Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr/

yang sampai sekarang sudah dikunjungi  711  600  kali

======================================



Kehancuran kekuasaan diktator Kadhafi

tidak dapat dicegah lagi



Pemimpin negara Libia, Muammar Kadhafi, yang sudah menguasai negara yang
kaya dengan minyak dan gas selama 42 tahun ini, akan merupakan sasaran
berikutnya dari pembrontakan rakyat Arab sesudah jatuhnya presiden Tunisia,
Ben Ali, dan presiden Mesir Husni Mubarak. Tetapi, berlainan dengan di
Tunisia dan Mesir, kejatuhan Kadhafi akan disertai dengan terbunuhnya korban
yang jumlahnya jauh lebih banyak dan cara-caranya yang jauh lebih biadab.



Untuk menghadapi rakyat Libia yang brontak menentang kediktatoran Kadhafi
selama puluhan tahun, penguasa yang pernah dikenal sebagai pemimpin Islam
revolusioner ini telah mengerahkan tentara bayaran (atau tentara sewaan)
yang direkrut dari beberapa negeri Afika untuk menembaki para demonstran di
Tripoli, dan di kota-kota lainnya, dan penembakan dari udara dengan pesawat
terbang dan helicopter.



Karenanya, korban-korban yang jatuh dalam perlawanan terhadap Kadhafi ini
sangat besar sekali. Pertumpahan darah besar-besaran di Libia ini sudah
dikutuk oleh banyak negara, yang telah beramai-ramai mengungsikan
warganegara mereka keluar dari Libia. Di Tripoli, sejumlah bangunan publik
telah dirusak atau dibakar massa. Di Benghazi, kota nomor dua sesudah
Tripoli massa pembrontak telah menguasai kota, dan rakyat mempersenjatai
diri dengan senjata dari gudang-gudang yang ditinggalkan tentara.



Sebagian dari tentara nasional Libia sudah menunjukkan sikap yang
pro-rakyat. Karenanya, Kadhafi makin bersandar kepada tentara  bayaran dan
milisia yang didirikannya untuk menjaga keselamatan keluarganya dan
kekuasaannya.



Tingkat hidup di Libia yang tertinggi di benua Afrika



Pergolakan massa rakyat Libia untuk menentang Kadhafi merupakan bukti lebih
yang gamblang lagi bahwa rakyat negara-negara Arab sedang memasuki era untuk
memperoleh kebebasan berfikir dan menyatakan pendapat atau demokrasi. Inilah
yang dituntut oleh rakyat Maroko, Aljazair, Libia, Tunisia, Mesir, Siria,
Jordania, Bahrein, Yaman dll. Hal semacam ini merupakan kebangkitan
besar-besaran dan meluas dari rakyat Arab di berbagai negara, yang belum
pernah terjadi sebelumnya.



Kasus Libia merupakan kasus yang tidak sepenuhnya sama dengan kasus Tunsia
atau Mesir, meskipun ada persamaan-persamaannya. Libia adalah negara yang
ekonominya jauh lebih baik dari pada Tunisia atau Mesir berkat adanya
sumber-sumber minyak dan gas. Libia merupakan pengekspor minyak menuju
negara-negara Eropa sampai sebesar 80 %



Libia adalah satu di antara 4 produktor minyak terbesar di benua Afrika, dan
termasuk dalam 20 penghasil minyak di dunia. Persediaan minyak di bawah
tanah Libia adalah lebih besar dari pada di Nigeria dan di Aljazair. Itulah
sebabnya tingkat hidup rakyat yang berjumlah tidak sampai 6,5 juta di Libia
merupakan yang tertinggi di benua Afrika.



The great Socialist People’s Libyan Arab Jamahiriyah



Muammar Kadhafi, yang menjabat sebagai kapten dalam tentara raja Idris telah
merebut kekuasaan dalam 1969 dan dalam usia 27 tahun mendirikan Republik
Arab Libia (nama lengkapnya dalam bahasa Inggris  : Great Socialist People's
Libyan Arab Jamahiriya), yang bertujuan pan-arabisme dan “sosialisme Negara”
. Sampai tahun 1980-an pemerintahan Libia-nya Kadhafi dipandang sebagai
penyokong gerakan-gerakan revolusioner dan teroris, dan dituduh terlibat
dalam berbagai tindakan terror di banyak tempat di dunia.



Awal tahun 2011 ini di Libia muncul kebangkitan massa rakyat (terutama dari
kalangan muda) menuntut kebebasan (berfikir dan menyatakan pendapat) dan
demokrasi, sebagai dampak dari pergolakan-pergolakan di Tunisia dan Mesir.
Kebangkitan massa ini dimulai dari kota Benghazi, kemudian meluas ke
daerah-daerah lain, termasuk ke Tripoli, ibukota Libia, sejak 20 Februari.



Untuk menghadapi kebangkitan massa rakyat yang membrontak besar-besaran ini,
Kadhafi sudah mengambil tindakan yang “membabi buta”, dan menyerukan kepada
pendukung-pendukungnya (yang sudah makin sedikit) untuk melawan massa rakyat
yang berontak terhadap pemerintahannya.



Dalam pidatonya di depan televisi yang berapi-api dan makan waktu selama
satu jam lebih (taggal 22 Februari), ia muntahkan kemarahannya kepada massa
rakyat yang menuntut perobahan di Libia, dengan mengancam bahwa ia akan
membersihkan Libia dari anasir-anasir kriminal, pengguna narkoba dan
simpatisan Al Qaida. Ia akan membersihkan tiap rumah di Libia dari
orang-orang yang membahayakan revolusi. Ia juga mengatakan bahwa tidak akan
turun sebagai presiden, karena ia adalah pimpinan tertinggi revolusi rakyat
Libia.



Kadhafi akan berjuang sampai titik darah penghabisan


Dengan nada dan cara-cara yang dianggap oleh berbagai komantator sebagai
orang yang sudah paranoiak karena menghadapi masa-masa terakhir
kekuasaannya, Kadhafi  menegaskan bahwa akan berjuang terus sampai titik
darah penghabisan.



Sampai tanggal 24 Februari (hari Kamis) sudah kelihatan bahwa kedudukan
Kadhafi makin goyah dan keropos karena perlawanan dari dalam negeri Libia
sendiri. Daerah sebelah Timur dan Utara Libia (dengan  kota Benghazi dan
Tobruk) sudah jatuh ditangan masa rakyat yang membrontak terhadap Kadhafi,
dan potretnya dirusak atau dibakar massa. Kota dan daerah yang dikuasai
(atau dibebaskan) rakyat makin meluas atau makin banyak.



Keretakan atau kehancuran pemerintahan Kadhafi kelihatan tambah jelas dengan
mundurnya orang kuat di Libia, yaitu jenderal Abdel Fatah Younes yang
menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, yang menyatakan bahwa ia memutuskan
untuk menyokong gerakan rakyat yang menentang kekuasaan Kadhafi. Ia juga
menganjurkan kepada tentara Libia untuk memihak kepada perjuangan rakyat
Libia.



Ini merupakan pembangkangan kedua dari pejabat tinggi pemerintahan Kadhafi
sesudah mundurnya Menteri Kehakiman, yang tidak setuju dengan cara-cara
Kadhafi bertindak terhadap  massa rakyat yang bangkit dalam perlawanan.



Perlawanan pejabat-pejabat tinggi terhadap pemerintahan Kadhadi juga terjadi
di kalangan diplomat Libia di banyak negara. Dutabesar Libia untuk PBB sudah
terang-terangan menyatakan menentang pemerintahan Kadhafi dan bahkan
menganjurkan kepada tentara  Libia juga untuk ikut dalam perlawanan ini.
Dutabesar-dutabesar Libia untuk India, Malaysia, dan Indonesia juga sudah
menunjukkan sikap yang sama.



Keruntuhan kekuasaan Kadhafi tidak dapat dicegah siapa pun !


Dengan perkembangan yang demikian itu maka makin jelaslah bahwa perlawanan
terhadap kekuasaan Kadhafi yang datang dari  rakyat Libia sendiri adalah
luas sekali, dan sudah meliputi lapisan yang paling bawah sampai yang paling
atas. Kekuatan kekuasaan Kadhafi tinggal bersandar kepada tentara bayaran
(atau tentara sewaan) yang didatangkan dari Chad, Sudan, Nigeria, dll
dengan bayaran yang sangat tinggi, dan berbagai suku yang masih bisa
“dibelinya”.



Sebagian dari tentara nasional Libia sudah mulai dicurigai oleh Kadhafi,
karena adanya pasukan-pasukan yang “menyeberang” ke fihak rakyat yang
berjuang. Di antara contoh-contohya adalah larinya penerbang-penerbang
angkatan udara Libia ke pulau Malta, dan juga meloncatnya dengan payung
pilot dari pesawat tempur karena  tidak mau memenuhi tugas untuk melakukan
penembakan di Benghazi.



Dari perkembangan selama ini sudah kelihatan bahwa keruntuhan kekuasaan
Kadhafi adalah soal waktu saja, dan itupun tidak akan terlalu lama lagi !!!.
Penyebab-penyebab keruntuhannya adalah terutama karena faktor-faktor dalam
negeri Libia sendiri, yang sudah merupakan penyakit parah yang disandang
oleh rakyat Libia selama 42 tahun, dan dibikin lebih parah lagi dengan
tindakan-tindakan Kadhafi  akhir-akhir ini.



Dengan tindakan-tindakan kekerasan – yang berlebih-lebihan buasnya  -- yang
dipakai Kadhafi dalam  menghadapi kebangkitan rakyat untuk meraih kebebasan
yang lebih besar dan demokrasi guna menciptakan sistem pemerintahan yang
baru, maka dunia internasional terpaksa turun tangan, untuk mencegah makin
rusaknya kehidupan rakyat di Libia atau menghentikan makin banyaknya korban
yang jatuh.



Dewan Keamanan PBB sudah mempersoalkan tindakan-tindakan Kadhafi, dan Uni
Eropa yang beranggota 27 negara juga sudah mempersiapkan langkah-langkah di
bidang politik dan ekonomi untuk menjatuhkan sanksi-sanksi atau hukuman
kepada penguasa-penguasa Libia. Presiden Barack Obama juga mengeluarkan
pernyataan khusus yang berisi peringatan-peringtan tajam dan keras tentang
kasus Libia ini.



Dari itu semua dapat disimpulkan bahwa Kadhafi sudah tidak dapat
diselamatkan lagi oleh siapa pun atau kejatuhannya juga tidak dapat dicegah
oleh apa pun.. Sebab, ia sudah ditolak oleh rakyat Libia sendiri, yang sudah
dengan tegas dan keras menginginkan hilangnya dari kepemimpinan di Libia dan
digantinya sistem pemerintahan yang sudah dijalankanya selama 42 tahun.
Bahkan, Liga Arab pun sudah mengambil tindakan terhadap Kadhafi.



Banyak orang yang heran dan bertanya-tanya tentang Kadhafi



Kiranya, bagi banyak kalangan di Indonesia, kasus perlawanan rakyat Libia
terhadap Kadhafi bisa menimbulkan keheranan  dan juga memancing berbagai
pertanyaan. Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa seorang pemimpin yang
mengagung-agungkan Islam selama 42 tahun bisa berobah menjadi “pemimpin”
yang sangat dibenci  oleh rakyatnya sendiri karena tindakan-tindakannya yang
serba menindas kebebasan rakyat, termasuk membunuhi rakyatnya sendiri secara
besar-besaran (genocide).



Dan mungkin juga ada kalangan di Indonesia yang heran mengapa rakyat Libia
yang tingkat hidupnya paling tinggi di benua Afrika masih menyatakan tidak
puas dengan pemerintahan di bawah Kadhafi.



Mungkin ada juga yang heran mengapa pemerintahan Kadhafi yang menggratiskan
beaya sekolah untuk murid sekolah dasar dan menengah dan mahasiswa dan
memberikan pengobatan cuma-cuma bagi yang sakit masih ditentang oleh begitu
banyak orang.



Hebatnya perlawanan rakyat yang besar-besaran di sebagian besar negara Libia
ini membuktikan bahwa sistem pemerintahan di bawah pimpinan Kadhafi yang
berbentuk jamhariah (republik rakyat), dan yang memberlakukan Syariah Islam,
serta menjadikan comite-comite rakyat sebagai gantinya perwakilan rakyat
(atau parlemen), sudah mengalami kegagalan. Karenanya, rakyat  menginginkan
adanya pergantian dalam sistem politik atau pemerintahan.



Itu semua membuat Kadhafi beserta keluarga besanya (ia mempunyai 9 anak) dan
kerabat-kerabat dekatnya terisolasi atau terkucilsekali , dan tidak jelas
bagaimana akhir nasib mereka sebagai akibat dari pembrontakan rakyat.
Meskipun diduga bahwa harta kekayaan keluarga Kadhafi (bersama anak-anaknya)
mencapai ratusan miliar dollar, tetapi harta kekayaan yang diperoleh mereka
dari perbuatan korupsi, kolusi dan  nepotisme, tidak akan bisa menolong
mereka dari hukuman rakyat. Tambahan lagi, sebagian terbesar dari
kekayaannya ini akan dibekukan oleh 27 negara-negara yang tergabung dalam
Uni Eropa. Bahkan, permintaan visa untuk keluarga Kadhafi pun akan ditolak.



Akibat dari sistem politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan yang sudah usang



Akhir yang begitu hina dan menyedihkan dari kehidupan Kadhafi, yang pernah
terkenal sebagai tokoh “revolusioner” (harap perhatikan tanda kutip) Islam
yang menonjol di dunia adalah akibat dari sistem politik, sosial,, ekonomi
dan kebudayaan (termasuk agama) yang dijalankannya selama ini. Seluruh
sistem ini didijalankan menurut  pandangan Kadhafi tentang Islam. (antara
lain, yang tertuang dalam “buku hijau”-nya,).



Kegagalan pemerintahan Kadhafi di Libia, ditambah dengan  kegagalan
pemerintahan  Ben Ali di Tunisia serta pemerintahan Husni Mubarak di Mesir
(serta kegagalan pemerintahan negara-negara Arab lainnya yang akan
ditunjukkan di kemudian hari tidak lama lagi)  adalah bukti bahwa sistem
politik, sosial dan ekonomi, dan kebudayaan  di banyak negara-negara Arab
sangat membutuhkan perubahan, pembaruan atau perbaikan.



Itu semua merupakan hal-hal yang patut menjadi renungan bersama bagi kita di
Indonesia.



Paris, 25 Februari 2011



  1.. Umar Said


==================












[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke