Lihat lagi siapa yg membawa surat kpd Heraclius:

Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu `alaihi wa
 sallam yang dibawa oleh Dihyah untuk para penguasa negeri Bashrah, maka 
diberikan suratnya itu kepada Heraclius, maka dibacanya dan isinya berbunyi:

Jadi jangan hanya hadis selangkangan yang kamu percoyo,hadis2 yang lain ttg 
mukjizat jangan kamu buang,kecuali kalau ada ulama yg bilang itu hadis doif.

Tawangalun.
--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Hehehe.... si Abu Sufyan ngebawa surat dr Muhammad ke Heraclius? Ngibulnya ga 
> kira2 tuh. Si Muhammad aja sampe pernah ngirim pembunuh buat ngebunuh Abu 
> Sufyan, tp gagal. 
> 
> 
> Islam bukan pendendam??? Hehehe ... makanya sampe sekarang orang Shia dan 
> Sunni 
> bunuh2an terutama di hari Asura yg memperingati dibantainya Husein oleh anak 
> buah Yasin. Ga dendam koq, cuma sekedar tangannya gatel aja, hitung2 cari 
> hiburan nih dgn ngebantai sesama muslim.
> 
> Spt yg selalu gua bilang, di Islam itu yg penting kaingannya, makin keras 
> kaingannya makin baik, biarpun faktanya berbeda sama sekali.
> 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: Tawangalun <tawangalun@...>
> To: [email protected]
> Sent: Mon, March 28, 2011 2:38:30 PM
> Subject: [proletar] Re: Diskusi Heraclius dg Abu Sofyan sebelum Islam.
> 
>    
> Diskusi tadi terjadi ketika Abu Sofyan masih kafir,tapi walaupun jahiliyah 
> dia 
> menjawab sejujurnya dihadapan Heraclius.Bahkan Heraclius hampir saja masuk 
> Islam 
> tapi ngeper juga semua anak buahnya menolak.
> Abu Sofyan akirnya tetap diklasifikasikan sebagai sahabat.Kan Islam itu bukan 
> jenis pendendam,itu masalahnya.
> 
> Tawangalun.
> 
> --- In [email protected], item abu <itemabu@> wrote:
> >
> > Hihihi.... si Abu Sufyan itu kan sebetulnya bermuka dua. Dia masuk Islam 
> > krn 
> > disuruh milih, dibunuh atau masuk Islam. Lalu dia masuk Islam.
> > 
> > Tp lihat aja akhirnya, anak si Abu Sufyan ngebantai habis turunan Muhammad, 
> > sampe si Husein dipotong kepalanya dan ditancapkan ke tombak.
> > 
> > Dr sini kita tahu gimana hubungan Abu Sufyan dgn Muhammad, heheheh.....
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ________________________________
> > From: Tawangalun <tawangalun@>
> > To: [email protected]
> > Sent: Mon, March 28, 2011 1:36:47 PM
> > Subject: [proletar] Diskusi Heraclius dg Abu Sofyan sebelum Islam.
> > 
> > 
> > Telah menceritakan kepada kami (Abu Al-Yaman Al-Hakam bin Nafi') dia 
> > berkata, 
> > telah mengabarkan kepadaku (Syu'aib) dari (Az-Zuhri) telah mengabarkan 
> > kepadaku 
> >
> > (Ubaidullah bin Abdullah bin `Utbah bin Mas'ud) bahwa (Abdullah bin `Abbas) 
> > telah mengabarkan kepadanya bahwa (Abu Sufyan bin Harb) telah mengabarkan 
> > kepadanya: bahwa Heraclius menerima rombongan dagang Quraisy, yang sedang 
> > mengadakan ekspedisi dagang ke negeri syam pada saat berlakunya perjanjian 
> > antara Nabi Sallallahu'alaihi wa sallam dengan Abu Sufyan dan orang-orang 
> > kafir 
> >
> > Quraisy. Saat singgah di Iliya' mereka menemui Heraclius atas undangan 
> >heraclius 
> >
> > untuk diajak dialog di majelisnya, yang saat itu heraclius bersama dengan 
> > para 
> 
> > pembesar negeri-negeri Romawi. Heraclius berbicara dengan mereka melalui 
> > penerjemah. Heraclius berkata; Siapa diantara kalian yang paling dekat 
> > hubungan 
> >
> > keluarganya dengan orang yang mengaku sebagai Nabi itu?." Abu Sufyan 
> > berkata; 
> > Maka aku menjawab; Akulah yang paling dekat hubungan kekeluargaannya dengan 
> > dia". Heraclius berkata; Dekatkanlah dia denganku dan juga 
> > sahabat-sahabatnya." 
> >
> > Maka mereka meletakkan orang-orang Quraisy dibelakang Abu Sufyan. Lalu 
> >Heraclius 
> >
> > berkata melalui penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku bertanya 
> > kepadanya 
> >
> > tentang laki-laki yang mengaku sebagai Nabi. Jika ia berdusta kepadaku, 
> > maka 
> > kalian harus mendustakannya. "Demi Allah, jika bukan karena rasa malu 
> > akibat 
> > tudingan pendusta yang mereka lontarkan kepadaku niscaya aku berdusta 
> > kepadanya." Abu Sufyan berkata: Maka yang ditanyakan kepadaku tentangnya 
> > (Nabi 
> 
> > Shallallahu `alaihi wa sallam) adalah: "Bagaimana kedudukan nasabnya 
> > ditengah-tengah kalian?" Aku jawab: "Dia adalah dari keturunan baik-baik 
> > (bangsawan)". Tanyanya lagi: "Apakah ada orang lain yang mengatakannya 
> > sebelum 
> 
> > dia?" Aku jawab: "Tidak ada". Tanyanya lagi: "Apakah bapaknya seorang 
> > raja?" 
> > Jawabku: "Bukan".  Apakah yang mengikuti dia orang-orang terpandang atau 
> >bukan?" 
> >
> > Jawabku: "Bahkan orang-orang yang mengikuti dia adalah orang-orang yang 
> >rendah". 
> >
> > Dia bertanya lagi: "Apakah bertambah pengikutnya atau berkurang?" Aku 
> > jawab: 
> > "Bertambah".  Dia bertanya lagi: "Apakah ada yang murtad disebabkan dongkol 
> > terhadap agamanya?" Aku jawab: "Tidak ada".  Dia bertanya lagi: "Apakah 
> > kalian 
> 
> > pernah mendapakannya dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang 
> >dikatakannya 
> >
> > itu?" Aku jawab: "Tidak pernah". Dia bertanya lagi: "Apakah dia pernah 
> > berlaku 
> 
> > curang?" Aku jawab: "Tidak pernah". Ketika kami bergaul dengannya, dia 
> > tidak 
> > pernah melakukan itu". Berkata Abu Sufyan: "Aku tidak mungkin menyampaikan 
> > selain ucapan seperti ini". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian 
> > memeranginya?" 
> >Aku 
> >
> > jawab: "Iya". Dia bertanya lagi: "Bagaimana kesudahan perang tersebut?" Aku 
> > jawab: "Perang antara kami dan dia sangat banyak. Terkadang dia mengalahkan 
> >kami 
> >
> > terkadang kami mengalahkan dia". Dia bertanya lagi: "Apa yang 
> > diperintahkannya 
> 
> > kepada kalian?" Aku jawab: "Dia menyuruh kami: `Sembahlah Allah dengan 
> > tidak 
> > menyukutukannya dengan sesuatu apapun, dan tinggalkan apa yang dikatakan 
> > nenek 
> 
> > moyang kalian. `Dia juga memerintahkan mengerjakan shalat, menunaikan 
> > zakat, 
> > berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturahim". Maka heraclius 
> > berkata kepada penerjemahnya: "Katakan kepadanya bahwa aku telah berkata 
> > kepadamu tentang keturunan orang itu, kamu ceritakan bahwa orang itu dari 
> > keturunan bangsawan. Begitu juga laki-laki itu dibangkitkan ditengah 
> > keturunan 
> 
> > kaumnya. Dan aku tanya kepadamu apakah pernah ada orang sebelumnya yang 
> > mengatakan seperti yang dikatakannya, kamu jawab tidak. Seandainya yang 
> > dikatakan ada orang sebelumnya yang mengatakannya tentu kuanggap orang ini 
> > meniru orang sebelumnya yang pernah mengatakan hal serupa. Aku tanyakan 
> > juga 
> > kepadamu apakah bapaknya ada yang dari keturunan raja, kamu jawab tidak. 
> > Aku 
> > katakan seandainya bapaknya dari keturunan raja, tentu orang ini sedang 
> >menuntut 
> >
> > kerajaan bapaknya. Dan aku tanyakan kepadamu apakah kalian 
> > pernahmendapatkan 
> >dia 
> >
> > berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya, kamu menjawabnya 
> >tidak. 
> >
> > Sungguh aku memahami, kalau kepada manusia saja dia tidak berani berdusta 
> > apalagi berdusta kepada Allah. Dan aku juga telah bertanya kepadamu, apakah 
> >yang 
> >
> > mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang rendah?" Kamu 
> > menjawab orang-orang yang rendah yang mengikutinya. Memang mereka itulah 
> > yang 
> > menjadi pengikut Rasul. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah bertambah 
> > bertambah pengikutnya atau berkurang, kamu menjawab bertambah. Dan memang 
> > begitulah perkara iman hingga menjadi sempurna. Aku juga sudah bertanya 
> >kepadamu 
> >
> > apakah ada yang murtad disebabkan marah terhadap agamanya. Kamu menjawab 
> > tidak 
> 
> > ada. Dan memang begitulah perkara iman bila telah masuk tumbuh bersemi di 
> > dalam 
> >
> > hati. Aku juga telah bertanya kepadamu apakah dia pernah berlaku curang, 
> > kamu 
> > jawab tidak pernah. Dan memang begitulah para Rasul tidak mungkin curang. 
> > Dan 
> > aku juga sudah bertanya kepadamu apa yang diperintahkannya kepada kalian, 
> > kamu 
> 
> > jawab dia memerintahkan kalian untuk menyembah Allah dan tidak 
> > menyukutukannya 
> 
> > dengan sesuatu apapun, dan melarang kalian menyembah berhala, dia juga 
> > memerintahkan kalian untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata 
> > jujur, 
> 
> > saling memaafkan dan menyambung silaturahim. Seandainya semua apa yang kamu 
> > katakan ini benar, pasti dia akan menguasai kerajaan yang ada di bawah 
> > kakiku 
> > ini. Sungguh aku telah menduga bahwa dia tidak ada diantara kalian sekarang 
> >ini, 
> >
> > seandainya aku tahu jalan untuk menemuinya, tentu aku akan berusaha keras 
> > menemuinya hingga bila aku sudah berada disisinya pasti akan aku basuh 
> > kedua 
> > kakinya. Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu `alaihi wa 
> > sallam yang dibawa oleh Dihyah untuk para penguasa negeri Bashrah, maka 
> > diberikan suratnya itu kepada Heraclius, maka dibacanya dan isinya 
> > berbunyi: 
> > "Bismillahirrahmanirrahim. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya untuk 
> > Heraclius. Penguasa Romawi, keselamtan bagi siapa yang mengikuti petunjuk. 
> > Kemudian daripada itu, aku mengajakmu dengan seruan Islam; masuk Islamlah 
> > kamu, 
> >
> > maka kamu akan selamat, Allah akan memberimu pahala dua kali. Namun jika 
> > kamu 
> > berpaling, maka kamu menanggung dosa rakyatmu, dan Hai ahli kitab, marilah 
> > berpegang kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan 
> > antara 
> > kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita 
> >persekutukan 
> >
> > Dia dengan sesuatu apapun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan 
> > sebagian 
> > yang lain sebagai Rabb selain Allah". Jika mereka berpaling, maka 
> > katakanlah 
> > kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah 
> > diri 
> > (kepada Allah)." Abu Sufyan menuturkan: "Setelah Heraclius menyampaikan apa 
> >yang 
> >
> > dikatakannya dan membaca surat tersebut, terjadilah hiruk pikuk dan 
> > suara-suara 
> >
> > ribut, sehingga mengusir kami. Aku berkata kepada teman-temanku setelah 
> > kami 
> > diusir keluar; "Sungguh dia telah diajak kepada urusan anak Abu Kabsyah. 
> > Heraclius mengkhawatirkan kerajaan Romawi." Pada masa itupun aku juga 
> > khawatir 
> 
> > Muhammad akan berjaya, sampai akhirnya (perasaan itu hilang) setelah Allah 
> > memasukkan aku ke dalam Islam. Dan adalah Ibnu An-Nazhur, seorang pembesar 
> > Iliya' dan Heraclius adalah seorang uskup agama nasrani, dia menceritakan 
> > bahwa 
> >
> > pada suatu hari ketika Heraclius mengunjungi Iliya'dia sangat gelisah, 
> > berkata 
> 
> > sebagian komandan perangnya: "Sungguh kami mengingkari keadaanmu. 
> > Selanjutnya 
> > kata Ibnu An-Nazhur. "Heraclius adalah seorang ahli nujum yang selalu 
> > memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan 
> > para 
> > pendeta yang bertanya kepadanya; "Pada suatu malam ketika saya mengamati 
> > perjalanan bintang-bintang, saya melihat raja khitan telah lahir, siapakah 
> > diantara umat ini yang dikhitan?" Jawab para pendeta; "Yang berkhitan 
> > hanyalah 
> 
> > orang-orang yahudi, janganlah anda risau karena orang-orang yahudi itu. 
> > Perintahkan saja keseluruh negeri dalam kerajaan anda, supaya orang-orang 
> >yahudi 
> >
> > di negeri tersebut dibunuh." Ketika itu dihadapkan kepada Heraclius utusan 
> > Bani 
> >
> > Ghassan untuk menceritakan perihal Rasulullah Shallallahu `alaihi wa 
> > sallam, 
> > setelah orang itu selesai bercerita, lalu Heraclius memerintahkan agar dia 
> > diperiksa, apakah dia berkhitan atau tidak. Seusai diperiksa ternyata 
> > memang 
> >dia 
> >
> > berkhitan. Lalu diberitahukan orang kepada Heraclius. Heraclius bertanya 
> > kepada 
> >
> > orang tersebut tentang orang-orang Arab yang lainnya, dikhitankah mereka 
> > atau 
> > tidak?" Dia menjawab: "Orang Arab itu dikhitan semua." Heraclius berkata: 
> > "Inilah raja ummat, sesungguhnya dia telah terlahir." Kemudian Heraclius 
> > berkirim surat kepada sahabatnya di Roma yang ilmunya setaraf dengan 
> > Heraclius 
> 
> > (untuk menceritakan perihal Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam). 
> > Sementara itu ia meneruskan perjalanannya ke negeri Himsha, tetapi sebelum 
> > tiba 
> >
> > di Himsha, balasan surat itu telah tiba terlebih dahulu. Sahabatnya itu 
> > menyetujui pendapat Heraclius bahwa Muhammad telah lahir dan bahwa beliau 
> >memang 
> >
> > seorang Nabi. Heraclius lalu mengundang para pembesar Roma supaya datang 
> > ditempatnya di Himsha, setelah semuanya hadir di majelisnya, Heraclius 
> > memerintahkan supaya mengunci semua pintu. Kemudian dia berkata, wahai 
> > bangsa 
> > Rum, maukah anda beroleh kemenangan dan kemajuan yang gilang gemilang, 
> >sedangkan 
> >
> > kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau mau akuilah Muhammad sebagai 
> > Nabi!." 
> 
> > Mendengar ucapan itu, mereka lari bagaikan keledai liar, padahal semua 
> > pintu 
> > telah terkunci. Melihat keadaan yang demikian, Heraclius jadi putus harapan 
> >yang 
> >
> > mereka akan beriman (percaya kepada kenabian Muhammad). Lalu 
> > diperintahkannya 
> > semuanya untuk kembali ketempatnya masing-masing seraya berkata; 
> > "Sesungguhnya 
> 
> > saya mengucapkan perkataan saya tadi hanyalah sekedar menguji ketehuhan 
> > hati 
> > kalian semua. Kini saya telah melihat keteguhan itu." Lalu mereka sujud di 
> > hadapan Heraclius dan mereka senang kepadanya. Demikianlah akhir kisah 
> > Heraclius. Telah diriwayatkan oleh Shalih bin Kaisan dan Yunus dan Ma'mar 
> > dari 
> 
> > Az-Zuhri (HR. Bukhari)
> > 
> > Shalom,
> > Tawangalun.
> > 
> > N.B.Diskusi tsb ketika Abu Sofyan(paman nabi) masih sebagai musuh Nabi,tapi 
> > akirnya orang tsb bisa berubah menjadi sahabat,bahkan Muawiyah akirnya 
> > diangkat 
> >
> > sebagai Khalifah.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
>  
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke