Clinton nglembur dg Monica itu sekedar mau ngasih data kesaya bahwa lanang itu 
lebih hobby gituan makane Polygami itu betul ,lebih ngambah lemah.Buktinya:

1.Bung Karna bininya berapa,kenapa Mega suaminya gur satu.
2.PM Inggris entah John Calaghan atau sopo saya lupa ada yg molygami si Pamella 
Bordes,kenapa nek PM Indira Gandhi dan Benazir enggak?
3.Gus Dur saja gak mau ketinggalan dia mangku Aryaty.

Shalom,
Tawangalun.

--- In [email protected], "ndeboost" <rambitesemak@...> wrote:
>
> Pak @Tawang bukanlah Clinton yg presiden negara "beradab', ga bisa
> bedain kantor apa rumah lodhe.
> --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> >
> > Tawang,
> >
> > Kamu pake jampi-jampi ilmu gurun pasir jadi tidak ulat seperti orang
> kafir, Kamu dikibulin oleh orang Arab dengan dongeng seribu satu malam, 
> Pakailah dan belajar ilmu kafir dan jadilah orang kafir. Kalau Allah
> Arab itu ada maka dia akan memberkati mu karena kamu giat dan rajin
> sebagai orang Kafir Jepun.
> >
> > Kamu pakai gelar insinyur hanya bikin takut semut saja atau juga
> mesum-mesum dengan cewek-cewek di kantor. Untung tidak ketangkep, kalau
> ketangkep jadi headline seperti syeik Puji.
> >
> > Wass
> >
> >
> >   ----- Original Message -----
> >   From: Tawangalun
> >   To: [email protected]
> >   Sent: Monday, March 21, 2011 10:15 AM
> >   Subject: [proletar] Re: Mengapa di Jepang Tidak Ada Penjarahan Meski
> Menderita?
> >
> >
> >
> >   Segala pudji jelas kagungane Gusti Allah.Saya muji wong Jepang itu
> akirnya memuji yg ngasih sifat wong Jepang kok ulet.Ning saya walupun
> sifatnya gak seulet Jepang perlu bersyukur juga,soale nanti yg dinilai
> Allah itu bukan cukongnya atau superpowernya ning TAQWAne.La saya dalam
> hal Taqwa ini boleh mau bersaing dg Jepang.Tapi jangan mimpi RI bisa
> nyaingi teknology Jepun,wong dia 1945 wis enjoh ngebom Amerika kok.
> >
> >   Shalom,
> >   Tawangalun.
> >
> >   --- In [email protected], "sunny" ambon@ wrote:
> >   >
> >   > Tawang,
> >   >
> >   > Kamu bilang Jepang lebih ulet, berarti kamu puji kafir dan ilmu
> sihir mereka. FPI bisa marah dan mereka bikin demo di depan rumah mu.
> Jadi minta maaf bahwa kamu keliru. hehehe
> >   >
> >   > Wass
> >   >
> >   > ----- Original Message -----
> >   > From: Tawangalun
> >   > To: [email protected]
> >   > Sent: Monday, March 21, 2011 8:27 AM
> >   > Subject: [proletar] Re: Mengapa di Jepang Tidak Ada Penjarahan
> Meski Menderita?
> >   >
> >   >
> >   >
> >   > Jepang itu lebih ulet mBon dia huruf Kangjinya saja tak kurang
> 5000 sedang Ho no Co ro ko kan cuman 20.Saya pernah ngajak tukar guling
> wong Jepang seluruhnya pindah RI,dan sebaliknya wong RI pindah ke
> Jepang.Sama2 hanya bawa koper tok pabrik mau ditinggal.
> >   > Nah 10 tahu kemudia RI jadi semegah Jepang sebaliknya Jepangnya
> jadi besi tua semua.makane aku gak berani lagi ngajak tukar guling sama
> mereka.
> >   >
> >   > Shalom,
> >   > Tawangalun.
> >   >
> >   > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> >   > >
> >   > > Refleksi : Mungkin jawaban tepat terhadap pertanyaan artikel di
> bawah ini ialah karena orang Jepang adalah kafir, jadi tahu aturan
> kehidupan bermasyarakat dan oleh sebab itu sekalipun negerinya miskin
> sumber daya alam bisa maju menjadi negeri industri modern dengan
> berkedudukan sebagai salah negeri berpontensi eknomi raksasa dalam skala
> international.
> >   > >
> >   > >
> >   > >
> http://www.indonesiamedia.com/2011/03/20/mengapa-di-jepang-tidak-ada-pen\
> jarahan-meski-menderita/
> >   > >
> >   > > Mengapa di Jepang Tidak Ada Penjarahan Meski Menderita?
> >   > > Posted on March 20 2011 by Tjandra Ghozali / IM
> >   > >
> >   > >
> >   > > Warga Jepang saat ini tentu saja menderita, setelah gempa dan
> tsunami, mereka kuatir dengan ledakan nuklir. Ribuan orang tewas. Jutaan
> lainnya kini terlunta-lunta. Mereka bertahan hidup tanpa rumah,
> kekurangan air, kekurangan pangan, dan obat-obatan. Meskipun begitu, ada
> satu hal yang menarik yaitu tidak adanya pemandangan penjarahan
> supermarket.
> >   > >
> >   > > Padahal dalam berbagai bencana di sejumlah negara, penjarahan
> kerap terjadi. Usai gempa dahsyat di Haiti dan Chile, usai banjir besar
> di Inggris tahun 2007, indonesia, maupun usai badai Katrina di Amerika
> Serikat. Semua penduduknya menjarah bahan pangan untuk bertahan hidup.
> Tapi ini tidak terjadi di Jepang. Mengapa?
> >   > >
> >   > > Jurnalis Ed West dalam artikelnya di Telegraph yang tengah
> berada di Jepang mengaku kaget melihat bagaimana budaya Jepang yang
> masih sangat disiplin meski di tengah bencana dan kesusahan. Ed melihat
> bagaimana supermarket justru menurunkan harga bahan makanannya, bukannya
> menaikkan ataupun mengambil untung. Bahkan di sejumlah mesin penyedia
> makanan dan minuman otomat juga dibuka secara gratis. "Rakyat bekerja
> sama untuk selamat semuanya," ujar Ed.
> >   > >
> >   > > Bisa jadi ini merupakan budaya Jepang yang sudah tertanam begitu
> dalam di alam bawah sadar mereka. Ada nilai-nilai yang tetap dijalani
> dalam kondisi apapun. Tanggapan beberapa pembaca CNN mengapa warga
> Jepang tidak menjarah toko untuk bertahan hidup yaitu "Dua kata :
> Kebanggaan nasional. Warga Jepang sangat menyintai negara mereka, dan
> rela melakukan apapun untuk itu. Ini berbeda dengan Amerika Serikat.
> Kami warga AS memang cinta AS tapi kami melakukan apa saja untuk diri
> kami dulu." Itulah salah satunya.
> >   > >
> >   > > Warga Jepang tidak melihat bencana ini sebagai kesempatan untuk
> mencuri apapun. Kita salut dan bangga pada mereka. Senantiasa bawa
> Jepang dalam doa Anda. Dan mari kita mulai belajar kepada rakyat Jepang,
> mereka memberi 'terang' di tengah situasi mereka yang serba susah itu.
> >   > >
> >   > > Print PDF
> >   > >
> >   > > [Non-text portions of this message have been removed]
> >   > >
> >   >
> >   >
> >   >
> >   >
> >   >
> >   > [Non-text portions of this message have been removed]
> >   >
> >
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke