JEJARING SOSIAL


SAN FRANCISCO, JUMAT - Duta
Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Susan Rice
memuji kekuatan media sosial dunia maya, Twitter, terutama dalam
menyuarakan dan mendukung sentimen publik terkait suatu isu, seperti
terjadi beberapa pekan belakangan di Mesir.
Pernyataan itu
disampaikan Rice, Kamis (10/2) pagi, di kantor pusat Twitter di San
Francisco, AS. Dia berbicara di depan sedikitnya 370 karyawan yang
sebagian besar berusia muda dan berpakaian kasual.
Selain Rice,
Twitter juga pernah mengundang tokoh politik kelas dunia untuk
berbicara tentang berbagai isu di kantor pusatnya itu. Tokoh yang
pernah datang antara lain Gubernur California yang juga aktor laga
Arnold Schwarzenegger dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.
Dalam
diskusi dengan Rice, topik yang dibahas terkait peran Twitter dalam
pergerakan politik di Mesir dalam dua pekan terakhir. Rice menerima
pertanyaan dari berbagai penjuru dunia melalui Twitter.
”Kekuatan
dan kemampuan teknologi Twitter, yang sanggup menyalurkan sekaligus
mendukung gerakan dan sentimen publik, semakin nyata dalam beberapa
pekan belakangan. Hal itu bisa kita lihat di Mesir. Kemampuannya
(Twitter) jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan masa-masa
sebelumnya,” ujar Rice.
Namun, ketika ditanya tentang spekulasi
seputar lengsernya Presiden Mesir Hosni Mubarak, Rice menjawab secara
diplomatis. Mubarak pada Kamis malam berpidato, yang isinya menolak
mundur, tetapi bersedia menyerahkan kekuasaannya kepada Wakil Presiden
Omar Suleiman.
”Kita semua perlu melihat prosesnya, terutama
ketika seluruh kekuatan dan elemen oposisi bernegosiasi dengan
pemerintah secara konstitusional dan bertanggung jawab demi mencapai
pemilihan umum yang demokratis, adil, dan bebas. Semua proses itu harus
berjalan dan tak bisa mundur lagi,” ujarnya.
Kedatangan Rice
memang terkait erat dengan menguatnya diskusi di tingkat global terkait
peran media sosial belakangan ini. Pemerintah AS sendiri telah
menggunakan media sosial yang ada sebagai salah satu alat diplomatik,
termasuk dengan meluncurkan Twitter berbahasa Arab, Rabu lalu.
Walau
fokus membahas peran media sosial dunia maya dalam mengorganisasikan
protes di Mesir, Rice mengatakan, kehadirannya itu tidak bermaksud
untuk menyampaikan simbolisasi apa pun sebagai bentuk penghormatannya
terhadap unjuk rasa yang masih terus berjalan di Mesir.
Adapun
Twitter merasa terhormat dengan apa yang dilakukan rakyat Mesir,
menggunakan Twitter untuk berkomunikasi antarmereka dan dengan dunia.
(AP/DWA)


http://cetak.kompas.com/read/2011/02/12/03135478/dubes.as.memuji.kekuatan.twitter

Berbagi berita untuk semua
 


 
____________________________________________________________________________________
We won't tell. Get more on shows you hate to love 
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
http://tv.yahoo.com/collections/265 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke