Tapi kok keknya @dapurmu percaya sama yg terang-terangan bilang
pendusta?
--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Ah, kalo Shianya lebih kuat, Sunni yg akan ditekan. Shia dan Sunni itu
sami
> mawon koq, sama2 bejadnya. Ahmadiyah selama ini belum kliatan
belangnya krn
> selalu jd minoritas, tp krn dasarnya sama, gua ga percaya ke Ahmadiyah
jg.
>
>
>
>
>
> ________________________________
> From: sunny ambon@...
> To: Undisclosed-Recipient@...
> Sent: Fri, April 15, 2011 4:45:30 PM
> Subject: [proletar] Ditekan, Kaum Syiah Madura Siap Hengkang + Gereja
Baru di
> Malang Dibongkar Massa
>
>
> Refleksi : Beginilah negara Neo-Mojophatit. Nasrani disikat, Ahmadiyah
> diganyang, sekarang giliran kaum Syiah,  ayo besok lusa siap yang akan
menyusul?
> Masih tidurkah atau ngantukah Anda?
>
>
>
http://regional.kompas.com/read/2011/04/14/06270810/Ditekan.Kaum.Syiah.M\
adura.Siap.Hengkang
>
>
> Keberagaman
>
> Ditekan, Kaum Syiah Madura Siap Hengkang
> K17-11 | yuli | Kamis, 14 April 2011 | 06:27 WIB
>
> K17-11 Kegiatan di kompleks Ikatan Jamaah Ahlil Bait Indonesia (IJABI)
Tajul
> Muluk, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura,
Jawa Timur
> berjalan seperti biasa meski ketuanya ditahan di Mapolres Sampang.
>
>
> T
> SAMPANG, KOMPAS.com - Kaum Islam berhaluan Syiah di Sampang, Madura,
Jawa Timur,
> tetap menjalankan ibadahnya meski ketua mereka, Tajul Muluk, diamankan
polisi
> sejak 4 April 2011 lalu.
>
> ""Kami tidak keberatan untuk hengkang demi mempertahankan keyakinan
kami.
> Asalkan pemerintah juga mau bertanggung jawab.
>
> -- Tajul Muluk, pemuka Syiah di Sampang ""
> Mereka berhimpun dalam Ikatan Jamaah Ahlil Bait Indonesia (IJABI),
yang
> kegiatannya berpusat di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten
Sampang.
>
> Menjelang ketuanya diamankan, ribuan orang dari enam desa berencana
menyerang
> kediaman Tajul Muluk yang juga pusat kegiatan IJABI. Kini, kegiatan di
rumah
> Tajul Muluk berjalan seperti biasanya.
>
> Para santrinya tetap menjalankan aktivitasnya seperti sekolah, shalat
berjemaah,
> dan pengajian. Tidak tampak ada ketegangan antara masyarakat sekitar
dan
> penghuni kompleks IJABI.
>
> Tajul Muluk saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu
(13/4/2011), mengaku
> ingin segera ke rumahnya dan menjalankan kegiatan seperti biasanya.
Dia
> beranggapan, aktivitasnya sebagai penyebar faham Syiah sama sekali
tidak
> bertentangan dengan undang-undang.
>
> Bahkan, ia mengaku kecewa dengan sikap para pemuka agama Sampang yang
sudah
> menganggapnya sesat. Padahal, Syiah adalah salah satu aliran dalam
Islam yang
> berkembang di Indonesia sejak lama.
>
> "Kalau perbedaan jangan dicari-cari, sebab tidak akan pernah ada titik
temunya.
> Tetapi, persamaannya yang perlu kita jaga sehingga keyakinan dalam
beragama bisa
> berjalan seiring bersama," kata Tajul Muluk.
>
> Terkait dengan adanya ultimatum dari Badan Silaturrahim Ulama Madura
(Basra)
> agar dirinya bersama lebih dari 100 jemaahnya segera hengkang dari
Sampang, pria
> yang pernah mengaji di Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Bangil,
Pasuruan, Jawa
> Timur, ini menyatakan tidak keberatan.
>
> Ia hanya mematok syarat agar semua asetnya diberi ganti rugi dan
pengikutnya
> harus ikut bersamanya. "Kami tidak keberatan untuk hengkang demi
mempertahankan
> keyakinan kami, asalkan pemerintah juga mau bertanggung jawab," terang
Tajul.
>
> Sementara Alimullah (19), penanggung jawab kegiatan di kompleks IJABI,
> mengatakan siap hengkang bersama gurunya ke mana pun pergi. Bahkan,
> santri-santrinya juga akan dibawa serta.
>
> "Ke mana pun ustaz pergi, kami akan selalu mengikutinya," katanya.
Namun, Tajul
> berharap itu tidak terjadi. Dirinya menginginkan duduk bersama untuk
mencarikan
> solusi yang terbaik.
>
> "Saya masih percaya ada solusi jika semua pihak, termasuk keamanan,
mau membuka
> dialog," terangnya.
>
> Lazim diketahui, meskipun berkembang sejak lama di Indonesia, Syiah
tetap
> minoritas. Tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU), almarhum KH Abdurrahman
Wahid (Gus
> Dur) adalah pendekar demokrasi terakhir yang gigih membela hak
keberagamaan
> mereka.
>
>
> ERKAIT:
>
> a.. Desa Kaum Syiah Diserbu, 200 Tertembak
> b.. Ratusan Ribu Syiah Melawan Rezim Sunni
> c.. 3 Bom Mobil Tewaskan 12 Orang di Karbala
> d.. Parade Syiah Digranat, 1 Bayi Tewas
> e.. Bus Peziarah Syiah Dibom, 5 Orang Tewas
> ++++
>
http://regional.kompas.com/read/2011/04/15/00302669/Gereja.Baru.di.Malan\
g.Dibongkar.Massa
>
>
> Kemajemukan
>
> Gereja Baru di Malang Dibongkar Massa
> Doddy Wisnu Pribadi | yuli | Jumat, 15 April 2011 | 00:30 WIB
> MALANG, KOMPAS.com - Massa yang tidak diketahui identitasnya
membongkar gereja
> yang belum selesai dibangun di Dukuh Ubalan, Desa Pamotan, Kecamatan
Dampit,
> Kabupaten Malang, Jawa Timur.
>
> Peristiwanya terjadi pada Kamis (14/4/2011) sore di desa yang dikenal
sering ada
> konflik masalah perkebunan itu. Desa ini berjarak 38 km di selatan
Kota Malang,
> atau 4 km dari jalur jalan provinsi Malang-Lumajang. Untuk mencapai
lokasi itu,
> mesti melintasi persawahan dan areal perkebunan karena berada di
pedesaan.
>
> Saat diamati pada pukul 22.00, bangunan baru gereja itu masih utuh.
Hanya saja,
> sebagian dinding sudah berlubang, atau terbongkar, menurut penuturan
orang yang
> menjadi bagian kerumuan massa di jalan masuk menuju gereja.
>
> Meski banyak orang di antara kerumunan, tidak ada seorang pun yang
bersedia
> menjelaskan duduk ceritanya dengan mengaku identitasnya.
>
> Aparat kepolisian dari Mapolsek Dampit sudah berada di lokasi saat
aksi massa
> terjadi, tetapi pada pukul 22.00 sudah tidak berada di lokasi. Warga
tampak
> berjaga-jaga di sudut-sudut jalan.
>
> Namun, tidak ada seorang pun yang bersedia untuk memberikan
keterangan. Aparat
> Polsek dan TNI, dilaporkan warga, semula tampak berada di tempat
kejadian.
>
>
> Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
> a..
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke