Rfeleksi : Apakah negara gagal ini tidak dipikirkan oleh kaum elit dan para 
penguasa tinggi yang bertahta di pusat kekuasaan di Jakarta? Bagaimana jalan 
pikiran mereka untuk bisa selamat bila negara benar-benar gagal bagaikan 
bahtera yang tenggelam ke dasar laut? Apakah mereka turut tenggelam dengan 
kemiskinan ataukah mereka mempersiapkan diri untuk selamat, misalnya dengan 
mengumpulkan harta kekayaan sebanyak mungkin untuk kemudian bisa hidup sentosa? 

Lantas bagaimana rakyat periferi yang dibodohi dan dibohongi harus berbuat? 
Turut juga dengan bahtera ke dasar laut ataukah menyelamatkan diri dengan apa 
yang ada?


http://www.sinarharapan.co.id/berita/content/read/negara-di-ambang-kegagalan/

Sabtu 05. of Pebruari 2011 15:02 
Tokoh Agama dan Forum Rektor 

Negara di Ambang Kegagalan


     
Jakarta - Tokoh lintas agama dan kalangan akademikus sepakat bahwa krisis 
multidimensi masih membelenggu Indonesia. Mereka mengingatkan, jika pemerintah 
terus abai, merasa negeri ini tidak sedang dilanda krisis, dan tidak segera 
melakukan langkah perubahan yang nyata maka negara akan menuju kegagalan.


Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara tokoh lintas agama dan Forum Rektor 
Indonesia di Universitas Negeri Jakarta, Jumat (4/2). Sejumlah rektor, mantan 
rektor, guru besar, tokoh lintas agama, dan aktivis muda hadir dalam pertemuan 
tersebut.


Dalam pernyataan bersama yang disampaikan terungkap, keresahan yang dirasakan 
oleh Forum Rektor sama seperti yang disampaikan para tokoh lintas agama ketika 
menyampaikan Gerakan Melawan Ke­bo­hongan beberapa waktu lalu.
Ketua Forum Rektor, Badia Perizade, mengatakan para rektor di seluruh Indonesia 
telah menyampaikan per­nyataan sikap mereka atas kondisi Indonesia dalam 
Konvensi Kampus VII pada 15 Januari 2011 di Palembang. Sekitar 400 perwakilan 
kampus di seluruh Indonesia hadir dalam pertemuan tersebut.


Badia mengatakan, ada tujuh butir pernyataan yang disampaikan, di antaranya 
ge­rakan reformasi belum membuahkan perubahan kelembagaan yang efektif dan 
kesejahteraan rakyat belum merata dan bermakna. Kebiasaan dan perilaku pemimpin 
masih tetap seperti yang dulu.


Mantan Rektor Universitas Gajah Mada, Sofian Effendi, mengatakan kesenjangan 
kemiskinan di Indonesia parah. Namun, ironi, di sisi lain para elite politik 
terpecah belah. Berdasarkan laporan hasil survei indeks dari lembaga The 
Foreign Service Institute di Washington, lanjutnya, Indo­nesia berada pada 
urutan 61 dari 177 negara gagal. "Negara kita sudah semakin dekat de­ngan 
negara gagal," katanya. 

Persoalan Pemimpin
Dewan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Mas­dar F Mas'udi, sepakat jika 
dikatakan Indonesia di am­bang kegagalan. Persoalan utama, kata Masdar, ada 
pada kepemimpinan, bukan pada rakyat dan nilai-nilai luhur.


Masdar berpendapat, pe­mimpin semestinya setia pada sumpah dan janjinya, yakni 
menegakkan keadilan dan kemakmuran. "Kekuasaan se­penuhnya sudah diberikan, 
biaya sudah dibayar, tetapi kewajiban belum diberikan, akan terjadi malapetaka 
yang luar biasa," katanya.


Di sisi lain, Romo Franz Magnis Suseno dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, 
mengatakan pemerintah selama ini memberi kesan kepada rakyat tidak ada krisis 
di Indonesia. Namun, pada ke­nyataannya, telah terjadi dis­krepansi antara 
harapan de­ngan kenyataan.


Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, berpendapat para tokoh 
lintas agama dan rektor memiliki kesamaan pandangan soal keadaan di negeri ini. 
Para tokoh lintas agama, kata Din, prihatin atas sikap pemerintah yang 
cenderung berapologi, defensif, dan mengalihkan persoalan substansif ke 
nonsubstansif, serta lari dari masalah.


Koordinator tokoh lintas agama, Buya Syafii Maarif, mengatakan apa yang 
disampaikan kepada pemerintah merupakan niat baik, tanpa ada niat politis. 
Gerakan moral yang dijalankan para tokoh lintas agama hanya ingin mengingatkan 
pemerintah tentang situasi dan kondisi bangsa. "Janganlah selalu mem­bela diri, 
defensif. De­ngarlah tokoh agama, sehingga (kami) tidak perlu turun gunung," 
katanya.(cr-13)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke