catatan:
temuan ini menguatkan "dialektika materi"

---------------

Kamis, 9 Desember 2010 - "Lebih baik untuk mengatakan bahwa vakum, atau 
ketiadaan, adalah kombinasi dari materi dan antimateri - partikel dan 
antipartikel."

Di bawah kondisi yang tepat – yang melibatkan sinar laser berintensitas 
ultra-tinggi dan akselerator partikel sepanjang dua mil – bisa dimungkinkan 
untuk menciptakan sesuatu dari ketiadaan, demikian menurut peneliti dari 
Universitas Michigan.

Para ilmuwan dan insinyur telah mengembangkan persamaan-persamaan baru yang 
menunjukkan bahwa sinar elektron berenergi tinggi dikombinasi dengan selarik 
laser intens dapat membelah suatu ketiadaan menjadi komponen materi dan 
antimateri dasar, dan memicu riam peristiwa yang menghasilkan sepasang partikel 
dan antipartikel.

"Kami sekarang bisa menghitung bagaimana, dari elektron tunggal, beberapa ratus 
partikel dapat dihasilkan. Kami percaya hal ini terjadi di alam dekat bintang 
pulsar dan neutron," kata Igor Sokolov, seorang ilmuwan tehnik penelitian yang 
melakukan riset ini bersama dengan ilmuwan asosiasi penelitian, John Nees, 
profesor teknik listrik emeritus, Gerard Mourou, serta rekan-rekan mereka di 
Perancis.

Inti dari pekerjaan ini adalah gagasan bahwa vakum persisnya bukanlah ketiadaan.

"Lebih baik untuk mengatakan, berdasarkan gagasan fisikawan teori Paul Dirac, 
bahwa vakum, atau ketiadaan, adalah kombinasi dari materi dan antimateri – 
partikel dan antipartikel. Densitas mereka sangat besar, tetapi kita tidak bisa 
melihat salah satu dari mereka karena efek terobservasi mereka sepenuhnya 
membatalkan satu sama lain," kata Sokolov.

Materi dan antimateri memusnahkan satu sama lain ketika mereka saling kontak 
dalam kondisi normal.

"Tetapi dalam medan elektromagnetik yang kuat, pemusnahan ini, yang biasanya 
berupa suatu mekanisme tenggelam, dapat menjadi sumber partikel baru," kata 
Nees, "Dalam proses penghancuran ini, foton gamma muncul, yang dapat 
menghasilkan tambahan elektron dan positron."

Suatu foton gamma adalah partikel cahaya berenergi tinggi. Suatu positron 
adalah anti-elektron, partikel cermin-gambar yang bersifat sama dengan 
elektron, tetapi bermuatan positif yang saling berlawanan.

Para peneliti menggambarkan pekerjaan ini sebagai sebuah terobosan teoritis, 
dan "lompatan kualitatif dalam teori".

Suatu percobaan di akhir 90-an berhasil menghasilkan dari sebuah foton gamma 
vakum dan terkadang pasangan elektron-positron. Persamaan baru ini mengarahkan 
pekerjaan tersebut pada langkah lebih jauh untuk memodelkan bagaimana bidang 
laser yang kuat bisa mendorong terciptanya lebih banyak partikel daripada 
disuntikkan terlebih dulu ke dalam percobaan melalui akselerator partikel.

"Jika elektron memiliki kemampuan untuk menjadi tiga partikel dalam waktu yang 
sangat singkat, artinya itu bukan lagi sebuah elektron," kata Sokolov. "Teori 
elektron ini didasarkan pada kenyataan bahwa itu akan menjadi sebuah elektron 
selamanya. Tapi dalam perhitungan kami, tiap-tiap partikel bermuatan menjadi 
sebuah kombinasi dari tiga partikel ditambah dengan beberapa foton."

Para peneliti telah mengembangkan alat untuk menempatkan persamaan mereka ke 
dalam praktek di masa depan dalam skala yang sangat kecil dengan menggunakan 
laser Hercules di UM. Untuk menguji teori ini, laser jenis Hercules harus 
dibangun dengan akselerator partikel seperti SLAC National Accelerator 
Laboratory di Universitas Stanford. Infrastruktur semacam itu saat ini belum 
direncanakan.

Karya ini berpotensi memiliki aplikasi dalam fusi kurungan inersia, yang dapat 
menghasilkan energi yang lebih bersih dari reaksi fusi nuklir, kata para 
peneliti.

Bagi Sokolov, hal itu menarik dari perspektif filosofis.

"Pertanyaan mendasar tentang apakah vakum itu, dan apakah ketiadaan itu, 
melampaui ilmu pengetahuan," katanya. "Ini secara mendalam tertanam di dasar, 
tidak hanya teori fisika, tetapi juga persepsi filosofis kita pada segala 
sesuatu – realitas, kehidupan, bahkan pertanyaan religius tentang bisakah dunia 
hadir dari ketiadaan."

Makalah dari pekerjaan ini dipublikasikan dalam Physical Review Letters.

Sokolov adalah seorang ilmuwan penelitian di Space Physics Research Laboratory 
di Departemen Ilmu Atmosfer, Kelautan dan Antariksa. Sedangkan Nees adalah 
seorang ilmuwan penelitian asosiasi di Pusat Ultrafast Optical Science dan 
seorang profesor pembantu di Departemen Teknik Elektro dan Ilmu Komputer. 
Mourou adalah Professor Emeritus Teknik Elektro AD Moore Distinguished 
University yang saat ini berada di Institut de la Lumiere Extreme di Perancis. 
Juga yang turut berkontribusi adalah Natalia M. Naumova dari Appliquee 
Laboratoire d'Optique di Perancis.

Penelitian ini didukung sebagian oleh Departemen Energi.

Sumber artikel: Theoretical breakthrough: Generating matter and antimatter from 
the vacuum (ANN ARBOR, Mich. – ns.umich.edu)
Kredit: University of Michigan
Informasi lebih lanjut:
Igor Sokolov, Natalia Naumova, John Nees, Gérard Mourou. Pair Creation in 
QED-Strong Pulsed Laser Fields Interacting with Electron Beams. Physical Review 
Letters, 2010; 105 (19) DOI: 10.1103/PhysRevLett.105.195005



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke