Demonstran tereaknya sipil...sipil......
--- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@...> wrote:
>
> WASHINGTON DC, JUMAT - Ucapan selamat dan pujian atas kemenangan
revolusi Mesir mengalir dari seluruh dunia setelah Presiden Hosni
Mubarak mengundurkan diri, Jumat (11/2) petang. Meski bernada positif,
ucapan-ucapan itu menyiratkan kepentingan setiap negara.
>
> Presiden AS Barack Obama, yang langsung memutus rapat di Kantor Oval
sesaat setelah diberi tahu perkembangan terbaru di Mesir, Jumat,
mengatakan, rakyat Mesir telah berbicara dan mendapatkan "demokrasi
tulen". Obama berpesan kepada pihak militer, yang kini memegang
kekuasaan di Mesir, untuk memastikan peralihan politik yang kredibel di
mata seluruh rakyat Mesir. "Hari-hari di depan akan sulit," kata Obama
mengingatkan.
>
> Dalam pernyataan terpisah, Wakil Presiden AS Joe Biden menyebut
perubahan di Mesir adalah momen "sangat menentukan" dalam sejarah Mesir
dan kawasan Timur Tengah. Biden berharap peralihan kekuasaan di Mesir
adalah perubahan yang tak bisa diutak-atik lagi.
>
> AS berada dalam posisi terjepit dan canggung selama 18 hari aksi
demonstrasi rakyat menuntut perubahan rezim di Mesir. Di satu sisi, AS
perlu menunjukkan peranan sebagai pemimpin demokrasi dunia dan menekan
Pemerintah Mesir memenuhi tuntutan rakyat. Namun, di sisi lain, AS juga
harus ekstra hati-hati agar jangan sampai kehilangan sekutu utama paling
strategis di Timur Tengah.
>
> Israel, negara yang paling takut dengan instabilitas kawasan dan
mendukung Mubarak untuk bertahan sejak awal, berharap agar transisi
menuju demokrasi di Mesir dan negara-negara tetangganya dilakukan secara
mulus. Seorang pejabat Israel juga menekankan, siapa pun penerus Mubarak
harus menjaga perdamaian dengan Israel, yang ditandatangani pendahulu
Mubarak, Presiden Anwar Sadat, pada tahun 1979.
>
> Harapan serupa diungkapkan Kanselir Jerman Angela Merkel. "Saya
berharap Mesir tetap menjaga perdamaian di Timur Tengah, tetap
menghormati perjanjian (damai) dengan Israel dan menjamin keamanan
Israel," tutur Merkel.
>
> Harapkan stabilitas
>
> China, yang sempat khawatir tsunami politik dunia Arab bisa
menginspirasi para aktivis pro- demokrasi di negara komunis tersebut,
berharap agar stabilitas dan ketertiban masyarakat segera diwujudkan
kembali di Mesir. Dengan nada sumbang, koran berbahasa Inggris China
Daily menyebut aksi protes anti-Mubarak itu telah menyebabkan
"kerusakan" di Mesir.
>
> Pekan lalu, China menyerukan kepada dunia internasional untuk tak
mencampuri urusan dalam negeri Mesir. Untuk mencegah para aktivis
demokrasi mengikuti perkembangan di Mesir, Pemerintah China sempat
memblokir beberapa kata kunci terkait revolusi di Mesir dalam
situs-situs blog di China.
>
> Seruan untuk mewujudkan stabilitas juga disampaikan Menteri Luar
Negeri Rusia Sergei Lavrov. "Kami berharap perkembangan terakhir ini
akan membantu pemulihan stabilitas dan memastikan seluruh struktur
pemerintahan berfungsi kembali," tutur Lavrov, yang negerinya
disebut-sebut memendam kemungkinan aksi seperti di Mesir menjelang
pemilu tahun depan.
>
> Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Presiden Afrika Selatan Jacob
Zuma memuji Mubarak, yang telah tunduk kepada kemauan rakyat, dan
mengambil "keputusan sulit berdasarkan kepentingan rakyat Mesir yang
lebih luas".
>
> Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengaku salut terhadap keputusan
Mubarak mengundurkan diri. "Perancis menyerukan kepada seluruh rakyat
Mesir untuk melanjutkan perjuangan mereka menuju kebebasan," seru
Sarkozy.
>
> Perdana Menteri Inggris David Cameron menyerukan segera terbentuknya
pemerintahan sipil yang demokratis sebagai bagian dari transisi menuju
Mesir yang terbuka, demokratis, dan bebas. Pernyataan senada disampaikan
PM Australia Julia Gillard dan PM Jepang Naoto Kan.
>
> Juru bicara Hamas di Gaza, Sami Abu Zuhri, memuji "awal kemenangan
revolusi rakyat Mesir".
>
> Iran, yang sedang merayakan 32 tahun Revolusi Iran pada tanggal yang
sama dengan terjadinya revolusi di Mesir, menyebut perubahan di Mesir
itu sebagai "kemenangan besar".
>
> Qatar menyambut baik perubahan di Mesir, sementara di Yaman, ribuan
orang turun ke jalan dan meneriakkan, "Kemarin Tunisia, hari ini Mesir,
dan besok orang-orang Yaman akan membebaskan diri dari belenggu!"
(AFP/Reuters/DHF)
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke