Oleh Stefanus Osa

KOMPAS.com — Akuisisi menjadi "grand strategy". Hanya urusan mengakuisisi itu 
relatif gampang ditangani. Tantangan terbesar adalah mempertahankan sumber daya 
manusia agar tetap sebagai investasi, bukan beban biaya bagi perusahaan. Kalau 
dipandang sebagai beban, perusahaan pasti akan mencari celah untuk selalu 
memotong gajinya. 

Pemikiran itulah yang kerap menggelayuti Mohammad Arsjad Rasjid Prabu 
Mangkuningrat (40), Co-Chief Executive Officer (Co-CEO) PT Indika Energy Tbk, 
yang dalam lima tahun (akhir tahun 2005-2010) mampu mengembangkan nilai aset 
industri energi batu bara berlipat ganda, dari 150 juta dollar AS menjadi 
senilai 2,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 22,5 triliun).

Pria kelahiran Jakarta, 16 Maret 1970, ini mencetuskan ide "gila" untuk membawa 
Indika Energy bukan semata-mata menjadi industri pertambangan batu bara, 
melainkan juga industri yang memiliki kekuatan nilai tambah dari hulu ke hilir.

Berikut petikan wawancara Kompas dengan Arsjad di Jakarta, Kamis (20/1/2011).

Bagaimana SDM dijadikan kekuatan membangun industri Indika?

Ini tantangan terbesar saya. Setelah mengakuisisi sejumlah perusahaan untuk 
mendukung kegiatan industri pertambangan kami, tantangan yang harus saya lalui 
adalah mengupayakan mempertahankan SDM dan menyatukan kelompok tua dan muda 
untuk mau berkomitmen membangun industri ini.

Pembinaan leadership yang merupakan kunci. Yang muda haruslah diberi 
kepercayaan untuk memimpin. Itulah yang saya lakukan dengan membuat kegiatan 
semacam outbound di mana kelompok muda ditempatkan sebagai pemimpin. Yang tua, 
ya harus menjadi anggotanya.

Karena itu, saya melakukan ide "gila" di tingkat manajemen dengan melakukan 
transformasi manajemen. Bukan berarti kami perusahaan jelek, kalah, dan tidak 
performing, melainkan diartikan secara continuous improvement. Artinya, kami 
mencanangkan komitmen untuk tidak terlena, puas diri, tetapi sama-sama fokus 
membangun industri ini.

Apa arti penghargaan The Best Indonesian Executive 2010 dari Asiamoney dan 
beberapa penghargaan lainnya? (Indika Energy juga meraih The Best Medium-Cap 
Corporate of the Year 2010 dari Asiamoney dan Asia Best Managed Companies 2011 
dari Euromoney)?

Ini adalah simbol yang bukan disediakan hanya untuk saya sebagai pribadi, 
melainkan juga penghargaan besar bagi keseluruhan manajemen. Yang menarik, 
penentuan sebagai CEO terbaik itu ditentukan lewat voting yang respondennya 
adalah analis, bankers, investor, dan sebagainya.

Penghargaan ini merupakan simbol kepercayaan terhadap manajemen Indika Energy. 
Memang saya dipilih sebagai CEO terbaik, tetapi secara internal, saya 
mengatakan inilah penghargaan bagi manajemen sebagai team work yang membawa 
perubahan besar.

Strategi apa yang Anda lakukan?

Dahulu banyak orang mempertanyakan, bahkan meragukan, tiga pilar strategi 
perusahaan ini. Ketiga pilar itu adalah sumber daya alam, services, dan 
infrastruktur.

Saya hanya ingin membawa perusahaan memiliki strategi yang koheren dan bersih 
untuk Indonesia ataupun Asia. Syukur-syukur, strategi yang saya kembangkan 
menjadi pionir bagi industri lainnya.

Apa fokus implementasi strateginya sampai nilai perusahaan ini melonjak drastis?

Semua peningkatan nilai aset itu berawal diciptakan lewat akuisisi. Kami 
percaya dengan integrasi nilai. Inti industri ini adalah pertambangan. Tidak 
bisa semua dimulai dari nol, dengan mendirikan anak-anak perusahaan.

Karena itu, akuisisi merupakan pilihan supaya segala yang tadinya dipandang 
sebagai biaya bisa sekaligus memiliki pendapatan.

Kami memiliki fokus pada sumber daya alam sebagai induk pendorong perusahaan, 
yang kemudian ditopang oleh jasa pelayanan (services) dan infrastruktur.

Bagaimana awalnya untuk menuju kekuatan yang terintegrasi?

Awalnya adalah memperkuat fondasinya. Ada dua fondasi kami, yaitu SDM (human 
capital) dan sumber pendanaan (financial capital). Kekuatan pendanaan dilakukan 
melalui melepas bond, kemudian penawaran saham perdana (initial public 
offering/IPO) supaya permodalan kuat.

Adapun untuk manajemen, kami bisa ambil dari SDM dengan mengakuisisi perusahaan 
jasa yang punya dasar keahlian dalam bidang pertambangan, seperti Tripatra yang 
memiliki keahlian engineering dan manajemen proyek pertambangan. Kemudian 
mengakuisisi Petrosea yang memiliki keahlian dalam bidang pertambangan. Dengan 
demikian, kemampuan dasar services sudah dimiliki. Kekuatan infrastruktur 
diperoleh dengan mengakuisisi perusahaan logistik Mitrabahtera Segara Sejati.

Bagaimana implementasi pasca-akuisisi?

Gampangannya, industri menambang batu bara, memasukkan ke kapal, dan dikirim 
baik untuk kebutuhan dalam negeri ataupun ekspor. Seluruh kekuatan itu 
dijadikan modal untuk menekan biaya.

Tidak bisa kami hanya bergantung pada fluktuasi harga komoditas batu bara. Bisa 
gila kami melihat fluktuasi harga. Istilahnya, apabila harga komoditas ini 
jatuh, industri yang memiliki cost produksi tinggilah yang akan terlebih dahulu 
jatuh.

Maka, biaya paling murahlah yang perlu diterobos supaya industri ini tetap 
kompetitif. Kami berupaya mengontrol biaya produksi karena memiliki kekuatan 
pilar-pilar tersebut.

Siapa saja kompetitor Anda?

Dalam income produksi, kami baru menempati posisi ketiga setelah Bumi Resources 
dan Adaro. Kekuatan ide gila ini belakangan membuat kami berani memperluas 
integrasi dengan bermain di industri pembangkit listrik yang menggunakan batu 
bara berkadar 4.500 kalori.

Terjun ke industri pembangkit listrik ini semata-mata untuk memperbesar revenue?

Tidak. Kami melihat peluang, ada pasar baru dan produk baru, dengan kekuatan 
sumber daya alam yang dimiliki. Tadinya, batu bara kadar 4.500 kalori tidak 
laku. Kini dengan rekayasa energi yang supercanggih, batu bara ini dapat 
dimanfaatkan.

Namun, lebih jauh lagi, kami memanfaatkan batu bara berkadar 4.500 kalori ini 
untuk bisa digunakan di dalam negeri untuk turut berkontribusi mencukupi 
kebutuhan listrik nasional. Ini proses panjang untuk membangun nasionalisme 
baru.

Pada akhirnya, kami juga tidak boleh hanya berjaya di kandang sendiri. Proyek 
pemanfaatan batu bara di tingkat internasional haruslah direbut. Tentu, harus 
memperkuat dahulu fondasi industri kami!



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke