MUI belum pernah mengeluarkan fatwa larangan merokok, institusi Islam ini hanya mendiskriminasi siapa yang boleh merokok.
Wanita hamil dan anak2 difatwakan MUI tidak boleh merokok, sedangkan suami, ulama, imam dan semua laki2 dibolehkan merokok asal bukan berasal dari mencuri semuanya halal. > "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > Fatwa MUI yang layak direnungin > antara lain Fatwa MUI Sumbar > waktu gempa di Padang tempohari. > Mereka minta pencarian korban > dihentikan karena sudah lewat > 7 hari. Sedangkan untuk korban > yang tertimbun reruntuhan > bangunan di perkotaan pencarian > wajib diteruskan sampai dapat, > dalam keadaan hancur sekalipun. > MUI nggak beda dengan penasehat > rohani di kerajaan Romawi atau > bishop di kerajaan Inggris dsk. > Cuma corong penguasa. > Pencarian korban tujuannya adalah bukan cuma untuk kepentingan pemerintah saja, melainkan juga untuk kepentingan keluarganya. Dan belum tentu korban yang terperangkap reruntuhan sebulan lebih harus dipastikan mati, karena bukti sejarah ternyata ada korban yang bisa bertahan selama 6 bulan dibawah reruntuhan sebelum ditemukan. Ternyata selama terkurung atau terjepit di reruntuhan ada tetesan air yang bisa ditelan oleh korban. Jadi tidak bisa kita menentukan mati hidupnya seseorang, apalagi bagi mereka yang beragama yang harusnya yakin bahwa rencana Allah tidak ada yang bisa menebaknya. Memanfaatkan kepercayaan masyarakat untuk kepentingan penguasa adalah "korupsi". Dulu raja2 itu adalah pemilik negara sehingga apapun yang dilakukannya tidak bisa dinamakan korupsi karena memang miliknya. Dalam negara demokrasi tidak seharusnya ada institusi agama Islam seperti MUI ini. Karena MUI itu sendiri sebetulnya membunuh demokrasi itu sendiri dan mendorong pelanggaran2 HAM yang sejalan dengan Syariah Islam. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
