Ya, memang banyak juga muslim yang menentang ekstrimis beragama 
Islam maupun beragama lain. 

Persoalannya, pemerintahan negara-negara yang didukung neocon 
selalu banyak muka banyak cakap. Mereka butuh ekstrimis untuk dtunggangi 
sebagai kambing hitam di saat yang tepat. 

Sekedar contoh di Indonesia, kasus Monas & Cikesik. 

Australia yang sebelumnya adem pun mendadak beringas ketika 
dipimpin Howard. Lewat tangan polisi federalnya Howard mengacak-
acak Bali lebih dari satu bulan tapi bahkan "nggak nemu" siapa 
pembom Sari Club & Paddy's Cafe. 

Polri, hanya dalam tempo seminggu bukan cuma nemu, tapi juga 
mencokok Amrozi cs hidup-hidup. 

--- ayub yahya <ayubyahya@...> wrote:

> mungkin alasan dibawah ini masuk akal...
> 
> --- Teddy S. <teddyr@...> wrote:
>  
> > Para extrimis ini tidak mewakili semua orang Muslim, tapi banyak 
> > orang Muslim akan dicap kafir jika mereka berani berbicara 
> > menentang orang-orang garis keras ini. Dengan demikian debat  
> > dalam komunitas Muslim ditekan dan para extrimis bisa berlaku 
> > seakan mereka mewakili semua penganut Islam. 








------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke