http://alexarussia.blog.friendster.com/2011/01/jejak-lembaran-lama-dibuka-kembali/
Jejak lembaran lama dibuka kembali +++ 1 bulan lebih setelah tidak "dakwah" tentang materialisme dialektika logika (madilog: istilah yg dibuat oleh datuk ibrahim tan malaka) saya kira saat ini saat yg tepat buat membuat oret-oretan untuk kompile ulang ttg lembaran lama yg diidentifikasi bermula dari para filsuf yunani kuno sebelum masehi (saya akan tambahi reason orang-orang yg demen dengan rasionalisme,logika, dialektika) Materialisme, adalah faham yang mengkonsepkan bahwasanya di alam semesta ini yang ada hanyalah susunan materi ansich, jumlah materi/partikel/zat di alam semesta berjumlah billion dan mereka saling berinteraksi sehingga membuat kombinasi kompleks yang ada di alam semesta yang disebut sebagai fenomena alam. Fenomena alam yang rumit inilah yang menyebabkan asal muasal mereka para pecandu metafisika dan yang tetap berdiri teguh tidak meninggalkan fisika sebagai basic fundament ilmu pengetahuan untuk berdebat. Saya ulang sekali lagi, dalam struktur ilmu pengetahuan,ilmu alam terutama fisika telah ditetapkan sebagai basic fundament ilmu pengetahuan,artinya biologi dan ilmu-ilmu lainnya tidak akan bisa lepas dari hukum-hukum fisika. Filsuf yunani kuno yang meyakini metafisika diantaranya adalah scorates,plato, sedangkan para materialis/fisika ansich diwakili oleh epicurus,demokritus,heraclitus dlsb. Paham materialis sempat dikubur lama, akibat para pemabuk dari israel dan arab melakukan gospel ke seluruh dunia dan membunuh rasionalisme, sampai dengan di eropa terjadi geger heliocentris, dan argumen-argumen kitab suci mulai gugur oleh kemajuan ilmu pengetahuan/sains. Abad kegelapan eropa boleh dikatakan sebagai abad kungkungan dominasi gereja, dimana sains dibungkam oleh kekuatan superioritas kewenangan gereja. Namun kiranya sungguh lega bahwa gereja katolik dan orthodox saat ini sudah tampil lebih humanis dan mereka mau mengadopsi sains, dimana gereja roma telah mengakui evolusi dan dari posting saya kemaren bahwa Paus membuat statemen bahwa "God" berada di balik big bang (terciptanya alam semesta), tentu saja pernyataannya tanpa argumen kronologis, tanpa argumen sebab akibat, tanpa argumen mekanisme bagaimana "God" menyutradarai big bang, tidak jelas maksudnya Paus ini adalah "God" berada di balik big bang, dan setelah terjadi big bang lantas kabur, atau setelah big bang,God masih ikut mengatur alam semesta. (Jelasnya ini adalah garis pertahanan terakhir Paus untuk menjaga umatnya sebelum diberondong lebih lanjut oleh para fisikawan modern di taon-taon mendatang) tapi emang sih Paus lebih pinter daripada para kiai karena paus pinter ngeles setelah tuhan menciptakan mahluk hidup lantas terjadi evolusi, sekarang bilang tuhan berada di balik skenario big bang (boleh disebut argumentasi paus adalah causa prima rather than kita para materialis yang bermazhab causa-causa atau sebab akibat tanpa awal dan tanpa akhir) intinya sih Paus masih mau mengadopsi ilmu pengetahuan Kalaupun saya masih murid SMP, dan mendengarkan 2 omongan guru saya, yang satu guru agama, dan yang satu guru fisika, mereka cerita tentang alam semesta dan mekanismenya, tentu saya jadi bingung, guru fisika ngoceh alam semesta dimulai dari big bang,dan buku Prof Stephen Hawking (fisikawan terbesar abad ini setelah Albert Einstein) yang berjudul "Grand Design" (saya belum membacanya) mengatakan bahwasanya alam semesta terjadi dengan sendirinya, sedangkan guru agama ngoceh alam semesta diciptakan oleh Tuhan kalaupun saya masih murid smp, mungkin lebih baik daripada saya bingung mendengar argumentasi 2 guru saya, yaitu guru agama dan guru fisika, lebih baik mereka kita undang di depan kelas dan kita suruh bertengkar di depan kelas,dan kita muridnya mendengarkan saja argumen-argumen mereka :)) Tapi sekali lagi,kiranya tidak penting mempermasalahkan tuhan itu ada atau tidak, atau mengutip kata jenaka dari Prof Hawking ketika diserang oleh gereja dan ulama-ulama malaysia, Prof Hawking mengatakan bahwasanya "Tuhan itu ada atau tidak, saya tidak tahu, tapi M-Theory menyatakan bahwasanya alam semesta tercipta dengan sendirinya" Jadi kelak apabila M-Theory terbukti, maka ini babak baru ilmu pengetahuan berada di era kejayaan, dan kalaupun tuhan itu ada, maka sungguh enak jadi tuhan, dia nggak punya pekerjaan tentunya, karena M-Theory menyatakan bahwasanya alam semesta sanggup tercipta dengan sendirinya Mari kita dengarkan kata Ludwig Feuerbach dulu dalam Das Wessen Des Christentum (The Essence of Christianity), daripada ribut memasalahkan omongan Prof Hawking yang jelas otak kita nggak akan mampu buat paham m-theory dan nanti akan saya tambahi kombinasi pemikiran dari Atheisme dan Ludwig Feuerbach, dan pemikiran ini tentunya originalitas dari saya, akibat saya kemaren melihat pesta kembang api di ancol dan mendengarkan koes-plues-isme dan tarian pesta rakyat di ancol, jadi fikiran saya fresh ;) Saya kira di antara gejala awal aufklarung/abad pencerahan eropa, orang semacam Ludwig Feuerbach, Vladimir Ilyich Lenin, Blaise Pascal, Dennis Diderot, Holbach, Helvetius, Descartes, dan gang bangnya mereka kebingungan antara penggabungan rasionalisme, logika dan doktrin-doktrin keimanan yang mereka terima dari kecil. Orang semacam Ludwig Feuerbach, VI Lenin, Descartes, mereka bukanlah orang yang tidak tahu filsafat gereja, justru pemahaman mereka yang mendalam ttg filsafat gereja yang membawa pemikiran mereka yang mendalam thd aufklarung eropa Lihat saja kesimpulan argumen Ludwig Feuerbach, bahwa sifat-sifat tuhan itu tak lain adalah proyeksi pemikiran-pemikiran kita sendiri so saya ambil mekanisme kata-kata Ludwig Feuerbach ini "kita mengadakan tuhan, itu akibat pola pikir kita sendiri " jadi sebenarnya ini poin krusial statemen dari saya: "tidak penting apakah tuhan itu ada atau tidak, tapi lebih penting bagaimana cara kita mengambil/menarik/sampai pada kesimpulan yang menyebabkan argumen tuhan itu ada atau tidak" pernyataan saya ini juga punya reason, setelah saya membaca konsep 7 multiple intelligence Orang yang cenderung kemampuan logisnya kuat, disebutkan akan mempunyai kemampuan berpikir abstract/imaginatif, mampu mengurutkan, mampu menggabung-nggabungkan segala obyek pengalaman, mereka akan menyukai sesuatu yang logis, bersifat sebab akibat,mekanistis, dan juga analisis. Lihat saja para filsuf materialis, atau yg half-materialis seperti descartes, dennis diderot (materialis/atheis penuh), dan Richard Dawkins (atheis kuat),mereka cenderung punya background kuat di mathematic, ilmu alam, dan mesin-mesin mekanistik, sehingga orang seperti Descartes pernah menyebut bahwa alam semesta ini bekerja secara mekanistik. Atau kata-kata Bill Gates: "Pada dasarnya komputer dan manusia bekerja dengan cara yang sama,perbedaannya yang satu berbasis silikon dan yang satu berbasis karbon" Penghormatan yang setingginya, saya apresiasikan kepada Datuk Ibrahim Tan Malaka, orang inilah yang menulis bahwa kemajuan negeri eropa karena mereka mengutamakan ilmu pengetahuan, sedangkan negeri timur senang sekali thd kepercayaan mistis kuno. Saya sendiri mulai menelusuri jejak atheisme/rasionalisme/materialisme, bermula dari diangkatnya isu Ibrahim Tan Malaka, yang menjadi bapak republiek Indonesia, dan namanya hampir hilang karena dia seorang komunis atheis/materialis, yang berkelana dari Harleem Belanda sampai negeri Soviet (tidak jelas dimana dia berkesempatan mendengarkan pidato VI Lenin di sesi komintern, entah di Tashkent Uzbekistan atau di Moscow). dan saya juga tidak mengerti,mengapa di belantara internet ini saya masih merasa menjadi "single fighter" buat berteriak rasionalisme dan materialisme? sejak kira-kira 3 taon lalu apakah saya sendirian yang membaca jejak madilog, materialisme-nya VI Lenin, atau patuh kepada sabda nabi VI Lenin dalam "on the significance of militant materialism"? apakah anda-anda ini tidak "ngeh" membaca jejak tulisan Tan Malaka, VI Lenin, Karl Marx, hingga Epicurus, Demokritus? atau anda-anda ini pada takut untuk menulis ttg atheisme dan materialisme? (nggak usah takut lagi, Indonesia telah memasuki era kebebasan berpendapat, saya saksi hidup yg pernah "diamankan" dan kemudian dilepaskan) Kritik saya thd komentar Bung Karno yang mengadopsi komunisme dan mensinkretiskannya dengan Nasionalisme dan Agama menjadi NASAKOM, lalu ia membuang materialisme-nya, yang dikatakannya tidak sesuai dengan islam, padahal materialisme berbasis hukum-hukum fisika, dan tentunya hukum fisika ya berlaku universal dimanapun anda berada, meski juga bersifat relativitas (albert einstein) so demi kemajuan bangsa Indonesia, kalaupun saya boleh merubah pancasila (ideologi bangsa indonesia), maka sila pertama bunyinya adalah "Ketuhanan yang Maha Fisika" saya merindukan generasi freethinker yang tidak ngawur (asal berargumen tanpa landasan ilmiah), segera lahir di negeri Indonesia Sekian,khotbah rohani minggu ini,di gereja sekte atheis mimbar internet wallahualam bisawab Pdt. KH. Wawan setiawan gelar Al Kafirun Jaya, SJ (Serikat Jomblo) Catatan: Pdt. KH Wawan Setiawan beberapa bulan belakangan dan kedepan mengurangi aktifitas dakwahnya di komunitas Internet karena sibuk cari jodoh, selain karena buku-bukunya tertinggal di rumahnya di Jawa tengah. Harap Mahfum Jakarta 9 january 2011 ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
