Refleksi : Referendum untuk mentukan nasib sendiri adalah yang dikehendaki dan 
oleh karena itu rakyat Papua sering melakukan demonstrasi, jadi bukan seperti 
apa yang dilakukan di Aceh. 

http://www.sinarharapan.co.id/berita/content/read/komnas-ham-minta-presiden-mulai-dialog-papua/

Sabtu 05. of Pebruari 2011 15:06 
Komnas HAM Minta Presiden Mulai Dialog Papua


     
Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera memulai dialog dengan masyarakat Papua. 
Terkait hal itu, presiden di­kabarkan telah menunjuk dua utusan khusus.


Beberapa pekan terakhir, tuntutan masyarakat Papua terhadap pemerintah pusat 
kian meningkat, seperti permintaan referendum. Pada Januari 2011, sudah 
berlangsung tiga kali aksi yang dimotori tokoh-tokoh adat melalui Majelis 
Rakyat Papua yang meminta referendum. "Presiden harus mengambil langkah 
konkret, seperti me­nuntun masyarakat sipil untuk berdialog, kuncinya ada pada 
presiden," kata Ridha Saleh, Komisioner Komnas HAM, Jumat (4/2).


Ridha mengatakan, dialog antara pemerintah dengan masyarakat Papua harus 
se­gera dilakukan dalam wak­tu dekat, karena momennya sa­ngat tepat. Menurut 
Ridha, presiden harus sensitif terhadap masalah tersebut. Satu hal yang tidak 
diingin­kan adalah ketika masalah Papua terus mengemuka ke dunia internasional.


Kasus Papua yang tidak ter­tangani dengan baik, ka­tanya, sangat merugikan 
Indo­nesia dalam pergaulan internasional. "Bagaimana Indonesia bisa 
berdiplomasi kalau fakta di lapangan tidak sesuai de­ngan apa yang disampaikan. 
Di Puncak Jaya terus-menerus ada ke­kerasan, kelaparan ada terus terjadi di 
Yahukimo. Indo­nesia akan sulit," katanya.

Utusan Khusus
Ketika ditanya wartawan, Ridha mengaku juga sudah mendengar bahwa presiden 
sudah menunjuk dua utusan khusus pemerintah pusat, Letnan Jenderal 
Purna­wirawan Bambang Darmono dan Farid Husein, untuk me­mulai dialog dengan 
rakyat Papua.Namun, kata Ridha, sejak ditunjuk presiden pada 1 Desember 2010 
kedua utusan itu belum menunjukkan hasil kerja yang signifikan. "Tugas dua 
orang utusan khusus ini harus diperjelas," katanya.


Sekadar diketahui, kedua utusan khusus yang ditunjuk presiden telah memiliki 
pe­ngalaman sebelumnya dalam sejumlah konflik di Indo­nesia, seperti Poso dan 
Aceh. Bam­bang merupakan mantan Pang­lima Komando Ope­rasi Pe­mulihan Ke­amanan 
di Nanggroe Aceh Darusallam dan delegasi Indonesia di Aceh Monitoring Mission 
(AMM).


Ridha mengatakan, utusan khusus pemerintah pusat harus bisa mendorong 
konsolidasi di Papua. Kini, setelah ada utusan khusus itu, berbagai elemen di 
Papua akan dapat mengon­solida­sikan diri dan mengi­rimkan wakilnya untuk 
berdialog dengan pemerintah pusat


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke