Bukan tulisannya nDeboost namun hasil kopasan. http://ahmedfikreatif.wordpress.com/2010/03/18/haruskah-umat-non-hindu-i\ kut-tradisi-budaya-nyepi/ <http://ahmedfikreatif.wordpress.com/2010/03/18/haruskah-umat-non-hindu-\ ikut-tradisi-budaya-nyepi/>
--- In [email protected], "widura" <a.widura@...> wrote: > > Hehehehe....diskriminasi semacam ini sih sekaligus nyindir sebelah nih...hwakakaka....acung jempol dah tulisannya... > -----Original Message----- > From: "ndeboost" rambitesemak@... > Sender: [email protected] > Date: Sat, 05 Mar 2011 13:51:41 > To: [email protected] > Reply-To: [email protected] > Subject: [proletar] Re: Nyepi.(1) > > Haruskah Umat Non-Hindu Ikut Tradisi Budaya Nyepi ??? > <http://ahmedfikreatif.wordpress.com/2010/03/18/haruskah-umat-non-hindu-\ \ > ikut-tradisi-budaya-nyepi/> > Posted on Maret 18, 2010 by Goda-Gado > > Permulaan Maret 2008 dua tahun lalu, bertepatan dengan pergantian tahun > Saka 1930. Setiap menyambut kedatangan tahun baru, warga Hindu Bali > melaksanakan hari raya Nyepi. Ritual Nyepi memiliki empat inti, yang > disebut Catur Brata, meliputi amati geni (tidak boleh menyalakan api > atau lampu), amati karya (tidak boleh bekerja, berbuat gaduh, atau > memukul-mukul), amati lelungan (tidak boleh bepergian, keluar > pekarangan), dan amati lelanguan (tidak boleh makan). Di Bali, mematuhi > Catur Brata bukan hanya kewajiban kaum Hindu, tetapi juga > "dipaksakan" kepada umat penganut agama lain. > > Minoritas warga non-Hindu di daerah itulah yang menjadi korbannya. Warga > non-Hindu di Gianyar dan Denpasar misalnya, dilarang menyalakan lampu > pada hari itu. Bila melanggar, tak jarang rumah mereka dilempari. > Barangkali hanya oknum semata. Di lain kejadian, pernah seorang anggota > TNI non-Hindu yang anggota keluarganya meninggal, terpaksa menunda > pemakaman, demi memenuhi tuntutan ritual Nyepi. Bukan itu saja, seluruh > penerbangan nasional maupun internasional ditiadakan karena Bandar udara > ditutup. > > Bahkan pernah terjadi ketika Nyepi jatuh pada hari Jumat, umat Islam > yang hendak melaksanakan kewajiban syariat nya beribadah Jumat tidak > diperkenankan mengumandangkan adzan. Kalao masalah ini mungkin tidak > terlalu masalah. Untuk mencapai masjid mereka harus berjalan memutar > agar tidak melewati pemukiman warga Hindu Bali. Kaum Muslim yang tinggal > di tengah pemukiman kaum Hindu Bali bahkan tidak sedikit yang tidak bisa > shalat Jumat. Mungkin terkecuali di daerah kampung Bali yang mayoritas > Muslim (kampung muslim). > > Tragisnya, perayaan Nyepi tahun ini beberapa tahun lalu jatuh pula pada > hari Jumat (7 Maret 2008). Kenyataan ini dengan sangat jelas telah > mengganggu hak asasi, menghambat ibadah umat Islam, yang suatu saat > bukan mustahil menyuburkan benih-benih konflik horizontal. > > Mengapa segala intoleransi ini tidak pernah dianggap sebagai bentuk > diskriminasi, dan tidak pernah ada dari golongan pembela demokrasi, > pembela HAM, atau pengumandang pluralisme yang menggugat ketimpangan > tersebut, seperti saat mereka menggugat RUU APP dan RUU P yang > nyata-nyata bertujuan demi kemaslahatan umat dan bangsa Indonesia? > Mengapa orang-orang itu tidak pernah mengatakan, "Bali bukan hanya > diisi oleh orang Hindu saja Bung !" seperti saat mereka menolak > penerapan Syariat Islam secara nasional maupun daerah di Indonesia > dengan sering mengatakan dan berteriak, "Indonesia bukanlah negeri > yang berisi Islam saja. Indonesia bukanlah Timur Tengah. Indonesia > adalah Bhineka Tunggal Ika dst !" Aneh !!!!! > > Munculnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) "Kota Injil" di > Manokwari bulan April tahun lalu masih bisa dimaklumi kemarahan mereka > sebagai reaksi atas lahirnya perda-perda Anti Maksiat bernuansa Syariah > Islam dan rencana pendirian Islamic Center, kendatipun alasan mereka > juga kurang masuk akal. Lain halnya umat Hindu di Bali, alasan apa yang > bisa diterima akal sehat sebagai pembenaran atas perilaku diskriminatif > yang sudah berlangsung lama ini yang barangkali di negeri asalnya saja > tidak se-arogan dengan memaksakan seluruh pemeluk agama untuk nyepi > (kecuali beberapa petugas dan pecalang)? > > Mereka tentu menyadari, sedang berdomisili di sebuah negeri, yang > penduduknya mayoritas beragama bukan Hindu. Dan eksistensi negara ini > lahir berasal cucuran darah para ulama dan laskar umat Islam, serta para > santri. Tetapi mengapa masyarakat Bali bersikap "jumawa "dan > tidak takut dituduh melangar hak asasi dan hak beribadah masyarakat > non-Hindu? Perlukah tradisi budaya Nyepi ini dipertahankan seperti > metodenya saat ini dengan "mematikan sementara" denyut nadi > seluruh kegiatan di Bali tanpa pandang bulu para penduduknya yang > berlatarbelakang heterogen meskipun mayoritasnya Hindu? > > Pertanyaan di atas mencermati fakta bahwa hanya pemeluk Hindu Bali saja > yang "memaksakan" ritual Nyepi dengan model seperti ini, > sedangkan umat Hindu lain melakukan Nyepi di rumah sendiri-sendiri tanpa > menganggu aktivitas orang dan pemeluk agama lain. Bahkan di India yang > menjadi pusat kelahiran Hindu pun tidak dijumpai "Nyepi" massal > ala Bali ini. Demikian yang kukutip dari Saras Dewi, dosen filsafat di > Universitas Indonesia (UI) dan pengajar Filsafat Upanishad di Sekolah > Tinggi Agama Hindu, Rawamangun Jakarta, dalam sebuah wawancaranya di > sebuah media. Ketika menjawab pertanyaan: "Apakah ritual Nyepi ini > adalah khas Bali?" > http://www.detiknews.com/read/2008/02/26/135842/900168/10/ibadah-jalan-s\ \ > alib-di-bali-diimbau-tak-berbarengan-nyepi > <http://www.detiknews.com/read/2008/02/26/135842/900168/10/ibadah-jalan-\ \ > salib-di-bali-diimbau-tak-berbarengan-nyepi> > --- In [email protected], "Powered by Telkomsel ®" > cha6966@ wrote: > > > > Untuk saudaraku umat Hindu. > > Om swasty yastu. > > ''Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933'' > > > > Semoga hidup kita lebih baik dari tahun lalu. > > > > Awignamastu Hyang Widhi berkenan mengabulkan. > > > > Om shanty shanty shanty Om. > > > > > > pin: 21EF6D92 > > Charles Asiku > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
