Ambruknya Mesir, Libia dan Tunisia Bersama Bukan Kebetulan !!!
                                              
Kalo kita evaluasi secara politik, maka semua kejadian2 terakhir di Timur 
Tengah bukanlah terjadi secara kebetulan, karena bagaimana mungkin bisa 
kesemuanya ini selalu menguntungkan posisi Israel yang dimusuhi dan diperangi 
Arab dan Islamnya ???  Juga ini bukan kemauan Allah, karena tidak mungkin Allah 
merugikan mereka yang menyembahnya.

Satu hal yang PASTI, semua kejadian ini berkaitan erat dengan pembatalan negara 
Palestina yang prosesnya harus halus, tidak menyinggung, dan tidak provocative.

Seperti yang sudah saya bilang, perjanjian Camp David itu sebenarnya pukulan 
hebat atau kekalahan telak bagi Israel, dan Amerika dalam hal ini memaksa 
Israel dengan janji jaminan bahwa negara Palestina nantinya tidak akan 
mengganggu Israel bahkan berjanji akan damai dan bekerja sama.  Sedangkan 
Israel sendiri mengenal Islam lebih dalam dari orang2 Islam sendiri, dan 
tentunya lebih mengenal sejarah nenek moyangnya sendiri daripada bangsa manapun 
didunia ini.

Demikianlah tanah airnya dijajah Arab, kemudian berganti dijajah Inggris, dan 
tidak ada yang bisa diminta bantuan untuk kemerdekaan bangsa Israel selain 
bangsa itu sendiri yang berjuang dengan darah dan harta bendanya.

Demikianlah, tekanan Amerika agar Israel tunduk dan menerima perjanjian Camp 
David dengan menyerahkan wilayah yang direbutnya dalam perang yaitu Gaza dan 
Westbank betul2 lebih menyakitkan daripada lepasnya Timor Leste dari tangan RI 
apalagi Timor Leste direbut RI dengan mudah saja tidak seperti Israel yang 
harus menghadapi sepuluh negara2 Arab yang besar yang mengeroyoknya pada perang 
6 hari tahun 1967.

Jadi kalo anda bisa merasakan apa yang dirasakan orang2 Yahudi bisa anda 
pelajari sejarah aselinya, ternyata yang mencatut nama Palestina ini bukanlah 
orang Palestina, karena aselinya orang Palestina beragama berhala, yaitu 
menyembah dewa dewi Filistine.  Namun para pemeluknya kemudian terpecah dua, 
Palestine Lama tetap menyembah dewa dewi Filistine dinamakan orang Palestina, 
dan Palestina baru yang menyembah Yahweh kemudian dinamakan orang Yahudi.  Jadi 
orang Yahudi itu sama seperti orang Jawa dan Sunda yang sama2 asal wilayahnya 
dari tanah Jawi.

Tetapi yang menamakan Palestina sekarang ini sama sekali bukan mereka penyembah 
dewa dewi Filistine atau penyembah Yahweh, mereka adalah orang2 Arab yang 
mayoritasny berasal dari Mesir yang berkelana di tanah Israel ini.  Mereka 
bukanlah orang Palestina tetapi orang Arab Palestina yang sama sekali bukan 
orang Palestina karena mereka beragama Islam yang justru membantai patung2 dewa 
dewi Filistine itu.  Mereka bisa disamakan dengan Cina-Indonesia yaitu bukanlah 
orang Indonesia melainkan orang Cina yang kemudian bergabung menjadi bangsa 
Indonesia.  Namun berbeda dengan keturunan Cina Indonesia ini, mereka tidak 
memberontak seperti Arab Palestina yang mau mengusir penduduk pribuminya orang2 
Yahudi ini.  Keturunan Cina Indonesia ikut ganti nama Indonesia, ikut agama 
yang banyak di Indonesia, Islam, Kristen, atau Hindu Buddha padahal agama nenek 
moyangnya confusius ditinggalkannya atau malah dipaksa untuk ditanggalkannya.

Bagaimana perasaan anda sebagai pribumi bumi Indonesia, kemudian terpaksa atau 
dipaksa Amerika untuk menerima tuntutan Cina Indonesia mendirikan negara 
merdeka di Pecinan, Glodok, Jatinegara dan sekitarnya melalui perjanjian Camp 
David.  Begitulah perasaan bangsa Israel terhadap perjanjian Camp David yang 
merupakan hantu hitam yang mengancam eksistensi bangsanya.

Kalo anda yang jadi orang Yahudi, apa yang harus anda lakukan???  Susupkan 
mata2 ke HAMAS, dorong kearah ekstreemist melalui Iran, ikuti pemilu, paksa 
dengan kekerasan masyarakat untuk memilih HAMAS yang waktu itu cuma minoritas, 
karena biar gimanapun PLO lebih besar jauh sekali dari kekuatan HAMAS.  Tapi 
kalo dikerjakan oleh intelejens Asing, maka bukan kerja yang susah.

Demikianlah, HAMAS berhasil menguasai legislatif dan mengumumkan pembatalan 
perjanjian Camp David...  Tentunya orang2 Yahudi bersorak dalam hatinya karena 
tanah mereka bisa ditarik kembali.

Kalo Israel atau Amerika yang membatalkan perjanjian Camp David, maka dunia 
jelas pasti mencemohkannya, sebaliknya yang membatalkan perjanjian Camp David 
itu adalah pihak Palestina itu sendiri sehingga tidak ada negara2 didunia bisa 
menyalahkan Israel ataupun Amerika.  Lebih daripada itu, niat baik Israel dan 
Amerika menerima berdirinya negara Palestina tidak jadi luntur akibatnya, yang 
rusak justru nama Palestina itu sendiri meskipun keuntungan diraup oleh Israel 
dan Amerika.  Memang belum tentu kasak kusuk Israel ini diketahui Amerika, 
namun setelah Amerika dikhianati oleh Arab2 Islam Sunni dalam teror 911, maka 
apa yang dilakukan Israel tidak lagi dihalangi, Amerika sudah merasa berdosa 
terhadap Israel dengan memaksakan perjanjian Camp David.  Jadi Amerika 
bersyukur kalo HAMAS tanpa dipaksa mau membatalkan sepihak perjanjian Camp 
David itu sendiri.

Kalo saja anda betul2 orang Yahudi, maka tanpa susah2 juga perasaannya sama 
dengan perasaan orang2 Yahudi lainnya, yaitu mau mengusir semua Arab2 ini balik 
ke Mesir, selain mengganggu keamanan, juga selalu eksklusif, meskipun mereka 
minoritas tetapi tidak tahu malu me-maki2 negara yang ditinggalinya, me-maki2 
bangsa Israel, melawan hukum berdemo menentang pemerintah dlsb.  Tapi kalo 
pemerintah Israel mengusir orang2 Arab ini dari tanah Israel, tentu dunia 
mencercanya, apalagi Israel merupakan negara demokrasi dan penegak HAM, jelas 
tak mungkin melakukan hal itu.

Jadi seperti juga pembatalan perjanjian Camp David dengan meminjam tangan 
HAMAS, maka apa salahnya sekarang ini pengusiran orang2 Arab nantinya dilakukan 
juga melalui tangan2 Arab lainnya yang sekarang sedang dilanda kekacauan dan 
keambrukan seperti Mesir, Libia dan Tunisia.  Ketiga negara ini dulunya 
merupakan gabungan Republik Persatuan Arab dibawah presiden Gamal Abdul Nasser 
si pencetus perang 1967 yang membawa kekalahan Islam dan Arab secara memalukan.

Jadi tujuan rahasia sebenarnya Israel memblokade total ekonomi maupun 
perlengkapan lainnya adalah agar seluruh orang2 Arab ini mengungsi balik ke 
Mesir.  Tapi Hosni Mubarak juga enggak tolol2 banget, dia harus tunduk kepada 
pemenang perang 1967, maka sewaktu Israel memberlakukan blokadenya, secara 
bersamaan juga Mesir ikut2 memblokade wilayah perbatasannya di Rafah dan 
Ramalah secara ketat agar jangan ada pengungsi bisa lolos masuk ke Mesir.  
Biarlah Arab2 Palestina itu bertempur menyusahkan Israel disana, jangan dilepas 
hidup enak kembali ke Mesir sehingga membuat negara Israel bahagia bisa kembali 
menguasai utuh semua wilayah yang dimilikinya sekarang ini.

Mungkin saja telah terjadi perundingan rahasia antara Mesir dan Israel untuk 
mengembalikan orang2 Arab Mesir, Arab Tunisia, dan Arab Libia yang memenuhi 
Gaza kembali kenegerinya masing2, namun Hosni Mubarak mencla-mencle menghindari 
pembicaraan masalah ini.  Wajar kalo akibatnya seluruh wilayah Arab yang 
menjadi pendukung teror2 Arab Palestina ini akhirnya diambrukin sekalian untuk 
kemudian Arab2 Palestina ini ditendang pulang ke tanah asal nenek moyangnya 
dulu.

Demikianlah ambruknya Mesir, Libya dan Tunisia ternyata disusul dengan veto 
Amerika yang sukses dalam membatalkan berdirinya negara Palestina.

Abbas menyusun tuntutan pengakuan UN untuk menerima Palestina resmi menjadi 
anggauta UN, tetapi ternyata di veto oleh Amerika yang justru sejak 70 tahun 
terakhir ini menjadi pemberi dana utama kepada berdirinya negara Palestina.  
Veto ini nantinya juga akan disusul dengan penghentian total semua bantuan 
Amerika dan UN kepada negara Palestina yang gagal berdiri ini.

Sementara itu disemua kamp2 pengungsian Palestina yang tersebar di Yordania, 
Libanon, Syria, Libia, Tunisia dan Arab Saudia, bantuan makanan dari UN telah 
dipangkas 75%, akibatnya makanan, air minum dan obat2an sangat terbatas alias 
kekurangan.  Penyakit dan kriminal meningkat dalam kamp, penghuni kamp dilarang 
kerja diluar kamp, dilarang menikahi penduduk pribumi dengan pengungsi Arab 
Palestina ini.  Berulang kali terjadi demo berdarah antara pengungsi kamp Arab 
Palestina terhadap masyarakat sekelilingnya yang sangat diskriminatif terhadap 
mereka.

Dengan terjadi keambrukan hampir semua negara2 Arab di Timur Tengah sekarang 
ini, maka urusan pengusiran orang2 Arab Palestina dari wilayah Israel dimasa 
depan menjadi cerah.  Israel tidak perlu lagi menghadapi demo2 lempar batu yang 
menentang pengembangan pemukiman Yahudi.

Demikianlah, dimasa depan Israel akan berkembang pesat dengan mengembangkan 
pemukiman2 Yahudi diseluruh negerinya tanpa diganggu oleh Arab2 dan Islam ini.  
Dan kesemua hasil ini bukan kebetulan atas doa2 orang2 Yahudi kepada Yahweh, 
hasil ini adalah prestasi Mossad dinas rahasia Israel yang berhasi menyusupkan 
anggauta2nya keseluruh Arab dan negara2 Islam yang selama ini mengintervensi 
kemerdekaan negerinya.

Tidak perlu banyak omong, yang penting hasilnya, perjuangan bangsa Israel 
tentunya untuk melindung bangsanya bukan menjadi bangsa perahan Arab2 Islam 
seperti dizaman Nabi besar Muhammad SAW.  Semoga Allah tetap konsistent 
berpihak kepada yang benar yaitu negara Israel.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke