Susulan mink: http://www.idc.nl/pdf/dissemination_quran.pdf
Saya kutip: The first printed Qur'an "Printing bans were by no means a typical Western phenomenon. Before printing with movable type became common practice in the Islamic world in the early nineteenth century, it had long been forbidden there to print books, especially holy ones.8 In the Ottoman Empire, the latter even constituted a capital crime. As a result, the first printed Qur'an in Arabic is a Western production. It was printed in Venice by Paganino and Alessandro Paganini in 1537/1538. For centuries, no one has seen a copy of it. In his Rudimenta lingua Arabicae (Leiden 1620), the Dutch Orientalist Thomas Erpenius mentions an Alcoranus Arabice printed circa 1530 in Venice, but notes that "exemplaria omnia cremata sunt." This gave rise to the rumour that the Catholic Church had ordered the burning of the complete print run. Yet why would the Pope order the destruction of a Qur'an in a language hardly anyone could read while Arrivabene could print a vernacular edition in the same city only ten years later? The mystery remained unsolved until 1987, when the Italian scholar Angela Nuovo discovered a surviving copy in a monastery in Venice.9 As could now be reconstructed10, father and son Paganini printed their Qur'an in order to export it to the Ottoman Empire. Unfortunately, it contained a heap of errors, which corrupted the meaning of the holy text. In addition, the Qur'an itself explicitly forbids "those who are not purified" to touch it (Q. 56:79). So when Alessandro Paganini travelled to Istanbul to sell his product, the Ottomans did not welcome him warmly. Through Jean Bodin's Colloquium heptaplomeres (written ca. 1580) we can assume with some certainty that they destroyed the whole print run and chopped off Alessandro's right hand.11 Nothing was heard of the printer ever since. That a correct rendering of the holy text is still a delicate issue was demonstrated on 4 May 1999, when the Kuwaiti Parliament was dissolved by the Emir because the minister of Islamic affairs had allowed 120,000 Qur'ans to be printed and released with blank pages and verses missing, repeated, or misplaced.12 --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@...> wrote: > > > Link: http://www.historyofinformation.com/index.php?id=405 > > First Printed Edition of the Qur'an in Arabic (1537 1538) > > Venetian printer Alessandro Paganini produces the first printed edition of > the Qur'an (Koran) in Arabic. > > The edition was probably intended for export to the Ottoman Empire. > Unfortunately the abundant errors and poor appearance of the type appear to > have ruined all prospects for its success. Presumably, the copies published > were confiscated and destroyed by the Ottomans. > > For a long time this entire edition was thought to be lost, and the rumor was > that the Pope had the complete print run burned. However, in 1987 an Italian > scholar discovered the sole surviving copy in the monastic library of > Provincia Veneta di San Antonio di Padova dei Frati Minori, Venice. > > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote: > > > > > > Diamana ada cetakan pertamanya? > > > > ----- Original Message ----- > > From: rezameutia > > To: [email protected] > > Sent: Friday, February 25, 2011 6:49 PM > > Subject: [proletar] Re: Rahasia Dibelakang Keajaiban Quran !!! > > > > > > > > > > > > --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote: > > > > > > Rahasia Dibelakang Keajaiban Quran !!! > > > > > > Ternyata Quran yang dicetak pertama kali dulu itu masih tersimpan di > > Vatican sekarang ini. Inilah satu2nya Quran yang lengkap yang isinya bisa > > dibuktikan sama seperti Quran yang dimiliki setiap umat Islam didunia ini. > > Satu2nya keajaiban Quran yang tidak dimiliki kitab2 suci lainnya adalah > > kitab ini ternyata bisa menjadi penyebab umatnya saling membunuh satu sama > > lainnya. Bukan salah umatnya, tapi kesalahan Quran-nya, bukan kesalahan > > Quran-nya, tapi kesalahan si pencetak yang pertama-nya. > > > > > > > si pencetak tidak membuat kesalahan. quran yang dicetak di vatican ini > > sama persis seperti quran pada jaman abu bakar dan dikompilasi pada jaman > > usman. quran yang dicetak di vatican atas pesanan ottoman empire sesuai > > dengan manuscript yang sudah ada sebelumnya (abad ke 9). > > > > quran yang ada di vatican adalah, > > "The oldest surviving Qur'an printed with "movable type" was produced in > > Venice in 1537/1538. It seems to have been prepared for sale in the Ottoman > > empire, where all movable type printing using Arabic characters had been > > forbidden in 1485." > > > > http://en.wikipedia.org/wiki/Qur'an > > > > agama islam semua pencatatan data sejarahnya jelas dan rapih, nggak > > seperti agama kristen yang amburadul dan nggak jelas asal usulnya. jadi, > > adalah omong kosong kalo dikatakan indeks al quran sama persis dengan > > alkitab. > > > > lu nggak usah membandingkan al quran dan alkitab lah. udah jelas alkitab > > indeksnya ancur dan berantakan, makanya alkitab mah disebutnya juga > > "karangan". ada alkitab "karangan" matheus, alkitab "karangan" markus, > > alkitab "karangan" yohanes, macem-macem orang lah yang mengarang alkitab. > > > > semua alkitab isinya berbeda satu sama lain, wong karangan orang kok?! > > > > heran..., lu nggak bosen2nya pamer ketololan dan berbohong. > > > > > Seperti bukti2 sejarah, membuktikan bahwa cetakan pertama Quran dibuat > > oleh seorang pendeta Katolik Paganino and Alessandro Paganini yang > > mencetaknya di Venice pada tahun 1537 atas pesanan sultan Ottoman dari > > Turki. Hingga sekarang, versi cetakan Quran yang pertama kali oleh pastor > > Katolik ini masih tersimpan di Vatican. > > > > > > http://www.flickr.com/photos/redmangovisuals/2317897451/ > > > > > > Pertanyaan kesatu, darimana sumber salinan yang digunakan pastor > > Katolik ini untuk mencetak Quran pertama ini??? Karena saya yakin, enggak > > mungkin ada ulama atau caliph manapun juga bersedia meminjamkan Quran yang > > bertulisan tangan itu kepada sang pastor yang bukan beragama Islam untuk > > dibawa ke Venice agar bisa dicetak diperbanyak jadi ribuan buku. > > > > > > Pertanyaannya kedua, untuk apa pihak katolik memiliki cetakan kitab > > suci Al-Quran yang tidak disucikan oleh mereka bahkan tidak dipercayainya > > itu ??? > > > > > > Pertanyaan ketiga, mengapa pengindeks-an AlQuran itu persis sama > > seperti cara2 pengindeksan Bible ??? Padahal hafalan Quran yang berasal > > aseli dari penghafal Quran orang2 Arab tidak ada penomoran dan pengindeksan > > ini. > > > > > > Pertanyaan2 ini ternyata tidak bisa dijawab oleh semua ulama Islam > > manapun juga. Bahkan semua ulama Islam sangat takut memperbincangkan > > masalah dan kejadian aneh ini. > > > > > > Hanya satu kesimpulannya, para penguasa menciptakan Bible atas pesanan > > raja dari kerajaan Penjajahan untuk mempersatukan kekuatan2 para penjajah > > dalam bekerja sama dalam menjajah dan membagi otonomi daerah atau wilayah2 > > jajahannya. Dilain pihak dalam waktu yang hampir bersamaan, mereka juga > > menciptakan Quran untuk memecah belah kekuatan2 rakyat di-negara2 yang > > dijajahnya. > > > > > > Itulah sebabnya, semua kelompok Islam hanya saling membunuh satu sama > > lainnya saja, karena tanpa mereka sadari, ajaran yang disebarkan dalam > > Quran itu sebenarnya cukup untuk saling mencurigai yang dampaknya adalah > > saling membunuh. Terbukti bahwa setelah tersebarnya Quran diseluruh dunia, > > belum pernah ada negara yang Islam bisa bangkit lagi seperti sebelumnya. > > > > > > Perlu anda semua ketahui, bahwa Napoleon Bonaparte yang berhasil > > merebut Mesir dari Inggris, adalah orang pertama 1978 yang membawa Mesin > > cetak ke Univ. Al-Azhar yang dibangun Inggris sebelumnya. Dari sanalah > > kemudian AlQuran membanjiri semua negara2 Islam sekarang ini. > > > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
