Nah, begini lebih baik. Kalau ga yakin, jentelman, tanya. Meski penjabarannya bisa panjang (dan bisa beda anatara pemikir), disamping lon tentu selesai dan atau memuaskan, budaya Islam adalah (wallahua'lam) gini: (wrap up) ada (masuk) dalam ajaran dan pelaksanaan Rukun Islam dan Rukun Iman dimana pelaksanaannya berdasarkan Al Qur'an dan Al Hadist, sederhan. Misalnya ngucap bismillah kalau mau memulai seuatu aktifitas karena Allah. Jadi kalau misuh, memerkosa, korupsi dan sejenis mikirlah dulu haq-bathilnya. Meski menikah adalah menjalankan ibadah, namun kalau didahului dengan perkosaan (kek di Bibel) ya ada hitungannya. Lalu bahkan baru niat positif saja, sudah dapat pahala (makhluk asing yang namanya Bibel "upah"), meski belum dilaksanakan. Niat negatif selama ga dilaksanakan ga berdosa. Kalau mau zakat namun hasil ngerampok-korupsi-maling, maka ada yang punya yang lebih hak menzakati. Kalau mau neglingake namun dg misuh-misuh, adakah yg ikhlas menerimanya?
Lalu yang termasuk penting, lo harus mbedain mana ajaran Islam, umat Islam dan orang Islam. Yang terakhir, jangan dikira dibiarin lepas tanpa cobaan. Jadi mengenai perayaan valentin, lihatlah di Al Qur'an atau Hadis, ada ga di contohkan atau diperintahkan. Yang namanya kasih-sayang, dengan ngasih senyum ikhlas saja sudah ibadah dan berpahala. Jadi jangan lebih jauh yang malah masuk ke wilayah larangan. Wong ndeket ke zina saja ga diperbolehkan kok. Kalau ada kawan yang mau memperbaiki, mangga. Salam, nDeboost --- In [email protected], a.widura@... wrote: > > Baru saja di tvone diulas penolakkan kelompok hizbut tahrir terhadap perayaan valentine karena dianngap bukan budaya islami...budaya islam itu seperti apa ya ? Perayaan motong kambing sama masak ketupat ? > -----Original Message----- > From: "Jusfiq" kesayangan.allah@... > Sender: [email protected] > Date: Sun, 13 Feb 2011 13:30:09 > To: [email protected] > Reply-To: [email protected] > Subject: MUI: Haram Rayakan Valentine Re: [proletar] Valentine > > Di Malaysia juga.. > > Malaysia warns Muslims of Valentine's Day 'trap' > > http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-12443104 > > > > --- In [email protected], a.widura@ wrote: > > > > > > http://smsplus.blogspot.com/2008/02/mui-haram-rayakan-valentine.html > > > > MUI: Haram Rayakan Valentine > > > > Majelis Ulama Indonesia dalam waktu dekat akan membahas mengenai perlu tidaknya dikeluarkan fatwa haram perayaan valentine. Tindakan MUI ini setelah adanya desakan dari berbagai kalangan agar MUI mengharamkan perayaan hari valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Februari tersebut sebagai hari kasih sayang. > > > > "Kalau dilihat perayaannya, tidak mengeluarkan fatwa secara khusus pun itu sudah haram karena banyak yang pesta-pesta, mabuk-mabukan. Jadi menurut saya perayaan tersebut sudah haram, " ujar Ketua Dewan MUI KH Ma'ruf Amin, di Jakarta, Rabu (13/2). > > > > Ia menilai, perayaan hari valentine yang diadopsi dari kebudayaan barat itu, identik dengan pesta pora dan mabuk-mabukkan, yang dilarang dalam ajaran Islam. apalagi ujung-ujungnya pasti mengarah ke perzinahan. > > > > "Orang pasti tahu kalau perayaan sudah diluar aturan agama, pasti itu haram. Namun untuk menjaganya kita akan lakukan kajian terlebih dahulu, " tegasnya. > > > > Ritual Setanisme > > > > Hari Valentine sendiri sesungguhnya berasal dari perayaan Lupercalia bangsa pagan Roma kuno yang diselenggarakan setiap tanggal 13 hingga 18 Februari. Pada malam menjelang tanggal 14 Februari, para pemuda dan pemudi Roma akan merayakan hari itu dengan pesta perzinahan. Inilah awal dari Hari Valentine yang sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Kasih Sayang (Affection) melainkan lebih kepada Sexuality (perzinahan) yang penuh maksiat. > > > > (novel/ok-pot) > > -----Original Message----- > > From: ayub yahya ayubyahya@ > > Sender: [email protected] > > Date: Sun, 13 Feb 2011 18:04:37 > > To: [email protected] > > Reply-To: [email protected] > > Subject: Re: [proletar] Valentine > > > > ( dari milis sebelah... ) > > > > Renungan menjelang Valentine: > > > > Aku tidak tau laut itu seberapa DALAM, tapi aku harus tau seberapa DALAM > > aku MENGENAL orang yang aku cintai, > > > > Aku tidak tau langit itu seberapa TINGGI, tapi Aku harus tau seberapa TINGGI > > aku MENGHARGAI org yang aku cintai, > > > > Aku tidak tau bulan itu seberapa INDAH, tapi aku harus tau seberapa INDAH MASA2 > > yg telah aku LEWATI dgn org yg aku cintai, > > > > Aku tidak tau bintang itu seberapa BANYAK, tapi aku harus tau seberapa > > BANYAK PERHATIAN yg aku berikan utk org yg aku cintai, > > > > Aku tidak tau angkasa itu seberapa LUAS, tp aku hrs tau seberapa LUAS > > aku MENGERTI org yg aku cintai, > > > > Aku tidak harus MENCINTAI SESEORANG Yang Sempurna, tapi aku hrs > > MENCINTAI org yg tdk sempurna DENGAN CARA yg sempurna, > > > > Bukan karena ia SEMPURNA, tapi krn ia dapat MENYEMPURNAKAN hidup ku, > > > > Bukan karena ia INDAH, tapi karena ia dapat MEMBUAT segalanya menjadi > > INDAH utk diriku, > > > > Cintailah orang APĂ€ ADANYA, bukan karena ADA APANYA...... > > > > > > ---On Sun, 2/13/11, sunny ambon@ wrote: > > > > > > Ada-ada saja ceritanya dikatikan dengan agama. > > > > Dulu ada pada permulaan abad ada bintang film Amerika yang bernama Rudolfo > > Valentino di angloxasonkan menjadi Rudolf Valentine, mungkin mirip seleberti > > zaman sekarang, disukai banyak wanita, dikejar-kejar wanita. Kalrena begitu > > popopuler E diciptakan Valentine Day untuk sitimulasi dagang, seperti halnya > > dengan hari ibu, hari bapak, hari anak semua terkait dengan dagang. > > Valentino tidak terkait agama, berkat kuatnya advertensi maka di Eurpoa pun > > diadakan Valentine Day. Di Swedia baru 5 atau 6 tahun belakangan ini > > diadakan valentine day, kemudian juga ada Haloween Day. Pada Valentine Day > > dijual tjoklat. Laris juga kelihat karena dalam bentuk hati. Valentine Day > > disebut Hari Hati (Hjaertan Dag). > > > > Komersialisai begitu dalam hari raya entah agama atau bukan agama maka > > misalnya di Jepang yang penduduknya 99% beragama Zinto Budhha pun merayakan > > Natal. Asala mulanya pada tahun 1930 perushaan Jepang membagi bonus pada > > bulan Desember sebelum Natal dikombinasikan dengan obral-obral di toko-toko, > > akhirnya menjadi kebiasaan dengan hadiah Natal. > > > > Di Indonesia suka diputar balik cerita, dibilang ada terkait agama itu dan > > ini, karena umat dibodohi atau tidak mau cari tahu lebih jauh atau juga > > karena fasilitasnya terbatas, maka percaya saja pada orang-orang yang > > dianggap pandai lalu di-ulangi ulangi menjadi kebenaran umum. > > > > > > From: a.widura@ > > > > > > > Sebenarnya hari Valentine tidak memiliki asal usul yang jelas. Ada > > > beberapa versi latar belakangnya. Salah satunya adalah yang berikut ini. > > > > > > Romawi di abad ke-3 diperintah oleh Kaisar Claudius yang kejam. Ia > > > berambisi memiliki pasukan militer yang besar untuk berperang. Ia ingin > > > semua pria di kerajaannya bergabung di dalam ketentaraan. > > > > > > Claudius berpikir bahwa banyak pria Romawi enggan menjadi tentara karena > > > takut meninggalkan keluarga dan kekasih mereka. Lalu Claudius > > > memerintahkan untuk melarang semua pertunangan dan pernikahan di Romawi. > > > > > > Valentine yang saat itu merupakan pendeta terkenal di Roma bersama-sama > > > dengan seorang pendeta lain bernama Marius, secara sembunyi-sembunyi tetap > > > menikahkan para pasangan. > > > > > > Namun perbuatan mereka akhirnya diketahui oleh Claudius, yang langsung > > > memerintahkan untuk menangkap dan memenggal leher Valentine. > > > > > > Ia dihukum pancung pada tanggal 14 Februari 270 M. Sebelum dipenggal, ia > > > menulis surat buat putri penjaga penjara yang senantiasa menemaninya > > > selama di penjara. Di akhir surat ia menulis, "Dengan Cinta, Dari > > > Valentine mu". > > > > > > Karena itu ada yang percaya bahwa orang-orang merayakan tanggal 14 > > > Februari sebagai hari Valentine untuk mengingat Valentine sebagai pejuang > > > cinta. > > > > > > Apapun latar belakang hari Valentine, perlakukanlah tanggal 14 Februari > > > secara proporsional dan tidak berlebihan. > > > * > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > Post message: [email protected] > > > Subscribe : [email protected] > > > Unsubscribe : [email protected] > > > List owner : [email protected] > > > Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > Post message: [email protected] > > Subscribe : [email protected] > > Unsubscribe : [email protected] > > List owner : [email protected] > > Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
