Saya bilagn dan saya ulang: Islam itu laknat buat ummat manusia, artinya juga 
buat orang Islam sendiri...

--- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote:
>
> Refleksi : Beginilah negara Neo-Mojophatit. Nasrani disikat, Ahmadiyah 
> diganyang, sekarang giliran kaum Syiah,  ayo besok lusa siap yang akan 
> menyusul? Masih tidurkah atau ngantukah Anda? 
> 
> http://regional.kompas.com/read/2011/04/14/06270810/Ditekan.Kaum.Syiah.Madura.Siap.Hengkang
> 
> 
> Keberagaman
> 
> Ditekan, Kaum Syiah Madura Siap Hengkang
> K17-11 | yuli | Kamis, 14 April 2011 | 06:27 WIB 
> 
> K17-11 Kegiatan di kompleks Ikatan Jamaah Ahlil Bait Indonesia (IJABI) Tajul 
> Muluk, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa 
> Timur berjalan seperti biasa meski ketuanya ditahan di Mapolres Sampang. 
> 
> T
> SAMPANG, KOMPAS.com - Kaum Islam berhaluan Syiah di Sampang, Madura, Jawa 
> Timur, tetap menjalankan ibadahnya meski ketua mereka, Tajul Muluk, diamankan 
> polisi sejak 4 April 2011 lalu.
> 
> ""Kami tidak keberatan untuk hengkang demi mempertahankan keyakinan kami. 
> Asalkan pemerintah juga mau bertanggung jawab. 
> -- Tajul Muluk, pemuka Syiah di Sampang ""
> Mereka berhimpun dalam Ikatan Jamaah Ahlil Bait Indonesia (IJABI), yang 
> kegiatannya berpusat di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.
> 
> Menjelang ketuanya diamankan, ribuan orang dari enam desa berencana menyerang 
> kediaman Tajul Muluk yang juga pusat kegiatan IJABI. Kini, kegiatan di rumah 
> Tajul Muluk berjalan seperti biasanya.
> 
> Para santrinya tetap menjalankan aktivitasnya seperti sekolah, shalat 
> berjemaah, dan pengajian. Tidak tampak ada ketegangan antara masyarakat 
> sekitar dan penghuni kompleks IJABI.
> 
> Tajul Muluk saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (13/4/2011), 
> mengaku ingin segera ke rumahnya dan menjalankan kegiatan seperti biasanya. 
> Dia beranggapan, aktivitasnya sebagai penyebar faham Syiah sama sekali tidak 
> bertentangan dengan undang-undang.
> 
> Bahkan, ia mengaku kecewa dengan sikap para pemuka agama Sampang yang sudah 
> menganggapnya sesat. Padahal, Syiah adalah salah satu aliran dalam Islam yang 
> berkembang di Indonesia sejak lama.
> 
> "Kalau perbedaan jangan dicari-cari, sebab tidak akan pernah ada titik 
> temunya. Tetapi, persamaannya yang perlu kita jaga sehingga keyakinan dalam 
> beragama bisa berjalan seiring bersama," kata Tajul Muluk.
> 
> Terkait dengan adanya ultimatum dari Badan Silaturrahim Ulama Madura (Basra) 
> agar dirinya bersama lebih dari 100 jemaahnya segera hengkang dari Sampang, 
> pria yang pernah mengaji di Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Bangil, Pasuruan, 
> Jawa Timur, ini menyatakan tidak keberatan.
> 
> Ia hanya mematok syarat agar semua asetnya diberi ganti rugi dan pengikutnya 
> harus ikut bersamanya. "Kami tidak keberatan untuk hengkang demi 
> mempertahankan keyakinan kami, asalkan pemerintah juga mau bertanggung 
> jawab," terang Tajul.
> 
> Sementara Alimullah (19), penanggung jawab kegiatan di kompleks IJABI, 
> mengatakan siap hengkang bersama gurunya ke mana pun pergi. Bahkan, 
> santri-santrinya juga akan dibawa serta.
> 
> "Ke mana pun ustaz pergi, kami akan selalu mengikutinya," katanya. Namun, 
> Tajul berharap itu tidak terjadi. Dirinya menginginkan duduk bersama untuk 
> mencarikan solusi yang terbaik.
> 
> "Saya masih percaya ada solusi jika semua pihak, termasuk keamanan, mau 
> membuka dialog," terangnya.
> 
> Lazim diketahui, meskipun berkembang sejak lama di Indonesia, Syiah tetap 
> minoritas. Tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU), almarhum KH Abdurrahman Wahid 
> (Gus Dur) adalah pendekar demokrasi terakhir yang gigih membela hak 
> keberagamaan mereka. 
> 
> ERKAIT:
> 
>   a.. Desa Kaum Syiah Diserbu, 200 Tertembak
>   b.. Ratusan Ribu Syiah Melawan Rezim Sunni
>   c.. 3 Bom Mobil Tewaskan 12 Orang di Karbala
>   d.. Parade Syiah Digranat, 1 Bayi Tewas
>   e.. Bus Peziarah Syiah Dibom, 5 Orang Tewas
> ++++
> http://regional.kompas.com/read/2011/04/15/00302669/Gereja.Baru.di.Malang.Dibongkar.Massa
> 
> Kemajemukan
> 
> Gereja Baru di Malang Dibongkar Massa
> Doddy Wisnu Pribadi | yuli | Jumat, 15 April 2011 | 00:30 WIB 
> MALANG, KOMPAS.com - Massa yang tidak diketahui identitasnya membongkar 
> gereja yang belum selesai dibangun di Dukuh Ubalan, Desa Pamotan, Kecamatan 
> Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
> 
> Peristiwanya terjadi pada Kamis (14/4/2011) sore di desa yang dikenal sering 
> ada konflik masalah perkebunan itu. Desa ini berjarak 38 km di selatan Kota 
> Malang, atau 4 km dari jalur jalan provinsi Malang-Lumajang. Untuk mencapai 
> lokasi itu, mesti melintasi persawahan dan areal perkebunan karena berada di 
> pedesaan.
> 
> Saat diamati pada pukul 22.00, bangunan baru gereja itu masih utuh. Hanya 
> saja, sebagian dinding sudah berlubang, atau terbongkar, menurut penuturan 
> orang yang menjadi bagian kerumuan massa di jalan masuk menuju gereja.
> 
> Meski banyak orang di antara kerumunan, tidak ada seorang pun yang bersedia 
> menjelaskan duduk ceritanya dengan mengaku identitasnya.
> 
> Aparat kepolisian dari Mapolsek Dampit sudah berada di lokasi saat aksi massa 
> terjadi, tetapi pada pukul 22.00 sudah tidak berada di lokasi. Warga tampak 
> berjaga-jaga di sudut-sudut jalan.
> 
> Namun, tidak ada seorang pun yang bersedia untuk memberikan keterangan. 
> Aparat Polsek dan TNI, dilaporkan warga, semula tampak berada di tempat 
> kejadian. 
> 
> Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
>   a..  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke