grepe goblok, ngga malu dan ngga bosen2nya pamer ketololan di sini.

penduduk haiti 96% kresten.
dari 96% itu yg 80% nya katolik roma, sisanya protestan.
setengah dari para pemeluk kresten itu tukang santet.
lu baca di sini biar rada pinteran dikit:

https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ha.html

Religions:
Roman Catholic 80%, Protestant 16% (Baptist 10%, Pentecostal 4%, Adventist 1%, 
other 1%), none 1%, other 3%
note: roughly half of the population practices voodoo

udah ngga tau ada onta di ostrali, sekarang ngga ngerti statistik.
dasar goblok kayak si ambon.

--- In [email protected], "great.pretender2000" 
<great.pretender2000@...> wrote:
>
> Haiti itu yang ngerampok yang muslimnya...
> 
> gp
> 
> 2011/3/21 johny_indon <johny_indon@...>
> 
> >
> >
> >
> >
> > waktu abis gempa di haiti juga rame penjarahan tuh.
> > sekarang gua bingung, haiti kafir apa bukan mbon?
> > dasar ambon blo'on, apa2 di hubung2kan sama kafir non kafir.
> > sama begonya sama si grepe yg ngga tau di ostrali ada onta.
> >
> >
> > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> > >
> > > Refleksi : Mungkin jawaban tepat terhadap pertanyaan artikel di bawah ini
> > ialah karena orang Jepang adalah kafir, jadi tahu aturan kehidupan
> > bermasyarakat dan oleh sebab itu sekalipun negerinya miskin sumber daya alam
> > bisa maju menjadi negeri industri modern dengan berkedudukan sebagai salah
> > negeri berpontensi eknomi raksasa dalam skala international.
> > >
> > >
> > >
> > http://www.indonesiamedia.com/2011/03/20/mengapa-di-jepang-tidak-ada-penjarahan-meski-menderita/
> > >
> > > Mengapa di Jepang Tidak Ada Penjarahan Meski Menderita?
> > > Posted on March 20 2011 by Tjandra Ghozali / IM
> > >
> > >
> > > Warga Jepang saat ini tentu saja menderita, setelah gempa dan tsunami,
> > mereka kuatir dengan ledakan nuklir. Ribuan orang tewas. Jutaan lainnya kini
> > terlunta-lunta. Mereka bertahan hidup tanpa rumah, kekurangan air,
> > kekurangan pangan, dan obat-obatan. Meskipun begitu, ada satu hal yang
> > menarik yaitu tidak adanya pemandangan penjarahan supermarket.
> > >
> > > Padahal dalam berbagai bencana di sejumlah negara, penjarahan kerap
> > terjadi. Usai gempa dahsyat di Haiti dan Chile, usai banjir besar di Inggris
> > tahun 2007, indonesia, maupun usai badai Katrina di Amerika Serikat. Semua
> > penduduknya menjarah bahan pangan untuk bertahan hidup. Tapi ini tidak
> > terjadi di Jepang. Mengapa?
> > >
> > > Jurnalis Ed West dalam artikelnya di Telegraph yang tengah berada di
> > Jepang mengaku kaget melihat bagaimana budaya Jepang yang masih sangat
> > disiplin meski di tengah bencana dan kesusahan. Ed melihat bagaimana
> > supermarket justru menurunkan harga bahan makanannya, bukannya menaikkan
> > ataupun mengambil untung. Bahkan di sejumlah mesin penyedia makanan dan
> > minuman otomat juga dibuka secara gratis. "Rakyat bekerja sama untuk selamat
> > semuanya," ujar Ed.
> > >
> > > Bisa jadi ini merupakan budaya Jepang yang sudah tertanam begitu dalam di
> > alam bawah sadar mereka. Ada nilai-nilai yang tetap dijalani dalam kondisi
> > apapun. Tanggapan beberapa pembaca CNN mengapa warga Jepang tidak menjarah
> > toko untuk bertahan hidup yaitu "Dua kata : Kebanggaan nasional. Warga
> > Jepang sangat menyintai negara mereka, dan rela melakukan apapun untuk itu.
> > Ini berbeda dengan Amerika Serikat. Kami warga AS memang cinta AS tapi kami
> > melakukan apa saja untuk diri kami dulu." Itulah salah satunya.
> > >
> > > Warga Jepang tidak melihat bencana ini sebagai kesempatan untuk mencuri
> > apapun. Kita salut dan bangga pada mereka. Senantiasa bawa Jepang dalam doa
> > Anda. Dan mari kita mulai belajar kepada rakyat Jepang, mereka memberi
> > 'terang' di tengah situasi mereka yang serba susah itu.
> > >
> > > Print PDF
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
> >  
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke