > Sejarah dunia menunjukkan bahwa jalan damai lebih nyata hasilnya menuju
> > perdamaian yang lebih lama daripada jalan perang. Mesir merupakan negara
> moderat
> > yang bisa berdamai dengan Israel sehingga dengan jalan perundingan, jazirah
> > Sinai bisa kembali ke negara Mesir tanpa harus direbut dengan perang. Sikap
> > Menlu Mesir dalam menghadapi konflik terakhir di Gaza antara Hamas dan 
> > Israel
> > juga memberikan komentar yang baik dan bijak yang tidak berpihak, ia
> mengatakan:
> > “Kita jangan hanya menyalahkan Israel!”
> > Bagi umat Kristen yang memiliki hubungan batin dengan Israel karena sebagian
> > kitab sucinya sama, memang dapat dimaklumi kalau ada rasa keberpihakan 
> > mereka
> > kepada Israel, apapun yang dilakukan Israel, namun peristiwa pengeboman di
> Gaza
> > ini bisa menjadi cermin untuk berfikir sejenak. Benarkah Israel melakukan
> > kehendak Allah dalam konfliknya di Gaza? Dan bagaimana sebenarnya sikap
> otoritas
> > Israel terhadap umat Kristen dan yang percaya Yesus sebagai Messias?
> > Umat Yahudi sejak lama sering jatuh dalam dosa penyembahan berhala dan
> > ketidak-taatan kepada Allah. Berulang-kali Israel dihukum bahkan dibuang 
> > a.l.
> ke
> > Mesir, berputar-putar selama 40 tahun di padang gurun Sinai, dibuang ke 
> > Babel,
> > dan kemudian harus mengalami diaspora, bahkan pada perang dunia ke-II
> mengalami
> > pembantaian etnis (holocaust) di Jerman. Namun, umat Israel tidak kunjung
> > bertobat melainkan terus-menerus menduka-citakan Allah.
> > Dalam hubungan dengan umat yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Messias,
> memang
> > umat Kristen terjepit diantara dua pihak yang berperang. Disatu sisi 
> > otoritas
> > Hamas yang membawa-bawa agama Islam juga sering melakukan tindakan tidak
> > bersahabat terhadap umat Kristen, di sisi lain, otoritas Israel yang
> > membawa-bawa agama Yahudi juga sering melakukan tindakan tidak bersahabat
> > terhadap umat Kristen (kecuali terhadap turis Kristen yang mendatangkan
> devisa).
> > Dalam kehidupannya selagi di bumi Yesus selalu dimusuhi oleh mayoritas umat
> > Israel, padahal Yesus sendiri orang Yahudi, jadi sekalipun berbangsa Yahudi,
> > namun karena dalam soal agama tidak sesuai, maka umat Kristen pengikut Yesus
> > kemudian juga dimusuhi oleh otoritas Israel. Dekrit Birkat ha-Minim di abad
> > pertama melarang orang Yahudi yang percaya Messias Yesus mengikuti ibadat di
> > Bait Allah dan sinagoga, itulah sebabnya umat Kristen kemudian melakukan
> ibadat
> > di rumah-rumah dan menyebar ke seluruh dunia pada masa Para Rasul.
> > Kekristenan tidak bersifat ‘etnis sentris’ atau ‘yahudi sentris’ 
> > yang
> > berorientasi sentripetal (memusat) tetapi keristenan bersifat
> ‘Kristosentris’
> > yang bersifat ‘sentrifugal’ (menyebar ke seluruh bumi). Sehubungan 
> > dengan
> itu
> > umat Kristen perlu merenungkan keperpihakannya kepada Israel selama ini,
> > benarkah ia berpihak kepada kebenaran Allah atau berpihak kepada
> > keangkara-murkaan negara Israel, keberpihakan yang justru makin mengeraskan
> hati
> > mereka untuk tetap menolak Messias yang telah datang melawat mereka dua ribu
> > tahun yang lalu itu?
> > Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa kalau dahulu Israel dalam 
> > holocaust
> > mengalami ‘ethnic cleansing’ (pembantaian etnis), sebenarnya, sekarang
> justru
> > Israellah yang melakukan ‘ethnic cleansing’ yaitu usahanya yang tidak
> mengenal
> > lelah untuk mengusir orang Palestina dari tanah leluhur mereka. Bukan saja
> orang
> > Arab Palestina yang beragama Islam yang mengalami hal itu, tetapi umat Arab
> > Palestina yang beragama Kristen juga mengalami penghambatan dari otoritas
> > Israel.
> > Berkali-kali kelompok radikal Israel dibiarkan mengganggu orang Kristen Arab
> > Palestina, ada yang dikirimi bom, ada yang rumahnya digusur, dan adapula 
> > yang
> > hak-hak kependudukannya dicabut, dan hal-hal ini umumnya dibiarkan oleh
> otoritas
> > Israel. Otoritas Israel sendiri sering menolak orang Arab Palestina beragama
> > Kristen yang sudah keluar dari tanah Israel dan ingin kembali. Hanan 
> > Ashrawi,
> > anggota perunding Palestina yang beragama Kristen memiliki putri yang 
> > kemudian
> > sekolah di Amerika Serikat, dan ketika si putri menikah dan memiliki anak di
> > sana, dan ingin membawa anaknya menengok neneknya, ia yang adalah penduduk
> > Palestina ditolak kependudukannya dan hanya diberikan visa masuk Israel 
> > selama
> > sebulan. Ia diusir dari tanah tempatnya dilahirkan! (bacalah
> > juga http://groups.yahoo.com/group/PalestinianChristians disamping siaran
> resmi
> > Israel).
> > Bukan saja orang Arab Israel yang kristen yang dihambat, orang-orang Yahudi
> > sendiri bila mempercayai Yesus sebagai Messias (Messianic Jews) juga 
> > mengalami
> > penghambatan, ada yang diusir, ada yang di bom, dan mereka cenderung 
> > dihambat
> > mengadakan pertemuan resmi, bahkan ada sinagoge Messianic Jews yang dibakar
> oleh
> > Yahudi radikal. Jadi, secara kelembagaan, Israel sampai sekarang masih 
> > menolak
> > Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka, dan dalam memperteguh keyakinan
> > Yudaisme dan Zionisme mereka, mereka tidak segan menghambat orang yahudi 
> > yang
> > tidak seiman (yang percaya Messias), lebih lagi orang Kristen Arab Palestina
> > non-Yahudi yang jelas percaya kepada Kristus, dan lebih-lebih orang Arab
> > Palestina yang beragama Islam. Yang menarik orang Yahudi sendiri yang 
> > beragama
> > Yahudi (seperti Naturei Karta) yang menolak perang dengan Palestina juga
> sering
> > dilempari batu oleh kaum radikal Israel. Perang israel â€" Hamas bukanlah
> perang
> > agama karena sebagian orang israel sekarang tidak beragama Yahudi melainkan
> > sudah menjadi sekuler, yang jelas perang di Timur Tengah adalah perang
> perebutan
> > tanah.
> > Sehubungan dengan itu, sikap keperpihakan orang Kristen tertentu kepada 
> > negara
> > Israel, dan juga bantuan-bantuan dana kepada mereka, sudah terbukti bukannya
> > melunakkan hati mereka sehingga mereka mau membuka diri kepada Tuhan Yesus
> > sebagai Messias, tetapi kenyataannya makin mengeraskan hati mereka sehingga
> > makin mendukacitakan Allah dengan menunjukkan keangkara-murkaan mereka.
> > Umat Kristen perlu mendoakan otoritas Hamas agar mereka tidak mengorbankan
> lebih
> > dalam rakyat Palestina dan mau duduk berdampingan di meja perundingan dengan
> > musuh bebuyutannya Israel, dan kitapun harus mendoakan Israel agar mereka
> jangan
> > mengeraskan hati dan tetap menolak Yesus sebagai Messias dan terus-menerus
> > melakukan penghambatan demi tujuan sekuler mereka membangun negara Israel
> Raya.
> > Kita juga hendaknya mendoakan para korban perang yang tidak bersalah dan
> > keluarganya baik korban yang beretnis Palestina maupun Yahudi dan bila 
> > mungkin
> > meringankan penderitaan mereka yang disebabkan oleh perang perebutan tanah 
> > dan
> > kekuasaan para pemimpin mereka itu.
> > Tuhan Yesus datang bukan untuk menjanjikan tanah dan negara di bumi sebab
> langit
> > dan bumi akan diubah menjadi baru dan Kerajaan Allah (bukan Kerajaan Israel)
> > yang akan ditegakkan dimana kebenaran ditegakkan dimana Yesus dengan para
> > malaekatnyalah dan orang-orang suci yang akan memerintah bersamanya dalam
> > kebenaran.
> > Marilah kita terus-menerus berdoa untuk perdamaian di Palestina dan agar Roh
> > Kudus mendatangkan semangat kasih dan hati yang lemah lembut kepada kedua
> pihak,
> > baik kepada otoritas Hamas maupun otoritas Israel.
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke