Hal menarik dari Yinka Shonibare adalah, dia seniman kulit hitam pertama yang berkesempatan manggung di Fourth Plinth. Dalam sesi diskusi pameran, Yinka tegas menyatakan bahwa sejarah motif kain Afrika yang indah itu memang berasal (terinspirasi) dari batik Indonesia! Lalu, ke mana itu Menbudpar setelah UNESCO mengukuhkan batik adalah warisan Indonesia untuk dunia? Orgasme & loyo seusai dikukuhi? Puas hanya dengan mengantungi formalitas sekalipun realitanya industri batik sesak napas? Ke mana pula Menindag yang membiarkan batik cap bikinan RRC (motif Jawa & Cirebonan) membanjiri Pasar Tanah Abang, bahkan Solo & Pekalongan? Paling kurang, ke mana itu intel-intel KBRI London, kok sampai luput ada pameran besar yang secara tak langsung ikut mengharumkan nama Indonesia. Pada ke mana agen-agen pemerintah itu? Apa kerja mereka untuk menjaga kibaran Merah Putih? Ketiga agen pemerintah itu wajib tanggap dan berinisiatif. Lakukan sesuatu untuk mengembangkan apa yang sudah dikukuhkan. Perangi pihak-pihak yang masih terus merongrong perbatikan & budaya Indonesia. Tidak terpikirkah misalnya, "merekrut" Yinka Shonibare sebagai Duta Batik.. Percuma kita memrotes Malaysia kalau dengan pernyataan Yinka Shonibare kita bisa langsung menempeleng majikan si Malaysia! http://www.youtube.com/watch?v=PVI11CYyWWY
------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
