Dalam beberapa hari saja negara Barat mulai memberlakukan 'No Fly Zone' di 
Lybia, sesuai dengan Resolusi PBB 1973, negara2 koalisi sekutu sudah mulai 
tampak goyah dan terlihat perpecahan diantara sesama koalisi sekutu.  

Presiden Obama sudah menyatakan akan mundur dari pimpinan koalisi 'in a matter 
of days not in a matter of weeks' sehingga membuat koalisi menjadi goyah 
kehilangan pimpinan.  Robert Gates sudah menyatakan bahwa, 'enforcing an air 
exclusion zone in Lybia would be tantamount to a declaration of war'. 

NATO yang didukung oleh Prancis dan Inggris masih sibuk merundingkan siapa 
pimpinan koalisi sesudah Amerika Serikat mundur dari pimpinan koalisi.  Jerman 
dan Turki menolak ikut campur NATO dalam operasi militer di Lybia ini karena 
akan menjadi perang berkepanjangan.

Sebenarnya, kriteria yang disebut 'No Fly Zone' juga masih dalam perdebatan.  

Prancis dan Jerman berbeda pendapat, Prancis sudah menyerbu dan menjatuhkan bom 
hari Sabtu secara tergesa-gesa tanpa perencanaan dari koalisi.  Sarkozy sangat 
bernafsu untuk 'memperbaiki' kesalahannya karena sudah mendukung Ben Ali di 
Tunisia.  

Sekarang, Sarkozy secara terburu-buru mengakui pemberontak di Benghazi 'Lybian 
Interim Transtitional National Council' yang membagi Lybia menjad 2 bagian, 
Barat oleh Ghadaffy, Timur oleh pemberontakj di Benghazy.  Disamping itu, 
rating Sarkozy berada dibawah Le Pen sehingga Sarkozy harus mendongkrak poll 
untuk pemilu.

Kanselir Jerman Merkel menentang military action karena berdasarkan pengalaman 
Pentagon di Iraq 1993 dan 2003, No Fly Zone selalu diikuti oleh military 
operation yang artinya invasi tentara darat memasuki kawasan negara tersebut.  
Rakyat Jerman sangat tidak mendukung keterlibatan Jerman dalam operasi militer 
lagi.

Liga Arab mendukung 'No Fly Zone' tetapi menolak intervensi militer asing di 
Lybia.  Bahkan Sekjen Liga Arab Amr Moussa secara jelas menyatakan bahwa, "The 
Arab League had not backed invasion of Lybia.  All it had done was to call for 
a no fly zone over Lybia NOT aerial of bombardment or attacks".  Hal yang 
dilanggar oleh Prancis ketika menjatuhkan bom secara membabi buta.

Dari 21 negara2 Liga Arab, tidak termasuk Lybia, hanya 4 negara yang menghadiri 
Paris Summit ketika membahas invasi ke Lybia.  Dari 12 negara yang 
menandatangani 'Resolusi 1973' PBB hanya 2 ada negara Arab, Qatar dan Uni 
Emirate Arab, yang memberikan sedikit sekali kontribusinya (2 pesawat?).  
Washington sudah mendesak supaya Arab Saudi ikut kontribusi tapi Kerajaan Arab 
Saudi menolak desakan Washington.

Resolusi 1973 Dewan Keamanan PBB diusulkan oleh Prancis, Inggris, Amerika 
Serikat dan Lebanon.  Resolusi ini didukung oleh 10 negara dan ditolak oleh 
negara2 yang tergabung dalam BRIC (Brazil, Rusia, India, China).  Negara Jerman 
dan Turki menolak memberikan kontribusi karena operasi militer terhadap Lybia 
ini akan membawa pada konflik militer berkepanjangan yang tidak jelas exit 
strategy nya.  

Untuk pertama kalinya terjadi negara2 yang tergabung dalam BRIC telah 
bertentangan dengan negara2 Barat yang melihat perbedaan dalam definisi 'war 
and peace'.  Negara2 yang tergabung dalam BRIC menyatakan bahwa intervensi 
negara2 Barat dengan alasan 'humanitarian' telah melanggar konsep kedaulatan 
sebuah negara.

Negara2 Barat yang tergabung dalam koalisi, Prancis, Inggris dan Amerika 
Serikat, harus sudah bisa mendongkel Ghadafy dalam waktu yang singkat dan harus 
melakukannya tanpa invasi militer darat ke Lybia.  Jika sampai terjadi invasi 
militer darat, maka sudah dapat dibayangkan akan terjadi perang yang 
berkepanjangan dengan rakyat Lybia.  

Seperti sudah diketahui, Resolusi 1973 hanya menyatakan 'No Fly Zone', tidak 
ada yang menyatakan mengganti Ghadafy dan invasi militer darat.  Akan sangat 
sulit menjatuhkan Ghadafy tanpa invasi militer darat karena militer Lybia masih 
mendukung Ghadafy.

Jika Ghadafy masih bisa bertahan di Lybia, dapat dibayangkan bahwa kontrak 
minyak di Lybia akan diberikan ke Rusia, China, dan Brazil sebagai gantinya 
kontrak ke perusahaan ENI (Itali), Total (Prancis) dan BP (Inggris).

Jadinya debat yang terjadi sekarang adalah pembenaran invasi ke Lybia oleh 
negara Barat yang dikatakan 'humanitarian' yang didukung oleh Prancis, Inggris 
dan Amerika Serikat dan penolakan invasi negara Barat oleh BRIC yang mengatakan 
bahwa negara2 Barat telah melanggar kedaulatan sebuah negara.




============






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke