&* apem...))9 pempek /08@...!!Gula^^>..salak bali..
(%$mm]\perkutut.. 43#?" .... Kadhafi :;'...keju~%@...
Hwaaaaaaaaaaaaaaaaa ..............................
CB, mana tabled CB.>>>>>>>>>>>>.....

Tensi Pak, tensi....
Pagi pagi kek gene sudah heboh ?
Baikan lalok ya Pak?

Pak @Tawang ki piye tha. Wong kerjaannya pengacara
kok ditulis ga punya job. Acaranya banyaaaaak buanget,
utamanya jari-jemari dan menyeleksi masukan di la-mor.

PS
pengacara = penganggur banyak acara
la-mor = layar monitor

--- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@...> wrote:
>
> Bangsat tukang fitnah.
>
> Bajingan pendusta.
>
> Sebagaimana layaknya semua pengnauat agama islam di mailing list ini.
>
> Anda fitnah lagi saya "mangan tunjangan kemiskinan,nganggur gak punya
job."
>
>
> --- In [email protected], "Tawangalun" tawangalun@ wrote:
> >
> > Tapi wong dimilis ini pada tahu bahwa kamu mangan tunjangan
kemiskinan,nganggur gak punya job.makane bisanya gur olahraga yg pakai
kolor aja dah cukup.Coba bisa gak kayak Tiger Wood?gak bisa kan.
> >
> > Shalom,
> > Tawangalun.
> >
> > --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@> wrote:
> > >
> > > Bangsat tukang fitnah..
> > >
> > > Bajingan pendusta..
> > >
> > > Yang murtad itu rata-rta adalah orang berpendidikan.
> > >
> > >
> > > --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@> wrote:
> > > >
> > > > Yang berotak anjinglah yang murtad,biar aja.
> > > >
> > > > Shalom,
> > > > Tawangalun.
> > > >
> > > > --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@>
wrote:
> > > > >
> > > > > Otak keledai
> > > > >
> > > > > Otak binatang.
> > > > >
> > > > > Di Eropa orang Islam pada murtad tuh.
> > > > >
> > > > > --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@>
wrote:
> > > > > >
> > > > > > Fiq daya rembesnya Islam itu memang ngedap edapi.
> > > > > >
> > > > > > Sang Mua'laf - Direktur PT. Samsung Elektronik Indonesia
> > > > > > Lee Kang Hyun Belajar Agama Melalui Korespondensi
> > > > > >
> > > > > > Beragam alasan mualaf menemukan kebenaran Illahiah melalui
Islam. Bagi Lee Kang Hyun, Direktur PT Samsung Elektronic Indonesia,
Islam dipilih karena dinilai sebagai agama yang mengajarkan keramahan
dan solidaritas kepada sesama. Sekitar 10 tahun pria kelahiran Seoul
Korea Selatan ini telah menjadi Muslim. Dan sepanjang waktu itu pula,
dia merasa dorongan untuk beramal kian membesar.
> > > > > >
> > > > > > Di tengah kesibukan sebagai orang nomor satu di perusahaan
elektronik papan atas ini, ia menyempatkan diri untuk mengajarkan Islam
pada kedua anaknya. "Kegiatan itu cukup menyita waktu. Namun dengan
demikian, sekaligus akan berarti saya juga terus belajar tentang Islam,"
bilang Lee.
> > > > > >
> > > > > > Mulai tertarik Islam sejak bersahabat dengan orang Indonesia
pada penghujung 1980-an, Lee beruntung memiliki ayah mertua yang cukup
banyak mengetahui Islam. Maka korespodensi hingga diskusi soal agama
selalu mengisi waktunya bila dia bertemu mertua. Kesan Islam sebagai
agama damai, menurut Lee, dia dapatkan saat mulai lebih banyak belajar
tentang Indonesia. Semakin dia ingin mengetahui soal Indonesia, kian
terasakan betapa bangsa ini merupakan komunitas yang beragam namun
memiliki semangat bersama dan saling berbagi.
> > > > > >
> > > > > > Lee menjadi lebih dalam memperhatikan Islam, setelah dia
mengenal keluarga Roshim Hamzah, mantan pejabat BNI, yang dilihatnya
amat tekun beribadah. Yang dia ingat, bapak angkatnya itu selalu
menjalankan shalat tepat waktu, dan membaca Alquran usai shalat.
"Selesai shalat atau membaca Quran, bapak itu rona mukanya terlihat amat
segar dan tenang. Sepertinya membaca Alquran itu sebagai obat. Paling
tidak obat stress karena pekerjaan," kenang Lee.
> > > > > >
> > > > > > Sejak 1988, Lee memang sering bertandang ke Indonesia.
Awalnya kedatangan itu karena korespondensi dengan tamannya yang
kebetulan mahasiswa Universitas Indonesia. Dia bahkan sempat tinggal
beberapa minggu di rumah karibnya itu, Novianto. Dari persahabatan itu,
dan pengalamannya mendatangi sejumlah tempat di Indonesia, keramahan dan
keakraban masyarakat Indonesia amat membekas di dalam hatinya.
> > > > > >
> > > > > > Situasi ini diakuinya, seperti kondisi Korea Selatan pada
era 1970-an, saat ia masih anak-anak. Ketertarikannya kepada kehidupan
masyarakat Indonesia yang kemudian semakin membuatnya tertarik ingin
lebih tahu agama paling besar di sini, Islam.
> > > > > >
> > > > > > Lee tak menyangka jika di kemudian hari, kedekatan batinnya
dengan Indonesia mengantarnya untuk menduduki posisinya sekarang. Usai
menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Hankuk University Korea
Selatan pada 1991, dia kemudian bergabung dengan perusahaan elektronik
terbesar di negaranya, Samsung.
> > > > > >
> > > > > > Dua tahun menekuni bidang ekspor, diapun mendapat promosi
jabatan. Karena dinilai banyak mengetahui Indonesia, maka penugasan
berikutnya yang membawanya kembali ke Indonesia pada 1993. "Saat itu
adalah kali kedelapan saya ke Indonesia. Walaupun senang tapi tak
terlalu surprise," ujarnya.
> > > > > >
> > > > > > Namun, lanjut pria ini, pada kesempatan ke Indonesia yang
kedelapan itu dirinya memiliki beban psikologis lebih tinggi. Kalau
sebelumnya, datang ke Indonesia karena berlibur dan belajar banyak hal,
pada 1993 dia datang ke Indonesia dengan tanggung jawab lebih besar. Ini
karena Lee ditunjuk sebagai Menejer Ekspor-Impor di PT Samsung
Electronic Indonesia.
> > > > > >
> > > > > > Walaupun berurusan dengan soal ekspor-impor, Lee juga
mencoba dekat dengan para karyawannya. Terutama, ia ingin mendorong etos
kerja buruh menjadi lebih baik. Ia pun menjadi 'pengamat'. Dilihatnya,
terdapat korelasi signifikan antara agama dengan prestasi kerja. "Mereka
yang tekun dan disiplin shalat ternyata adalah karyawan yang bisa
berprestasi," ujarnya.
> > > > > >
> > > > > > Maka rasa ketertarikan kepada Islam pun kian menari dalam
sanubarinya. Diakuinya pula, keinginan memeluk Agama Illahi yang paling
sempurna itu juga karena keinginan lebih dekat dengan lebih 2.000
karyawan di pabrik Samsung di Cikarang Jawa Barat. "Bukan karena unsur
lain. Tapi memang kalau saja saya Islam, maka bila harus menyatukan diri
dengan para karyawan, saya bakal lebih diterima. Namun intinya bukan
karena mayoritas Islam terus saya jadi Islam. Bukan karena itu,"
tegasnya.
> > > > > >
> > > > > > Pria kelahiran 16 Juli 1966 ini mengaku sempat gamang dalam
perjalanan menemukan kebenaran Islam. Perasaan itu justru kian menjadi
setelah keinginannya memeluk Islam kian besar.
> > > > > >
> > > > > > Beruntung, ia mendapat teman diskusi yang mumpuni, salah
satunya Roshim Hamzah, mantan pejabat BNI yang berdarah Aceh. "Pak
Roshim tak pernah memaksakan kehendak. Dia malah lebih banyak hanya
memberi contoh bagaimana bisa taat beragama dengan tetap bisa berkarya
secara profesional," kenang Lee. Maka belum setahun berkarya di
Indonesia keputusan berislam pun diputuskan. Pada tahun 1994, Lee Kang
Hyun resmi memeluk Islam setelah bersyahadat di Masjid Sunda Kelapa
Jakarta.
> > > > > >
> > > > > > Sebagai Muslim, ia mengaku masih banyak 'bolong'-nya.
Diakuinya, belum semua ketentuan waktu shalat diikutinya. "Tapi setiap
hari saya pasti shalat, walaupun memang belum lima waktu." Shubuh adalah
waktu shalat yang paling sering terlewatkan. Soalnya kebiasan tidur
menjelang fajar menjadikan sulitnya dia terbangun di pagi hari.
> > > > > >
> > > > > > Soal larangan mengonsumsi daging babi, menurut Lee, amat
mudah dia tinggalkan selekas masuk Islam. Namun soal minuman beralkohol,
belum sepenuhnya ditinggalkan, terutama saat 'puulang kampung' ke Korea.
"Minum Soju itu identik dengan budaya Korea dan rasa penghormatan
terhadap semasa manusia. Maka jujur saja, saya belum bisa mencari jalan
keluar untuk meninggalkan budaya itu. Tapi suatu saat saya yakin bisa,"
ujarnya. Asal tahu saja, di Korea, Islam masih dianggap sebagai sekte
aneh'.
> > > > > >
> > > > > > Dua tahun ber-Islam, Lee mengaku mendapat berkah paling
besar dengan menemukan jodohnya, wanita asal Sumedang, Jawa Barat.
Mereka dikaruniai dua anak laki-laki, Bonny Lee (7) dan Boran Lee (2).
Seiring pertumbuhan buah hatinya, ia makin terketuk untuk makin
mendalami Islam. "Soalnya bagaimana saya bisa mendidik anak dalam soal
agama dengan baik, kalau saya sendiri pengetahuan Islamnya masih perlu
diperdalam," katanya.
> > > > > >
> > > > > > Maka Allah pun memberi jalan mudah. Sang ayah mertua
merelakan waktunya untuk berbagi pengetahuan Islam kepada menantunya
yang masih berbangsa Korea ini. Sekarang, setiap Sabtu, dia selalu
menerima surat dari ayah mertuanya yang berisikan topik bahasan Islam.
"Selain surat, ayah sering mengirimkan pula data-data dan dokumen lain
soal Islam. Lalu saya
> > > > > > selalu meluangkan waktu untuk mendiskusikannya dengan Bonny,
yang sekarang mulai besar," ceritanya.
> > > > > >
> > > > > > Seiring dengan perjalanan karier Lee yang terus menanjak,
hingga sekarang dipercaya menempati posisi Direktur PT Samsung
Eelectronic Indonesia, kebiasaan 'menyebar' uang dan berbagi rezeki
kepada kaum dhuafa terus menjadi kesehariannya. Namun ia menolak
membicarakan hal itu. "Saya hanya ingin berbagi dan mendidik anak-anak
supaya tahu kewajiban saling membantu sesama," tukasnya. Satu lagi yang
masih menjadi cita-citanya, pergi ke Tanah Suci untuk berhaji. "Saya
ingin ke Mekkah untuk berhaji. Tapi sampai sekarang belum mendapat izin
cuti lebih sebulan," tuturnya.
> > > > > >
> > > > > > Nama: Lee Kang Hyun
> > > > > > Tempat tanggal lahir: Seoul, 16 Juli 1966
> > > > > > Status pernikahan : Menikah dengan dua anak
> > > > > >
> > > > > > Pendidikan
> > > > > > * 1991: Sarjana Manajemen Ekonomi Hankuk University (Korea),
> > > > > > * 2000: Mendalami E-commerce di Carnegie Mellon University,
Pittsburgh - USA
> > > > > >
> > > > > > Pengalaman kerja:
> > > > > > * 1986 - 1988 : Military training requirement
> > > > > > * 1991 : Samsung Electronics, Ltd (Export Team Audio-Video)
> > > > > > * 1993 : manajer ekspor-impor Samsung Electronics Indonesia
> > > > > > * 1998 - 2002 : Export-Import, Project General Manager
> > > > > > * 1999 - 2002 : General manager marketing Samsung
Electronics Indonesia
> > > > > > * 2003 - sekarang : Direktur Samsung Electronics Indonesia
> > > > > > Shalom,
> > > > > > Tawangalun.
> > > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke