Refleksi : Perintah paham betul apa itu  management. Bukankah presiden, kepala 
pemerintah NKRI mempunyai Masters Degree dari Webster University, USA, 1991,  
dalam bidang management dan kemudian  Ph D dalam Agriculural Economics, 
dariBogor Agricultural Univeristy, 3 Oktober 2004, Sebelumnya Jenderal TNI 
dengan banyak bintang  jasa nan jaya di pundak dan dada Jadi  beliaupaham betul 
maslah management dan seluk-beluknya. Lihat saja contoh prakteknya: 
http://www.youtube.com/watch?v=jlwaKAycFYY


http://www.antaranews.com/berita/245556/mahfud-banyaknya-kerusuhan-sara-akibat-masalah-manajemen-pemerintah

Mahfud: Banyaknya Kerusuhan SARA Akibat Masalah Manajemen Pemerintah
Kamis, 10 Februari 2011 19:54 WIB | 358 Views

 
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. (ANTARA)

Berita Terkait
  a.. Muspida Sleman Berkoordinasi Cegah Kerusuhan SARA
  b.. Anak Panti Asuhan Betlehem Jalani Pemulihan Trauma Pascarusuh
  c.. Komnas HAM: Kasus Ahmadiyah Janggal
  d.. Jamaah Ahmadiyah Kediri Minta Jaminan Keamanan 
  e.. Ulama se-Banten Desak Pemerintah Bubarkan Ahmadiyah
Video Terkait
  a.. Presiden Ajak Santai Tanggapi Refleksi
Jakarta (ANTARA News) Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan 
banyaknya kerusuhan bernuansa "SARA" karena masalah manajemen pemerintah.

"Menurut saya, itu masalah manajemen saja. saya tidak melihat pada substansi 
aturan. Ini hanya manajemen pemerintahan dan implementasi aturan," kata Mahfud, 
usai acara konsultasi MK dengan Komisi III DPR di Jakarta, Kamis.

Menurut Mahfud, masalah tersebut khususnya manajemen keamanan yang tidak 
berjalan dengan aturan yang berlaku. 

"Pihak keamanan selalu terlambat. Menurut saya itu masalah manajemen karena 
terjadi berkali-kali," tegas ketua MK ini.

Mahfud juga menegaskan bahwa negara, khususnya polisi dan TNI, mempunyai 
monopoli secara konstitusi untuk menggunakan senjata untuk menjamin keamanan 
rakyatnya. 

"Kalau sampai orang berkumpul, anarki, teriak itu kan jelas salah dan boleh 
menggunakan senjata," ungkap Mahfud.

Mantan politisi dari PKB ini mengatakan bahwa penggunaan senjata dibenarkan 
guna untuk menyelematkan bangsa dan negara.

"Itu polisi dan tentara dibentuk oleh konstitusi untuk menggunakan senjata, 
yang lain tidak boleh guna mencegah anarki," katanya.

Mahfud juga menghimbau ke seluruh anak bangsa untuk melakukan tindakan 
diskriminasi berdasarkan kekuatan jumlah orang. 

"Mayoritas dan minoritas tidak boleh. Jadi misalnya orang islam mau sok karena 
mayoritas. Di sini memang mayoritas tapi di tempat lain kita kan minoritas 
bisa-bisa Islam diinjak-injak juga. Itu ngak sehat bagi bangsa," katanya. 
(ANT/K004)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke