Refleksi : Rezim negara kleptokrasi bukan melihat rakyat pintar sebagai sesuatu 
keuntungan bagi negara, tetapi sebalikya, sebagai penyakit berbahaya untuk 
kestabilan rezim, sebab rakyat mudah bisa tahu gerak gerik penguasa main 
curang, suka tipu, korupsi dsb, maka oleh karena itu status quo pembodohan 
rakyat dipelihara dengan berbagai cara. 

Pendidikan diutamakan kepada kaum berada dan elit. Salah satu halangan yang 
biasa menjadi penghalang bagi kaum kurang berada atau miskin ialah tinggi 
ongkos (harga) pendidikan yang harus  mereka bayar.

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/28/213467/68/11/Social-Benefits-of-School


CALAK EDU

Social Benefits of School 


Senin, 28 Maret 2011 00:02 WIB     
UKURAN manfaat sosial (social benefits), beberapa di antaranya manfaat pasar, 
yang relevan dan berapa banyak total investasi dalam pendidikan yang harus 
dibiayai publik merupakan ukuran standar seberapa besar bentuk keterlibatan 
publik terhadap pendidikan. Jika bentuk kesadaran itu hidup dan bertumbuh di 
masyarakat, manfaat sosial pendidikan untuk orang lain dan generasi mendatang 
pasti menjamin masa depan yang cemerlang. Pertanyaannya ialah berapa persen 
kira-kira total partisipasi orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka? 

Angka perkiraan partisipasi orang tua/masyarakat terhadap dunia pendidikan 
memang berbeda antara satu provinsi dan lainnya. Di Aceh, menurut sebuah 
survei, orang tua dan masyarakat hanya mengeluarkan 15%-20% dari pendapatan 
kotor per bulan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka. Angka ini cukup 
moderat, mengingat pendapatan per kapita masyarakat kita memang masih kecil dan 
pengeluaran lebih banyak dikonsentrasikan kepada hal-hal yang bersifat 
konsumtif. Dengan kondisi ini, akhirnya negara berusaha memenuhi kebutuhan 
pembiayaan pendidikan masyarakat melalui APBN, yang jumlah totalnya mencapai 
angka 20%. 

Kita memang patut memberi apresiasi yang tinggi kepada pemerintah karena 
menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam program pembangunan 
nasional. Pendidikan harus terus diyakini sebagai satu-satunya solusi dalam 
memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa. Pendidikan dapat disebut 
sebagai prime mover yang menggerakkan proses transformasi sosial dan ekonomi 
untuk mewujudkan sebuah bangsa yang maju dan modern. Dalam konteks ini, 
pendidikan jelas memiliki banyak sekali manfaat sosial, selain ekonomi dan 
politik, dalam menciptakan kesadaran masyarakat untuk cerdas dan bermartabat. 
Jelas sekali bahwa pendidikan secara nyata telah memberikan keuntungan, baik 
ekonomi maupun nonekonomi, individual maupun sosial, langsung maupun tak 
langsung. 

Manfaat sosial pendidikan juga merupakan salah satu faktor determinan dalam 
mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika kita mampu mengingat pemikiran ekonomi 
klasik Adam Smith, jelas sekali bahwa faktor modal manusia sangat penting dalam 
mendorong kemajuan ekonomi, bahkan jauh lebih penting daripada modal finansial 
dan modal fisik lainnya seperti pabrik, peralatan, dan teknologi. Para pakar 
ilmu ekonomi pembangunan menegaskan bahwa pendidikan mempunyai hubungan 
signifikan dengan pembangunan ekonomi; pendidikan dan ekonomi merupakan dua 
variabel yang saling bergantung. Sangat jelas betapa manfaat sosial pendidikan 
mempunyai korelasi positif dengan perkembangan dan kemajuan ekonomi suatu 
bangsa. Meskipun wacana ini telah diketahui para pemimpin kita dalam dua dekade 
terakhir, pada praktiknya pemerintah kita seperti jalan di tempat dalam 
menggalang tumbuhnya investasi di bidang pendidikan yang didanai sektor swasta. 
Selain itu, dana APBN yang sudah 20% itu pun masih memerlukan koreksi total 
terutama pada aspek implementasinya. Minimnya kajian komprehensif dan terbuka 
tentang prioritas pembiayaan dalam sektor pendidikan kita membuat kinerja 
Kementerian Pendidikan Nasional terus dipertanyakan. Salah satu hal paling 
mendasar dan sering terjadi ialah tiadanya keberlanjutan program pendidikan 
yang didasarkan pada hasil kajian, bukan semata-masa menggunakan asumsi. 
Inilah, misalnya, mengapa menteri pendidikan sering kali membuat wacana baru, 
seolah membenarkan rumor bahwa setiap menteri baru memiliki kebijakan yang juga 
baru dan ingin terlihat berbeda dengan pendahulunya. 

Kajian tentang pembiayaan sekolah (school funding) menjadi relevan mengingat 
sistem pendidikan kita belum menganut asas pembiayaan sekolah secara integral 
yang berorientasi pada pengembangan aspek kualitas sebagai target pembiayaan 
sekolah. Isu pembiayaan sekolah bermutu (school quality funding) masih dihitung 
secara minimal, yaitu menyangkut besaran subsidi dari pemerintah untuk tiap 
siswa pada setiap tingkat satuan pendidikan. Contoh dari kebijakan ini ialah 
bagaimana dana bantuan operasional sekolah (BOS) dihitung. 

Persoalan yang ramai dibicarakan praktisi, birokrat, dan politisi di sekitar 
pembiayaan pendidikan pun baru menyentuh aspek kebutuhan siswa sebagai unit 
analisisnya, tetapi belum menghitung kebutuhan institusi sekolah sebagai sebuah 
pendekatan penjaminan mutu (quality assurance). Agar anggaran pendidikan 20% 
yang diamanatkan undang-undang dapat diserap secara efisien dan transparan, 
perlu dipikirkan skema-skema pembiayaan pendidikan dengan menggunakan sekolah 
sebagai unit analisis, bukan lagi kebutuhan siswa. Beberapa studi tentang 
dampak kualitas sekolah terhadap capaian akademis siswa mengindikasikan 
pentingnya menciptakan sebuah budaya sekolah yang sehat secara manajemen, 
sehingga kebutuhan untuk membangun suasana belajar yang positif dan kondusif 
dapat dimasukkan ke komponen dan indikator pembiayaan pendidikan. Rob 
Greenwald, dalam The Effect of School Resources on Student Achievement, Review 
of Educational Research, (1996), memperlihatkan bahwa strategi pembiayaan 
pendidikan di tingkat sekolah sangat berpengaruh terhadap capaian siswa. Jika 
ini yang dilakukan, manfaat sosial pendidikan akan lebih dahsyat daripada hanya 
sekadar jargon dan omong kosong. 

Education is not just for earning a living; it is also for living a life. 
(William E B Du Bois)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke