Pertama: Manusia amat cinta kepada bapak dan ibunya.  
Dia bangga sehingga meletakkan nama belakang bapaknya, 'bin', di ujung namanya. 
 Dia sangat bangga kepada ayah-ibunya, mereka adalah pujaannya ketika masih 
kecil.  Ketika sudah dewasa, ayah dan ibu adalah tumpahan dan tempat dia 
mengadukan kesulitan dirinya.  Dan ketika dia sudah tua, sedangkan ayah ibunya 
sudah meninggal, maka dia akan menceritakan dengan bangga kepada anak dan 
cucunya tentang ayah dan ibunya yang sudah berpulang tersebut.

Kedua: Cinta kepada Anak.
Anak adalah buah hati, penyambung keturunan.  Jika sudah tua dan anak sudah 
besar dan sudah punya cucu pula, maka tidak lah merasa canggung dia akan 
meninggal.  Walaupun kaya raya, banyak harta, tetapi sepi rasanya kalau tidak 
punya anak.  Anak adalah jantung hati orang tua.  Kadang2 ayah yang sudah tua, 
bangga dengan kelemahan dirinya dan bangga dengan kekuatan anaknya.  Anak 
adalah buah mimpi, anak adalah masa depan yang dibanggakan.  Tanpa mengenal 
lelah, dari pagi hingga malam hari, dengan segala jerih payah untuk mencari 
uang buat anak.  

Ketiga: Cinta kepada Saudara.
Kakak mencintai adik dan adik mencintai kakak.  Walaupun si Abang mengganggu 
adiknya sampai menangis ketika kecil dulu, tapi segera si Abang akan membujuk 
adiknya.  Jika sudah dewasa, dengan keberuntungan masing2, mereka saling rindu 
dan mengunjungi satu sama lain.  Apalagi, jika orang tua sudah meninggal, maka 
sulung menggantikan orang tua dan adik memandang sulung sebagai pengganti orang 
tua.

Keempat: Cinta Suami dan Istri.
Setelah dewasa dia akan mencari jodoh sebagai teman hidup.  Pada saat baru 
menikah pasangan tersebut menumpahkan kasih sayang, saling mencinta dan teman 
hidup dalam mengasuh anak bersama.  Pada saat menjadi tua, saling mencinta 
bertukar menjadi teman hidup yang setia.  pada waktu muda, suami sebagai 
pembela dan tulang punggung dan ketika tua istri menjadi tempat suami menumpang 
dan mengadukan suka dukanya.

Kelima: Cinta Keluarga.
Cinta kepada keluarga sepupu, kemenakan, yang dekat atau jauh dari pihak ayah 
ataupun ibu.  Adanya keluarga membuat orang tidak merasa kesepian dan canggung 
di dunia ini.  Sering kita mendengar bahwa 'silaturohim' adalah bagian yang 
tidak pernah dilupakan oleh keluarga.  Lebaran kita saling mengunjungi antara 
keluarga, dan sekarang ini, arisan keluarga besar sudah menjadi trend supaya 
tidak terputus tali kekeluargaan. 

Keenam:  Niaga.
Hal yang paling ditakuti dalam berniaga adala sepinya pasar.  Barang terbeli, 
harga jatuh.  Berniaga adalah hal yang dilakukan Nabi mencari nafkah.  Banyak 
anjuran dan hadis Nabi yang berkaitan dengan keadaan berniaga, sebab itu dalam 
keuntungan sewajarnya dalam berniaga manusia mengambil bekal untuk hidup.  
Berniaga, disamping mengambil bekal untuk hidup juga mendapat pahala karena 
memberi kehidupan kepada orang lain, istri dan anaknya.

Ketujuh: Tempat kediaman.
Rumah tempat kediaman adalah tempat yang paling nyaman dan tentram untuk 
mengistirahatkan badan.  Pulang ke rumah, menukar pakaian kotor, mandi, 
istirahat sambil bercengkerama dengan anak2 dan istri, membuat badan segar dan 
sekaligus membikin semangat baru.  Rumah kediaman adalah tempat yang sangat 
mengikat diri.  "Home sweet home".

Kedelapan: Harta benda.
Harta benda berupa sawah ladang, perhiasan, harta pusaka,  baik itu peninggalan 
orang tua atau hasil jerih payah sendiri.  Semua orang ingin memiliki harta 
walaupun tidak semuanya mendapatkan sama dan rata.  Harta adalah kebanggaan dan 
jaminan harga diri pada saat hidup di dunia ini.

Kedelapan nikmat Tuhan inilah yang disebutkan sebagai "Hati terpaut, Cinta 
tertumpah", dan kita tidak boleh lupa bahwa semuanya itu berpokok pangkal dari 
segala Cinta, yaitu Allah.  Semuanya itu tidak kekal, bisa hilang dari kita 
atau bisa juga kita hilang lebih dulu dari semuanya itu.

Janganlah kita mencintai segala sesuatu yang akan kita tinggalkan atau yang 
meninggalkan kita, tapi cintailah yang selalu dekat dengan kita dan kepadaNya 
kita akan kembali, yaitu Allah.  Cinta Allah kepada manusia sudah dibuktikan 
dengan mengirimkan Rasul2nya untuk membimbing manusia meninggalkan jalan gelap 
menuju jalan terang.    

(Inspired by At Taubah 24)


ps.
tulisan ini untuk mengajak jusfiq berpikir (kata johnny indon, tidak terbukti 
jusfiq punya otak) bahwa hidup tanpa cinta hanya akan membuat hidup sengsara.  
hidup sendirian, kesepian, tanpa anak, tanpa keluarga yang mencintai anda, 
tanpa ada seorangpun yang mencintai dan dicintai memang sangat berat.  

mendingan anda bunuh diri aja fiq, kalo hidup tanpa cinta seperti itu.


=========



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke