Dan jangan lupa pula: siapa yang bisa nyaring bernyanyi.. Soal program mah banyakan asal-asalan aja.
--- In [email protected], "widura" <a.widura@...> wrote: > > Masyarakat indonesia mayoritas masih melihat figur capres nya, bahkan melihat > kepantasan secara jasmaniah...itulah kenapa demokrat bisa menang karena dia > mengusung SBY yg lebih unggul dibanding pesaing2 nya pada waktu itu...program > kerja partai hampir semuanya sama aja... > -----Original Message----- > From: "ajeg" <ajegilelu@...> > Sender: [email protected] > Date: Mon, 07 Mar 2011 05:57:22 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [proletar] Koalisi, Recall, Nikah Siri atau Hubungan Terlarang? > > > Irmanputra Sidin : > > > Bisa jadi semua itu benar jikalau negara > > dilihat dalam konteks ungkapan `ini politik, bung'. > > Pentolan-pentolan Partai Demokrat (yang tergolong partai baru) > seperti Anas, Hayono, sampai Yudhoyono sendiri, sering curhat > bahwa 'politik itu kotor'. Dan mereka (PD) datang untuk mengajari > partai-partai senior tentang apa itu politik yang bermoral dan > bagaimana berpolitik yang santun itu. > > Ini kemunafikan berkepala besar. Politik justru jadi kotor oleh > para munafikun seperti itu. Tak ubahnya FPI yang merasa diri paling > suci dan paling benar padahal sepakterjangnya justru merusak apa > yang katanya mereka bela. > > Sulit dimengerti, bagaimana partai ingusan begitu bisa menang pemilu. > > > > > mengapa Presiden harus menanggapi langsung kisruh koalisi ini > > di hadapan rakyat, kisruh ini bukan kelas presiden karena ini > > urusan `rumah tangga' presiden, bukanlah urusan negara, konstitusi > > alias rakyat! > > Ya, kenapa memaksakan diri untuk cengeng. Atau, tidak terpaksa > samasekali...? > > Merasa wajib menanggapi hal-hal remeh dalam konteks ketatanegaraan > (seperti video Ariel dsb itu) sudah menunjukkan secara langsung > bahwa ybs tidak mengerti tatanegara. Lebih-lebih dia malah bungkam > sejuta bahasa ketika KRI ditembaki kapal perang Kerajaan Malaysia. > Juga menciut ketika FPI mengancam akan menggulingkan Presiden RI. > Selalu keliru antara tatanegara dan tata rumahtangga kepresidenan. > > Masih sulit dimengerti, bagaimana pengecut yang berpikir > terbalik-balik begitu bisa jadi presiden. > > > > > Saya menjadi ragu setelah melihat di > > antara poin kesepakatan koalisi antara parpol dan presiden (Kompas, > > 4/3) di antaranya bahwa parpol anggota koalisi harus mendukung > > kebijakan yang telah diputuskan presiden, baik melalui fraksi di > > DPR maupun saluran lain > > Lebih banyak lagi orang yang belum melihat poin-poin persekongkolan itu. > > Tapi okelah, taruhlah poin seperti itu benar ada, berarti usulan > Fraksi Partai Demokrat untuk angket mafia pajak sesungguhnya adalah > mendukung keputusan presiden. Sebab, mustahil Partai Demokrat lewat > fraksinya di DPR mengkhianati presiden. > > Semakin sulit dimengerti, bagaimana anggota koalisi yang juga > mendukung keputusan presiden itu justru dikatakan tidak sejalan > dengan presiden. > > > > > Ketika ini pula saya menjadi ragu bahwa apakah koalisi dengan > > `janji pernikahannya' adalah `nikah siri' atau sesungguhnya adalah > > hubungan terlarang?. Konstitusi tidak membenarkan kepatuhan dari > > sebuah hubungan terlarang meski telah telanjur. > > Bisa dimengerti. Itu hubungan terlarang sungguhan. > > Sepertinya mereka amat menghayati dan committed > dengan ini... > > http://www.youtube.com/watch?v=bkm1efUhGJ4 > > please take the favors i grant > but don't try to ride on my horse > > don't want you to be high > don't want you out in my world > just you be my ... > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
