Kasus Libya, Tunisia dan daerah Afrika Timur menurutku lebih banyak perang 
antar poldun dengan kelompok BRIC, dimana si Poldun selalu kalah set melulu, 
karena kepongahannya, sehingga sering kedodoran, akibatnya si poldun jadi 
panik gak puguh.

Khusus Lybia pada intinya tetap saja si poldun, dan si poldun nyadar bakalan 
keok lagi, karena tidak semua negara di sekitar afrika timur dan timur 
tengah mendukung gerakan fly zone yang status nya berubah menjadi membom 
dengan membabi buta, baru ngeh bahwa bila ini dilakukan terus akan kena 
batunya, terutama dari kelompok BRIC.

Khadafy pernah pidato bahwa minyak nantinya akan dijual bukan dalam bentuk 
dollar melainkan mata uang asing lainnya ( BRIC ), dan hal ini membuat sebal 
si poldun.

Tunisia setahuku pemerintah aslinya mendapat dukungan RRC, dan pemberontak 
mendapatkan dukungan barat, RRT mah tidak pernah frontal, jadi mundur 
teratur dan menggebuk di bidang lain.

Poldun menurutku dalam waktu tidak lama lagi akan menjadi mantan hansip 
doangan, karena terus kena berondong kelompok BRIC, sayangnya pemerintah 
Indonesia lebih suka menjadi anjing penjaga doangan sehingga tidak pernah 
bisa bersikap tegas di bidang luar negeri. ( tadinya aku kira Menlunya 
dodol, ternyata bukan juga )

sur.
----- Original Message ----- 
From: "rezameutia" <[email protected]>


> Dalam beberapa hari saja negara Barat mulai memberlakukan 'No Fly Zone' di 
> Lybia, sesuai dengan Resolusi PBB 1973, negara2 koalisi sekutu sudah mulai 
> tampak goyah dan terlihat perpecahan diantara sesama koalisi sekutu.
>
> Presiden Obama sudah menyatakan akan mundur dari pimpinan koalisi 'in a 
> matter of days not in a matter of weeks' sehingga membuat koalisi menjadi 
> goyah kehilangan pimpinan.  Robert Gates sudah menyatakan bahwa, 
> 'enforcing an air exclusion zone in Lybia would be tantamount to a 
> declaration of war'.
>
> NATO yang didukung oleh Prancis dan Inggris masih sibuk merundingkan siapa 
> pimpinan koalisi sesudah Amerika Serikat mundur dari pimpinan koalisi. 
> Jerman dan Turki menolak ikut campur NATO dalam operasi militer di Lybia 
> ini karena akan menjadi perang berkepanjangan.
>
> Sebenarnya, kriteria yang disebut 'No Fly Zone' juga masih dalam 
> perdebatan.
>
> Prancis dan Jerman berbeda pendapat, Prancis sudah menyerbu dan 
> menjatuhkan bom hari Sabtu secara tergesa-gesa tanpa perencanaan dari 
> koalisi.  Sarkozy sangat bernafsu untuk 'memperbaiki' kesalahannya karena 
> sudah mendukung Ben Ali di Tunisia.
>
> Sekarang, Sarkozy secara terburu-buru mengakui pemberontak di Benghazi 
> 'Lybian Interim Transtitional National Council' yang membagi Lybia menjad 
> 2 bagian, Barat oleh Ghadaffy, Timur oleh pemberontakj di Benghazy. 
> Disamping itu, rating Sarkozy berada dibawah Le Pen sehingga Sarkozy harus 
> mendongkrak poll untuk pemilu.
>
> Kanselir Jerman Merkel menentang military action karena berdasarkan 
> pengalaman Pentagon di Iraq 1993 dan 2003, No Fly Zone selalu diikuti oleh 
> military operation yang artinya invasi tentara darat memasuki kawasan 
> negara tersebut.  Rakyat Jerman sangat tidak mendukung keterlibatan Jerman 
> dalam operasi militer lagi.
>
> Liga Arab mendukung 'No Fly Zone' tetapi menolak intervensi militer asing 
> di Lybia.  Bahkan Sekjen Liga Arab Amr Moussa secara jelas menyatakan 
> bahwa, "The Arab League had not backed invasion of Lybia.  All it had done 
> was to call for a no fly zone over Lybia NOT aerial of bombardment or 
> attacks".  Hal yang dilanggar oleh Prancis ketika menjatuhkan bom secara 
> membabi buta.
>
> Dari 21 negara2 Liga Arab, tidak termasuk Lybia, hanya 4 negara yang 
> menghadiri Paris Summit ketika membahas invasi ke Lybia.  Dari 12 negara 
> yang menandatangani 'Resolusi 1973' PBB hanya 2 ada negara Arab, Qatar dan 
> Uni Emirate Arab, yang memberikan sedikit sekali kontribusinya (2 
> pesawat?).  Washington sudah mendesak supaya Arab Saudi ikut kontribusi 
> tapi Kerajaan Arab Saudi menolak desakan Washington.
>
> Resolusi 1973 Dewan Keamanan PBB diusulkan oleh Prancis, Inggris, Amerika 
> Serikat dan Lebanon.  Resolusi ini didukung oleh 10 negara dan ditolak 
> oleh negara2 yang tergabung dalam BRIC (Brazil, Rusia, India, China). 
> Negara Jerman dan Turki menolak memberikan kontribusi karena operasi 
> militer terhadap Lybia ini akan membawa pada konflik militer 
> berkepanjangan yang tidak jelas exit strategy nya.
>
> Untuk pertama kalinya terjadi negara2 yang tergabung dalam BRIC telah 
> bertentangan dengan negara2 Barat yang melihat perbedaan dalam definisi 
> 'war and peace'.  Negara2 yang tergabung dalam BRIC menyatakan bahwa 
> intervensi negara2 Barat dengan alasan 'humanitarian' telah melanggar 
> konsep kedaulatan sebuah negara.
>
> Negara2 Barat yang tergabung dalam koalisi, Prancis, Inggris dan Amerika 
> Serikat, harus sudah bisa mendongkel Ghadafy dalam waktu yang singkat dan 
> harus melakukannya tanpa invasi militer darat ke Lybia.  Jika sampai 
> terjadi invasi militer darat, maka sudah dapat dibayangkan akan terjadi 
> perang yang berkepanjangan dengan rakyat Lybia.
>
> Seperti sudah diketahui, Resolusi 1973 hanya menyatakan 'No Fly Zone', 
> tidak ada yang menyatakan mengganti Ghadafy dan invasi militer darat. 
> Akan sangat sulit menjatuhkan Ghadafy tanpa invasi militer darat karena 
> militer Lybia masih mendukung Ghadafy.
>
> Jika Ghadafy masih bisa bertahan di Lybia, dapat dibayangkan bahwa kontrak 
> minyak di Lybia akan diberikan ke Rusia, China, dan Brazil sebagai 
> gantinya kontrak ke perusahaan ENI (Itali), Total (Prancis) dan BP 
> (Inggris).
>
> Jadinya debat yang terjadi sekarang adalah pembenaran invasi ke Lybia oleh 
> negara Barat yang dikatakan 'humanitarian' yang didukung oleh Prancis, 
> Inggris dan Amerika Serikat dan penolakan invasi negara Barat oleh BRIC 
> yang mengatakan bahwa negara2 Barat telah melanggar kedaulatan sebuah 
> negara.
>
> 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke