Bangsat tukang fitnah.. Bajingan pendusta..
Yang murtad itu rata-rta adalah orang berpendidikan. --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote: > > Yang berotak anjinglah yang murtad,biar aja. > > Shalom, > Tawangalun. > > --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@> wrote: > > > > Otak keledai > > > > Otak binatang. > > > > Di Eropa orang Islam pada murtad tuh. > > > > --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@> wrote: > > > > > > Fiq daya rembesnya Islam itu memang ngedap edapi. > > > > > > Sang Mua'laf - Direktur PT. Samsung Elektronik Indonesia > > > Lee Kang Hyun Belajar Agama Melalui Korespondensi > > > > > > Beragam alasan mualaf menemukan kebenaran Illahiah melalui Islam. Bagi > > > Lee Kang Hyun, Direktur PT Samsung Elektronic Indonesia, Islam dipilih > > > karena dinilai sebagai agama yang mengajarkan keramahan dan solidaritas > > > kepada sesama. Sekitar 10 tahun pria kelahiran Seoul Korea Selatan ini > > > telah menjadi Muslim. Dan sepanjang waktu itu pula, dia merasa dorongan > > > untuk beramal kian membesar. > > > > > > Di tengah kesibukan sebagai orang nomor satu di perusahaan elektronik > > > papan atas ini, ia menyempatkan diri untuk mengajarkan Islam pada kedua > > > anaknya. "Kegiatan itu cukup menyita waktu. Namun dengan demikian, > > > sekaligus akan berarti saya juga terus belajar tentang Islam," bilang Lee. > > > > > > Mulai tertarik Islam sejak bersahabat dengan orang Indonesia pada > > > penghujung 1980-an, Lee beruntung memiliki ayah mertua yang cukup banyak > > > mengetahui Islam. Maka korespodensi hingga diskusi soal agama selalu > > > mengisi waktunya bila dia bertemu mertua. Kesan Islam sebagai agama > > > damai, menurut Lee, dia dapatkan saat mulai lebih banyak belajar tentang > > > Indonesia. Semakin dia ingin mengetahui soal Indonesia, kian terasakan > > > betapa bangsa ini merupakan komunitas yang beragam namun memiliki > > > semangat bersama dan saling berbagi. > > > > > > Lee menjadi lebih dalam memperhatikan Islam, setelah dia mengenal > > > keluarga Roshim Hamzah, mantan pejabat BNI, yang dilihatnya amat tekun > > > beribadah. Yang dia ingat, bapak angkatnya itu selalu menjalankan shalat > > > tepat waktu, dan membaca Alquran usai shalat. "Selesai shalat atau > > > membaca Quran, bapak itu rona mukanya terlihat amat segar dan tenang. > > > Sepertinya membaca Alquran itu sebagai obat. Paling tidak obat stress > > > karena pekerjaan," kenang Lee. > > > > > > Sejak 1988, Lee memang sering bertandang ke Indonesia. Awalnya kedatangan > > > itu karena korespondensi dengan tamannya yang kebetulan mahasiswa > > > Universitas Indonesia. Dia bahkan sempat tinggal beberapa minggu di rumah > > > karibnya itu, Novianto. Dari persahabatan itu, dan pengalamannya > > > mendatangi sejumlah tempat di Indonesia, keramahan dan keakraban > > > masyarakat Indonesia amat membekas di dalam hatinya. > > > > > > Situasi ini diakuinya, seperti kondisi Korea Selatan pada era 1970-an, > > > saat ia masih anak-anak. Ketertarikannya kepada kehidupan masyarakat > > > Indonesia yang kemudian semakin membuatnya tertarik ingin lebih tahu > > > agama paling besar di sini, Islam. > > > > > > Lee tak menyangka jika di kemudian hari, kedekatan batinnya dengan > > > Indonesia mengantarnya untuk menduduki posisinya sekarang. Usai > > > menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Hankuk University Korea > > > Selatan pada 1991, dia kemudian bergabung dengan perusahaan elektronik > > > terbesar di negaranya, Samsung. > > > > > > Dua tahun menekuni bidang ekspor, diapun mendapat promosi jabatan. Karena > > > dinilai banyak mengetahui Indonesia, maka penugasan berikutnya yang > > > membawanya kembali ke Indonesia pada 1993. "Saat itu adalah kali > > > kedelapan saya ke Indonesia. Walaupun senang tapi tak terlalu surprise," > > > ujarnya. > > > > > > Namun, lanjut pria ini, pada kesempatan ke Indonesia yang kedelapan itu > > > dirinya memiliki beban psikologis lebih tinggi. Kalau sebelumnya, datang > > > ke Indonesia karena berlibur dan belajar banyak hal, pada 1993 dia datang > > > ke Indonesia dengan tanggung jawab lebih besar. Ini karena Lee ditunjuk > > > sebagai Menejer Ekspor-Impor di PT Samsung Electronic Indonesia. > > > > > > Walaupun berurusan dengan soal ekspor-impor, Lee juga mencoba dekat > > > dengan para karyawannya. Terutama, ia ingin mendorong etos kerja buruh > > > menjadi lebih baik. Ia pun menjadi 'pengamat'. Dilihatnya, terdapat > > > korelasi signifikan antara agama dengan prestasi kerja. "Mereka yang > > > tekun dan disiplin shalat ternyata adalah karyawan yang bisa > > > berprestasi," ujarnya. > > > > > > Maka rasa ketertarikan kepada Islam pun kian menari dalam sanubarinya. > > > Diakuinya pula, keinginan memeluk Agama Illahi yang paling sempurna itu > > > juga karena keinginan lebih dekat dengan lebih 2.000 karyawan di pabrik > > > Samsung di Cikarang Jawa Barat. "Bukan karena unsur lain. Tapi memang > > > kalau saja saya Islam, maka bila harus menyatukan diri dengan para > > > karyawan, saya bakal lebih diterima. Namun intinya bukan karena mayoritas > > > Islam terus saya jadi Islam. Bukan karena itu," tegasnya. > > > > > > Pria kelahiran 16 Juli 1966 ini mengaku sempat gamang dalam perjalanan > > > menemukan kebenaran Islam. Perasaan itu justru kian menjadi setelah > > > keinginannya memeluk Islam kian besar. > > > > > > Beruntung, ia mendapat teman diskusi yang mumpuni, salah satunya Roshim > > > Hamzah, mantan pejabat BNI yang berdarah Aceh. "Pak Roshim tak pernah > > > memaksakan kehendak. Dia malah lebih banyak hanya memberi contoh > > > bagaimana bisa taat beragama dengan tetap bisa berkarya secara > > > profesional," kenang Lee. Maka belum setahun berkarya di Indonesia > > > keputusan berislam pun diputuskan. Pada tahun 1994, Lee Kang Hyun resmi > > > memeluk Islam setelah bersyahadat di Masjid Sunda Kelapa Jakarta. > > > > > > Sebagai Muslim, ia mengaku masih banyak 'bolong'-nya. Diakuinya, belum > > > semua ketentuan waktu shalat diikutinya. "Tapi setiap hari saya pasti > > > shalat, walaupun memang belum lima waktu." Shubuh adalah waktu shalat > > > yang paling sering terlewatkan. Soalnya kebiasan tidur menjelang fajar > > > menjadikan sulitnya dia terbangun di pagi hari. > > > > > > Soal larangan mengonsumsi daging babi, menurut Lee, amat mudah dia > > > tinggalkan selekas masuk Islam. Namun soal minuman beralkohol, belum > > > sepenuhnya ditinggalkan, terutama saat 'puulang kampung' ke Korea. "Minum > > > Soju itu identik dengan budaya Korea dan rasa penghormatan terhadap > > > semasa manusia. Maka jujur saja, saya belum bisa mencari jalan keluar > > > untuk meninggalkan budaya itu. Tapi suatu saat saya yakin bisa," ujarnya. > > > Asal tahu saja, di Korea, Islam masih dianggap sebagai sekte aneh'. > > > > > > Dua tahun ber-Islam, Lee mengaku mendapat berkah paling besar dengan > > > menemukan jodohnya, wanita asal Sumedang, Jawa Barat. Mereka dikaruniai > > > dua anak laki-laki, Bonny Lee (7) dan Boran Lee (2). Seiring pertumbuhan > > > buah hatinya, ia makin terketuk untuk makin mendalami Islam. "Soalnya > > > bagaimana saya bisa mendidik anak dalam soal agama dengan baik, kalau > > > saya sendiri pengetahuan Islamnya masih perlu diperdalam," katanya. > > > > > > Maka Allah pun memberi jalan mudah. Sang ayah mertua merelakan waktunya > > > untuk berbagi pengetahuan Islam kepada menantunya yang masih berbangsa > > > Korea ini. Sekarang, setiap Sabtu, dia selalu menerima surat dari ayah > > > mertuanya yang berisikan topik bahasan Islam. "Selain surat, ayah sering > > > mengirimkan pula data-data dan dokumen lain soal Islam. Lalu saya > > > selalu meluangkan waktu untuk mendiskusikannya dengan Bonny, yang > > > sekarang mulai besar," ceritanya. > > > > > > Seiring dengan perjalanan karier Lee yang terus menanjak, hingga sekarang > > > dipercaya menempati posisi Direktur PT Samsung Eelectronic Indonesia, > > > kebiasaan 'menyebar' uang dan berbagi rezeki kepada kaum dhuafa terus > > > menjadi kesehariannya. Namun ia menolak membicarakan hal itu. "Saya hanya > > > ingin berbagi dan mendidik anak-anak supaya tahu kewajiban saling > > > membantu sesama," tukasnya. Satu lagi yang masih menjadi cita-citanya, > > > pergi ke Tanah Suci untuk berhaji. "Saya ingin ke Mekkah untuk berhaji. > > > Tapi sampai sekarang belum mendapat izin cuti lebih sebulan," tuturnya. > > > > > > Nama: Lee Kang Hyun > > > Tempat tanggal lahir: Seoul, 16 Juli 1966 > > > Status pernikahan : Menikah dengan dua anak > > > > > > Pendidikan > > > * 1991: Sarjana Manajemen Ekonomi Hankuk University (Korea), > > > * 2000: Mendalami E-commerce di Carnegie Mellon University, Pittsburgh - > > > USA > > > > > > Pengalaman kerja: > > > * 1986 - 1988 : Military training requirement > > > * 1991 : Samsung Electronics, Ltd (Export Team Audio-Video) > > > * 1993 : manajer ekspor-impor Samsung Electronics Indonesia > > > * 1998 - 2002 : Export-Import, Project General Manager > > > * 1999 - 2002 : General manager marketing Samsung Electronics Indonesia > > > * 2003 - sekarang : Direktur Samsung Electronics Indonesia > > > Shalom, > > > Tawangalun. > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
