Bagaimana ortunya Pak @Yusfik?
Murtadin lalu ngencingi Al Qur'an?
--- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@...> wrote:
>
>
> Orang tua rezameutia yang dungu kayak anjing, seperti juga orang tua
peserta
> mailing list ini yang beragama Islam kayak Dipo, johny-indon,
ndeboost, PAREWA
> AREWA, Roman Proteus, Tawang dll. tidak sanggup memberikan pendidikan
yang
> memadai kepada anaknya yang tentu saja jadi dungu kayak anjing seperti
orang
> tuanya dan berpengetahuan dangkal kayak comberan dimusim kemarau di
Jakarta.
>
> Bayangin, begitu cetek pengetahuan rezameutia itu hingga Afrika
Selatan
> dikatakannya negeri bule, bahasa Inggerisnya juga acak-acakan hingga
dia tidak
> tahu apa arti kata legendary.
>
> Kesanggupannnya juga terutama terbatas ngomong tentang sepak bola dan
musik dan,
> menurut Suryana tukang jilat pantat orang Islam, ngedongeng..
>
> Disamping itu orang tua rezameutia yang memang dungu kayak anjing itu
juga
> membiarkan anaknya yang memang suka mikir pake kontol itu menjadikan
buku taik
> anjing al-Mushaf susunan orang Arab primitif sebagai kitab suci.
>
> rezameutia juga tidak dilatih oleh orang tuanya yang memang
dungu-dungu kayak
> anjing itu memakai otaknya buat berfikir, dia tidak dilatih untuk
berfikir
> kritis.
>
> Dia tidak dilatih untuk mempertanyakan apa yang dikatakan orang
sekelilingnya.
>
> Dia dilatih buat biasa bersikap seperti anjing budug lapar dihadapan
taik angat:
> diajar untuk melahap apa yang dikatakan orang sekelilingnya dan kayak
bebek, dia
> suka ikut apa yang dilakukan orang lain, tanpa mikir, seperti naik
haji sembari
> muter-muter kayak orang gila disekeliling Kaabah dan nyambit setan
yang nggak
> ada di padang pasir sono.
>
> Selanjutnya...
>
> Di abad ke XXI ini, berkat kemajuan teknologi, rezameutia juga punya
akses ke
> internet dan sempat
> melihat
> kenyataan lain yang pahit lagi menyilaukan yang ditunjukkan orang lain
di
> internet: ajaran agama Islam yang dianutnya dan yang dikiranya
berdasarkan
> kebenaran dan berdasarkan wahyu dari Allah itu ternyata cuman
berdasarkan
> omong
> kosong dan kibulan hasil khayalan orang Arab primitif.
>
> Karena dia tidak dilatih untuk memakai otaknya untuk berfikir dan
untuk
> mempertanyakan apa yang dia yakini selama ini maka dia bingung
dihadapan
> kenyataan itu: groggy.
>
> Dia jadi gila.
>
> Gila dan lantas kalap.
>
> Lalu dia jadi tukang fitnah dan penyebar dusta.
>
> Karena saya bercerita bahwa saya pernah mengisap ganja satu kali, maka
saya
> difitnhnya junkie.
>
> Dan karena saya menurutkan nasehat berbagai lembaga kesehatan di Eropa
yang
> menganjurkan orang untuk mengikuti diet mediteranian yang antara lain
terdiri
> dari dua atautiga gelas anggur tiap hari maka saya difitnahnya
alkoholik.
>
> Berbeda dengan orang Islam lain yang juga sudah pada jadi gila,
rezameutia
> memang bersedia menjalani terapi.
>
> Tapi hasilnya tetap saja sama: rezameutia tetap saja cuma bisa memakai
kontolnya
> buat berfikir dan buah fikirannnya, tidak mengherankan, tetap saja
terutam
> najis seperti fitnah dan dusta.
>
> Kasihan saya melihatnya.
>
>
> --- In [email protected], "rezameutia" rezameutia@ wrote:
> >
> >
> >
> > Pertama: Manusia amat cinta kepada bapak dan ibunya.
> > Dia bangga sehingga meletakkan nama belakang bapaknya, 'bin', di
ujung namanya.  Dia sangat bangga kepada ayah-ibunya, mereka adalah
pujaannya ketika masih kecil.  Ketika sudah dewasa, ayah dan ibu adalah
tumpahan dan tempat dia mengadukan kesulitan dirinya.  Dan ketika dia
sudah tua, sedangkan ayah ibunya sudah meninggal, maka dia akan
menceritakan dengan bangga kepada anak dan cucunya tentang ayah dan
ibunya yang sudah berpulang tersebut.
> >
> > Kedua: Cinta kepada Anak.
> > Anak adalah buah hati, penyambung keturunan.  Jika sudah tua dan
anak sudah besar dan sudah punya cucu pula, maka tidak lah merasa
canggung dia akan meninggal.  Walaupun kaya raya, banyak harta, tetapi
sepi rasanya kalau tidak punya anak.  Anak adalah jantung hati orang
tua.  Kadang2 ayah yang sudah tua, bangga dengan kelemahan dirinya dan
bangga dengan kekuatan anaknya.  Anak adalah buah mimpi, anak adalah
masa depan yang dibanggakan.  Tanpa mengenal lelah, dari pagi hingga
malam hari, dengan segala jerih payah untuk mencari uang buat anak.
> >
> > Ketiga: Cinta kepada Saudara.
> > Kakak mencintai adik dan adik mencintai kakak.  Walaupun si Abang
mengganggu adiknya sampai menangis ketika kecil dulu, tapi segera si
Abang akan membujuk adiknya.  Jika sudah dewasa, dengan keberuntungan
masing2, mereka saling rindu dan mengunjungi satu sama lain.  Apalagi,
jika orang tua sudah meninggal, maka sulung menggantikan orang tua dan
adik memandang sulung sebagai pengganti orang tua.
> >
> > Keempat: Cinta Suami dan Istri.
> > Setelah dewasa dia akan mencari jodoh sebagai teman hidup.  Pada
saat baru menikah pasangan tersebut menumpahkan kasih sayang, saling
mencinta dan teman hidup dalam mengasuh anak bersama.  Pada saat menjadi
tua, saling mencinta bertukar menjadi teman hidup yang setia.  pada
waktu muda, suami sebagai pembela dan tulang punggung dan ketika tua
istri menjadi tempat suami menumpang dan mengadukan suka dukanya.
> >
> > Kelima: Cinta Keluarga.
> > Cinta kepada keluarga sepupu, kemenakan, yang dekat atau jauh dari
pihak ayah ataupun ibu.  Adanya keluarga membuat orang tidak merasa
kesepian dan canggung di dunia ini.  Sering kita mendengar bahwa
'silaturohim' adalah bagian yang tidak pernah dilupakan oleh keluarga. 
Lebaran kita saling mengunjungi antara keluarga, dan sekarang ini,
arisan keluarga besar sudah menjadi trend supaya tidak terputus tali
kekeluargaan.
> >
> > Keenam:  Niaga.
> > Hal yang paling ditakuti dalam berniaga adala sepinya pasar.  Barang
terbeli, harga jatuh.  Berniaga adalah hal yang dilakukan Nabi mencari
nafkah.  Banyak anjuran dan hadis Nabi yang berkaitan dengan keadaan
berniaga, sebab itu dalam keuntungan sewajarnya dalam berniaga manusia
mengambil bekal untuk hidup.  Berniaga, disamping mengambil bekal untuk
hidup juga mendapat pahala karena memberi kehidupan kepada orang lain,
istri dan anaknya.
> >
> > Ketujuh: Tempat kediaman.
> > Rumah tempat kediaman adalah tempat yang paling nyaman dan tentram
untuk mengistirahatkan badan.  Pulang ke rumah, menukar pakaian kotor,
mandi, istirahat sambil bercengkerama dengan anak2 dan istri, membuat
badan segar dan sekaligus membikin semangat baru.  Rumah kediaman adalah
tempat yang sangat mengikat diri.  "Home sweet home".
> >
> > Kedelapan: Harta benda.
> > Harta benda berupa sawah ladang, perhiasan, harta pusaka,  baik itu
peninggalan orang tua atau hasil jerih payah sendiri.  Semua orang ingin
memiliki harta walaupun tidak semuanya mendapatkan sama dan rata.  Harta
adalah kebanggaan dan jaminan harga diri pada saat hidup di dunia ini.
> >
> > Kedelapan nikmat Tuhan inilah yang disebutkan sebagai "Hati terpaut,
Cinta tertumpah", dan kita tidak boleh lupa bahwa semuanya itu berpokok
pangkal dari segala Cinta, yaitu Allah.  Semuanya itu tidak kekal, bisa
hilang dari kita atau bisa juga kita hilang lebih dulu dari semuanya
itu.
> >
> > Janganlah kita mencintai segala sesuatu yang akan kita tinggalkan
atau yang meninggalkan kita, tapi cintailah yang selalu dekat dengan
kita dan kepadaNya kita akan kembali, yaitu Allah.  Cinta Allah kepada
manusia sudah dibuktikan dengan mengirimkan Rasul2nya untuk membimbing
manusia meninggalkan jalan gelap menuju jalan terang.
> >
> > (Inspired by At Taubah 24)
> >
> >
> > ps.
> > tulisan ini untuk mengajak jusfiq berpikir (kata johnny indon, tidak
terbukti jusfiq punya otak) bahwa hidup tanpa cinta hanya akan membuat
hidup sengsara.  hidup sendirian, kesepian, tanpa anak, tanpa keluarga
yang mencintai anda, tanpa ada seorangpun yang mencintai dan dicintai
memang sangat berat.
> >
> > mendingan anda bunuh diri aja fiq, kalo hidup tanpa cinta seperti
itu.
> >
> >
> > =========
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke