Refleksi : Anggota Dewan Penipu Rakyat (DPR) krisis moral? Nama institusinya 
saja sudah menunjukan bagaimana moral mereka, kalau mereka krisis moral berarti 
bertambah buruk.  Sekalipun mereka memakai kata-kata Ilahi sebagai sepuhan 
lidah tak ada yang bisa diharapkan kebenarannya, terkecuali mereka yang mau 
dibodohi untuk terus ditipu oleh abunawas-abunawas tsb.

http://us.detiknews.com/read/2011/04/10/071906/1612702/10/krisis-moral-di-dpr-semakin-memprihatinkan

Minggu, 10/04/2011 07:19 WIB


Krisis Moral di DPR Semakin Memprihatinkan  
Aprizal Rahmatullah - detikNews

 




Jakarta - Berbagai sikap dan tingkah polah anggota dewan akhir-akhir ini sangat 
memprihatinkan. Mulai dari penyetujuan gedung mewah DPR hingga kelakukan 
Arifinto yang sedang nonton video porno saat sidang. Kemanakah rakyat harus 
mengadu?

"DPR ini memang problem moralitas. Bahkan krisis moralitas. Tak ada lagi 
tauladan, tak ada lagi politik dengan integritas bekerja dengan etika. Ini 
semua sangat memprihatinkan," ujar pengamat politik UGM Arie Sudjito saat 
berbincang dengan detikcom, Sabtu (9/4/2011).

Arie menilai, DPR terus menampilkan prestasi buram setiap tahunnya. Wajah 
politikus senayan makin buruk di mata masyarakat.

"Tidak partai umum, partai kader juga mempunyai masalah moral yang luar biasa. 
Kalau semua partai sekarang bicara citra yang baik, semua telah menyalahi etika 
sosial. Apa yang terjadi saat ini di DPR dengan menyetujui gedung mewah, 
anggota nonton video porno, semua akumulasi dari krisis etika yang terjadi," 
imbuhnya.

Arie mengajak agar publik jangan berhenti mengkritik dan terus meneriakkan 
seruan moral. Meski suara nurani mulai mahal di dendangkan di DPR, tapi publik 
tetap harus mengawal DPR agar tidak semakin parah.

"Tanggungjawab kita semua untuk terus kritik. Ini pelajaran politik yang harus 
diterima apakah 2014 kita akan mempunyai pandangan politik yang sama dengan 
pemilihan sebelumnya," tegasnya.

Terkait aksi Arifinto yang kepergok menonton video porno, Arie menganggap hal 
itu bukan hal yang mengagetkan. Kenapa? Karena sebagian besar anggota dewan 
sudah tidak memiliki kualitas etis yang tinggi. 

"Yang membuat ramai kan karena itu kader PKS saja. Itu memang urusan intenal 
PKS dan apapun yang dilakukan PKS tentu publik akan berbeda memberikan 
penilaian," tandasnya.

(ape/ape)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke