Wo saya tahu kalau gitu Yusfiq bukannya gak mau punya anak,ning karena Marlene takut nanti anaknya tirun Yusfiq yg kayak beruk,sebab reasoning2 yg paling cocok itu:
1.Alat reproduksi :katanya normal. 2.Gak ada asuransi:tinggal nitipkan,jadi bukan. 3.Marlene takut anaknya tirun Yusfiq yg kayak Beruk.La ini masuk akal. Shalom, Tawangalun. --- In [email protected], "ndeboost" <rambitesemak@...> wrote: > > Di bbrp negara yg para bencong anggap suwargo sekarang, ga mikir > asuransi Pak. Setahu nDeboost, di Inggris maupun Perancis banyak cewe > (usia <18 tahun yg mbawa "titipan" beberapa cowo) keuangannya 100% > dijamin negara. (Kalik ini juga dialami Pak @Yusfiq) Kalau para cewe/ibu > ini ga sanggup ngurus anak, nanti Dept. Sosial(?)nya dateng ngambil tuh > anak "malang" utk dijadikan anak negara (?). nDeboost tahu di Inggris > ada seorang ibu nyandu berat alkohol kerjanya beranak namun ga keurus. > (Kebanyakan anaknya adalah hasil "titipan" saat dia mabuk). > Salah satu anak "malang" ini, cewe, usia lk 10 th dititipkan negara ke > suatu keluarga sohibnya kel kami (saat itu) di Inggris. Dari raut > mukanya, terlihat dia ini tahu bin menyadari kondisinya. Sama "ortu > asuhnya", Subhanallah, patuhnya luar biasa. (Anak kandung diusia sekian > masih mau "tawar menawar" sama kita-kita para ortu.) Namun, katanya, > saat dibesukh ibunya ketemu saja ga mau, milih ngurung. > > Jadi ada anak baik dari ibu tengik namun ada yang sebaliknya. Jadi > bencon karena pergaulannya. > --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@> wrote: > > > > Tapi ada asuransipun toh ada yg takut punya anak ,was was kalau gak > bisa mangan.Jadi kasihan kalau mati nanti gak ada yg nangisi malah > banyak wong Proletar yg seneng seneng. > > > > > > Shalom, > > Tawangalun. > > > > --- In [email protected], "Jusfiq" kesayangan.allah@ wrote: > > > > > > > > > Dan Dipo yang memang gila itu bilang tidak ada yang bisa ditiru dari > negeri > > > Belanda.. > > > > > > Asuransi jaminan kesehatan yang aduhai di negeri Belanda misalnya > sungguhlayak > > > ditiru, hingga hal-yang menyedihkan seperti dibawah ini tidak perlu > terjadi lagi > > > di Indonesia. > > > > > > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote: > > > > > > > > Refl: Beginilah keadaan pelayanan kesehatan kerajaan neo-Mojopahit > terhadap warganegaranya. Masihkah anda ragu-ragu untuk tidak > mempertahankan harga matinya? > > > > > > > > > http://metro-daerah.blogspot.com/2011/03/tak-mampu-bayar-persalinan-ibu-\ > dan-bayi.html > > > > > > > > Selasa, Maret 08, 2011 > > > > Tak Mampu Bayar Persalinan, Ibu dan Bayi Disekap > > > > > > > > MEDAN, M86 - Karena tidak mampu membayar biaya persalinan, ibu dan > bayinya yang baru berumur tujuh hari diduga disekap pihak Rumah Sakit > Bahagia, Jalan Bahagia By Pass, Medan, Selasa (08/03) siang. > > > > > > > > Ibu dan bayinya kini berada di dalam kamar ruang inap bayi, > sebelum dapat membayar adminitrasi sebesar Rp 3.500.000. Berdasarkan > keterangan yang diperoleh Javanewsonline dari rumah sakit, pihak rumah > sakit tidak memperbolehkan Eva Hailani dan bayinya untuk meninggalkan > rumah sakit, sebelum membayar administrasi. > > > > > > > > Padahal, pasangan Eva dan suaminya Rusli sudah berulang kali > memohon agar pembayaran uang persalinannya secara bertahap, namun tetap > saja pihak rumah sakit tidak mengabulkan permohonan mereka, hingga Eva > dan anaknya harus ditahan selama tujuh hari untuk tidak meninggalkan > rumah sakit. > > > > > > > > Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, pihak rumah sakit memasang > besi di depan pintu ruang rawat inap tempat Eva dan anaknya dirawat > dengan maksud agar mereka tidak bisa melarikan diri. > > > > > > > > Pasangan Eva Hailani dan Rusli, warga Jalan Air Bersih Medan, > masuk ke rumah sakit tersebut atas rujukan oleh bidan tanggal 24 > Februari lalu di Rumah Sakit Bahagia Medan ini Eva terpaksa harus > melakukan persalinan melalui operasi cesar 27 Februari 2011 yang > mengakibatkan besarnya biaya persalinannya. > > > > > > > > Menurut Eva pada wartawan, biaya persalinan sangat besar, dimana > kehidupan mereka sendiri pas-pasan. Mereka sudah memohon pada pihak > rumah sakit dengan melakukan pembayaran cicil, itupun tidak direspon > dari pihak rumah sakit, sambil menggendong anaknya. > > > > > > > > Petugas Kepolisian Polsekta Medan Kota yang tiba di rumah sakit > tersebut, langsung melakukan penyelidikan, guna mengetahui duduk > permasalahan terhadap ibu dan bayi tersebut. > > > > > > > > Sementara itu, dari pihak rumah sakit sendiri enggan memberi > keterangan seputar dugaan adanya pnyekapan ibu dan bayinya di rumah > sakit ini. Salah seorang perawat yang tidak bersedia namanya disebutkan, > meminta masalah ini jangan dimuat, dimana pemilik rumah sakit saat ini > keberadaannya di Jakarta. (dya) > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
