Melihat figur itu nggak terelakkan. 
Angela Merkel dicurigai menang karena dia 
figur Jerman Timur yang bisa dijadikan 
simbol keoknya komunis-komunis eks Jertim. 
Juga Gary Hart, gagal jadi presiden AS 
lantaran ketauan sebagai figur hidung belang. 

Partai Demokrat menang di DPR itu jelas 
karena kecurangan jumlah pemilih (DPT). 
Sedangkan SBY-Boediono, menangkah mereka? 

Coba simak angka-angka dari KPU ini: 
Jumlah pemilih dalam pilpres 2009 ada 
sebanyak 176.367.056 orang. 
Pasangan capres SBY-Boediono cuma 
mengumpulkan 73.874.562 suara. 
Artinya, paling sedikit ada 100 juta 
rakyat Indonesia yang tidak memilih 
SBY-Boediono. 

Data itu toh ada wujudnya di lapangan, 
kedatangan SBY di kota manapun di Indonesia 
selalu ditolak, didemo, baik oleh masyarakat, 
buruh, mahasiswa, maupun ibu-ibu. 

Orang mengendus ditangkapnya Antasari Azhar 
ada kaitannya dengan rencana KPK memeriksa 
keuangan KPU. 

--- "widura" <a.widura@...> wrote:

> Masyarakat indonesia mayoritas masih melihat figur capres nya, 
> bahkan melihat kepantasan secara jasmaniah...itulah kenapa demokrat 
> bisa menang karena dia mengusung SBY yg lebih unggul dibanding 
> pesaing2 nya pada waktu itu...program kerja partai hampir semuanya 
> sama aja... 
> -----Original Message-----
> From: "ajeg" <ajegilelu@...>
> 
> Irmanputra Sidin :
> 
> > Bisa jadi semua itu benar jikalau negara 
> > dilihat dalam konteks ungkapan `ini politik, bung'. 
> 
> Pentolan-pentolan Partai Demokrat (yang tergolong partai baru) 
> seperti Anas, Hayono, sampai Yudhoyono sendiri, sering curhat 
> bahwa 'politik itu kotor'. Dan mereka (PD) datang untuk mengajari 
> partai-partai senior tentang apa itu politik yang bermoral dan 
> bagaimana berpolitik yang santun itu. 
> 
> Ini kemunafikan berkepala besar. Politik justru jadi kotor oleh 
> para munafikun seperti itu. Tak ubahnya FPI yang merasa diri paling 
> suci dan paling benar padahal sepakterjangnya justru merusak apa 
> yang katanya mereka bela. 
> 
> Sulit dimengerti, bagaimana partai ingusan begitu bisa menang 
> pemilu. 
> 
> >
> > mengapa Presiden harus menanggapi langsung kisruh koalisi ini 
> > di hadapan rakyat, kisruh ini bukan kelas presiden karena ini 
> > urusan `rumah tangga' presiden, bukanlah urusan negara, 
> > konstitusi alias rakyat!  
> 
> Ya, kenapa memaksakan diri untuk cengeng. Atau, tidak terpaksa 
> samasekali...? 
> 
> Merasa wajib menanggapi hal-hal remeh dalam konteks ketatanegaraan 
> (seperti video Ariel dsb itu) sudah menunjukkan secara langsung 
> bahwa ybs tidak mengerti tatanegara. Lebih-lebih dia malah bungkam 
> sejuta bahasa ketika KRI ditembaki kapal perang Kerajaan Malaysia. 
> Juga menciut ketika FPI mengancam akan menggulingkan Presiden RI. 
> Selalu keliru antara tatanegara dan tata rumahtangga kepresidenan. 
> 
> Masih sulit dimengerti, bagaimana pengecut yang berpikir 
> terbalik-balik begitu bisa jadi presiden. 
> 
> > 
> > Saya menjadi ragu setelah melihat di
> > antara poin kesepakatan koalisi antara parpol dan presiden 
> > (Kompas, 4/3) di antaranya bahwa parpol anggota koalisi harus 
> > mendukung kebijakan yang telah diputuskan presiden, baik melalui 
> > fraksi di DPR maupun saluran lain  
> 
> Lebih banyak lagi orang yang belum melihat poin-poin persekongkolan
> itu. 
> 
> Tapi okelah, taruhlah poin seperti itu benar ada, berarti usulan 
> Fraksi Partai Demokrat untuk angket mafia pajak sesungguhnya adalah 
> mendukung keputusan presiden. Sebab, mustahil Partai Demokrat lewat 
> fraksinya di DPR mengkhianati presiden. 
> 
> Semakin sulit dimengerti, bagaimana anggota koalisi yang juga 
> mendukung keputusan presiden itu justru dikatakan tidak sejalan 
> dengan presiden. 
> 
> >
> > Ketika ini pula saya menjadi ragu bahwa apakah koalisi dengan 
> > `janji pernikahannya' adalah `nikah siri' atau sesungguhnya 
> > adalah hubungan terlarang?. Konstitusi tidak membenarkan 
> > kepatuhan dari sebuah hubungan terlarang meski telah telanjur. 
> 
> Bisa dimengerti. Itu hubungan terlarang sungguhan. 
> 
> Sepertinya mereka amat menghayati dan committed 
> dengan ini... 
> 
> http://www.youtube.com/watch?v=bkm1efUhGJ4 
> 
> please take the favors i grant 
> but don't try to ride on my horse 
> 
> don't want you to be high 
> don't want you out in my world 
> just you be my ... 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke