Penjagalan Ahmadiah Adalah Persaingan Antar Aliran Islam !!!
                              
Setiap Agama dan aliran2nya bisa hidup dari sumbangan donasi para pengikut atau 
umatnya.  Makin banyak umat, makin besar penghasilan ulama2nya.  Makin banyak 
umat, makin besar pengaruh kekuasaan politiknya dalam suatu wilayah atau negara.

Jadi persaingan seperti ini bukanlah hal yang baru, kekuatan masing2 agama atau 
aliran tergantung dari jumlah masa umatnya.  Kekuatan itu akan merupakan asset 
modal, merupakan kekuatan politik, merupakan kekuatan ekonomi, bahkan juga 
merupakan kekuatan pasukan.

Dizaman dahulu, persaingan ini berbentuk perang antar agama, memusnahkan agama 
yang satu untuk berkuasanya agama yang menang.  Oleh karena itu, semua agama 
ingin menang yang tentunya harus mengalahkan dan memusnahkan agama yang lainnya 
yang menjadi saingannya.

Demikianlah cara2 memperbanyak umat bisa dengan cara2 berkhotbah atau 
berdakwah, bisa dengan teror membuat masyarakat jadi takut dan mencari 
perlindungan kepada agama si peneror itu, dan bisa juga dengan jalan berperang.

Namun dalam kehidupan dizaman sekarang dimana dalam sebuah wilayah negara yang 
sama kebangsaannya, ternyata rakyatnya menganut agama yang ber-beda2 sehingga 
kalo kehidupan sebuah negara didasari oleh kepercayaan agamanya, maka tidak 
akan pernah negara itu terbentuk atau berdiri karena mereka saling membunuh 
sepanjang masa selama tidak ada pemenang tunggal yang berhasil keluar sebagai 
menang.  Kalopun si pemenang berhasil memenangkan persaingan maut ini, pasti si 
pemenang ini mengangkat dirinya jadi raja dan memaksa rakyatnya menganut agama 
yang sama dengan dirinya.  Ini berlaku diseluruh dunia dan berlaku pada semua 
agama.  Jadi kalo ada Laksamana Ceng Ho yang beragama Islam sedangkan rajanya 
adalah beragama Kong Hu Cu penyembah patung2 yang dimusuhi dan diharamkan dalam 
Islam, maka berita itu bohong, itu berita untuk konsumsi politik bukan sejarah 
yang sebenarnya.  Dimanapun didunia dalam sejarah enggak ada Rajanya beragama 
Kristen dan Jendralnya beragama Islam, atau Rajanya beragama Islam dan Patihnya 
beragama Kong Hu Cu.

Hal inilah yang tidak boleh terjadi lagi didunia, dan Amerika sebagai kekuatan 
yang mempelopori berdirinya negara2 Demokratis yang berlandaskan HAM dimana 
semua umat beragama dilindungi, tidak ada agama yang lebih benar dan kurang 
benar.  Semua sama haknya, dan tidak boleh ada diskriminasi karena agamanya.  
Untuk hal inilah maka disemua negara maju dilarang untuk menuliskan atau 
memamerkan agama masing2 kepada umum karena hal itu bisa mengundang bahaya bagi 
diri sendiri karena bisa dibunuh oleh musuh2 agamanya.

Demikianlah agama2 yang eksklusif seperti halnya agama Islam, selalu mengundang 
kerusuhan, selalu menimbulkan kontroversi dan pertentangan yang selalu mengarah 
kepada teror, pembunuhan, dan penjarahan.  Larangan untuk eksklusifitas dalam 
kehidupan beragama selalu diabaikan oleh para muslimin sehingga banyak umat dan 
ulamanya ditangkap, diadili, didenda, bahkan kalo terlibat teror akan ditembak 
mati ditempat.  Sekarang diseluruh dunia ada pengawasan ketat kepada semua 
komuniti Islam dalam kerangka "war on teror".  Tentu dalam jangka panjang, 
Islam sebagai agama akan tidak mampu lagi berkelakuan eksklusif yang hanya 
merugikan umatnya saja, karena susah mendapat kerjaan, susah mendapatkan 
pendidikan, bahkan susah untuk mempertahankan kehidupan normalnya seperti yang 
dialami Hamas yang mengalami blokade total yang akhirnya mati bukan karena 
diperangi tetapi karena saling memerangi.

Jadi demi menegakkan dan melindungi hak2 azasi manusia, terpaksa eksklusivitas 
agama apapun harus dimusnahkan dan dilarang.

Ny. Muslim binti Muskitawati.











------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke