Keknya di Inggris/Perancis kalau RS-nya ga milih namun "ditentukan" ga
ditarik biaya persalinan. Jadi kawan ini pasti ada yg lebih besar yg
menghalangi ga mau punya anak (dg isteri syahnya)

Di Indonesia WNI Sepuh (Sr. Citizen) naik KA dpt potongan 20%. Di
Inggris,  naik bus keliling kota (setelah punya kartu khusus), sr
citizen ga perlu bayar!!

nTah kalau negeri Landa?

--- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:
>
>
>
> nekat aja kalo penghasian 1200 euro sebulan mau punya anak.
> buat miara ikan koki aja ga cukup.
>
> --- In [email protected], "Tawangalun" tawangalun@ wrote:
> >
> > Tapi ada asuransipun toh ada yg takut punya anak ,was was kalau gak
bisa mangan.Jadi kasihan kalau mati nanti gak ada yg nangisi malah
banyak wong Proletar yg seneng seneng.
> >
> >
> > Shalom,
> > Tawangalun.
> >
> > --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@> wrote:
> > >
> > >
> > > Dan Dipo yang memang gila itu bilang tidak ada yang bisa ditiru
dari negeri
> > > Belanda..
> > >
> > > Asuransi jaminan kesehatan yang aduhai di negeri Belanda misalnya
sungguhlayak
> > > ditiru, hingga hal-yang menyedihkan seperti dibawah ini tidak
perlu terjadi lagi
> > > di Indonesia.
> > >
> > > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> > > >
> > > > Refl: Beginilah keadaan pelayanan kesehatan kerajaan
neo-Mojopahit terhadap warganegaranya. Masihkah anda ragu-ragu untuk
tidak mempertahankan harga matinya?
> > > >
> > > >
http://metro-daerah.blogspot.com/2011/03/tak-mampu-bayar-persalinan-ibu-\
dan-bayi.html
> > > >
> > > > Selasa, Maret 08, 2011
> > > > Tak Mampu Bayar Persalinan, Ibu dan Bayi Disekap
> > > >
> > > > MEDAN, M86 - Karena tidak mampu membayar biaya persalinan, ibu
dan bayinya yang baru berumur tujuh hari diduga disekap pihak Rumah
Sakit Bahagia, Jalan Bahagia By Pass, Medan, Selasa (08/03) siang.
> > > >
> > > > Ibu dan bayinya kini berada di dalam kamar ruang inap bayi,
sebelum dapat membayar adminitrasi sebesar Rp 3.500.000. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh Javanewsonline dari rumah sakit, pihak rumah
sakit tidak memperbolehkan Eva Hailani dan bayinya untuk meninggalkan
rumah sakit, sebelum membayar administrasi.
> > > >
> > > > Padahal, pasangan Eva dan suaminya Rusli sudah berulang kali
memohon agar pembayaran uang persalinannya secara bertahap, namun tetap
saja pihak rumah sakit tidak mengabulkan permohonan mereka, hingga Eva
dan anaknya harus ditahan selama tujuh hari untuk tidak meninggalkan
rumah sakit.
> > > >
> > > > Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, pihak rumah sakit memasang
besi di depan pintu ruang rawat inap tempat Eva dan anaknya dirawat
dengan maksud agar mereka tidak bisa melarikan diri.
> > > >
> > > > Pasangan Eva Hailani dan Rusli, warga Jalan Air Bersih Medan,
masuk ke rumah sakit tersebut atas rujukan oleh bidan tanggal 24
Februari lalu di Rumah Sakit Bahagia Medan ini Eva terpaksa harus
melakukan persalinan melalui operasi cesar 27 Februari 2011 yang
mengakibatkan besarnya biaya persalinannya.
> > > >
> > > > Menurut Eva pada wartawan, biaya persalinan sangat besar, dimana
kehidupan mereka sendiri pas-pasan. Mereka sudah memohon pada pihak
rumah sakit dengan melakukan pembayaran cicil, itupun tidak direspon
dari pihak rumah sakit, sambil menggendong anaknya.
> > > >
> > > > Petugas Kepolisian Polsekta Medan Kota yang tiba di rumah sakit
tersebut, langsung melakukan penyelidikan, guna mengetahui duduk
permasalahan terhadap ibu dan bayi tersebut.
> > > >
> > > > Sementara itu, dari pihak rumah sakit sendiri enggan memberi
keterangan seputar dugaan adanya pnyekapan ibu dan bayinya di rumah
sakit ini. Salah seorang perawat yang tidak bersedia namanya disebutkan,
meminta masalah ini jangan dimuat, dimana pemilik rumah sakit saat ini
keberadaannya di Jakarta. (dya)
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke